Precedence: bulk


Date: Sat, 17 Apr 1999 10:21:33 -0400 (EDT)
From: YUDHISTIRA <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: PROPAGANDA TVRI SOAL TIMTIM

PROPAGANDA TVRI SOAL TIMTIM

TVRI ternyata masih belum tereformasi. Stasiun milik negara ini masih saja
menjadi alat propaganda pemerintah dan militer dalam menyiarkan berbagai
kebohongan dan disinformasi. Dalam berita pukul 19.00 Sabtu, 17 April
kemarin, misalnya, TVRI memberitakan soal apel milisi Aitarak pimpinan
Eurico Guterres. Dalam siaran yang juga menampilkan wawancara dengan Kapolda
Timtim, Kolonel Timbul Silaen itu, terlihat betapa bias berita yang
ditampilkan. Di situ digambarkan betapa rakyat Timtim selama ini sangat
menderita akibat perlawanan kelompok prokemerdekaan. 

Sama sekali tak disinggung, bagaimana kelompok-kelompok milisi sipil seperti
Aitarak, Mahidi, Besi Merah Putih, dll telah melakukan teror, intimidasi,
bahkan pembunuhan terhadap rakyat yang tak setuju dengan aneksasi pemerintah
Indonesia. Kalau tak percaya, Anda boleh membuktikan sendiri, bagaimana
Milisi sipil yang dipersenjatai ABRI ini bertindak seperti militer beneran,
"petentang-petenteng" kayak dia sendiri yang jagoan. Di jalan-jalan kota
Dili saja, mereka tak rikuh menenteng senjata, sementara anggota ABRI yang
berada di sebelahnya tak berbuat apa-apa. 

Dan semua fakta itu diputarbalikkan TVRI -- yang sampai sekarang masih
memaksa agar beritanya yang tak bermutu itu direlay stasiun televisi swasta.
Fakta yang paling konyol adalah perintah untuk membela diri (self defense)
Xanana Gusmao 7 April lalu, masih diberitakan sebagai "pernyataan perang".
Latar belakang kenapa Xanana akhirnya mengeluarkan pernyataan itu tak
disinggung sama sekali. Fakta bahwa para milisi telah melakukan pembantaian
juga tak diberitakan. Bagaimana, misalnya, Peristiwa Liquica yang terjadi
pada 4-7 April, yang menewaskan sekitar 56 pengungsi akibat serbuan ABRI dan
milisi bisa dikatakan sebagai dampak pernyataan Xanana? Ada atau tidak ada
pernyataan Xanana, kalau melihat kelakuan menyebalkan para milisi itu,
pembantaian itu pasti tetap terjadi. Dan TVRI lagi-lagi telah
memutarbalikkan fakta.

Sebagai warga negara Indonesia, melihat perkembangan akhir-akhir ini, saya
secara pribadi menolak masuknya Timtim ke wilayah Indonesia. Apalagi kalau
harus bergabung dengan para milisi busuk itu. Ogah!

Untuk TVRI, kalau nggak bisa bikin berita yang cover both sides, bikin
pelatihan wartawan dulu deh. Malu-maluin aja!

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke