Precedence: bulk


URGENT ACTION-ABRI MEMAKSA PENDUDUK TIMTIM TURUN KE LIQUICA KOTA

Pada hari Senin, 26 April 1999 FOKUPERS mendapat informasi dari seorang
warga Liquica, desa Asumano tentang situasi penduduk di Kabupaten Liquica.
ABRI telah mengancam penduduk yang tinggal di pedesaan dan kecamatan yang
jauh dari pusat kota Liquisa untuk turun ke Liquica kota. Bagi penduduk
yang tetap bertahan di daerah pedesaan akan dibunuh. 

Pada awalnya ABRI memaksa semua laki-laki yang berumur 12 tahun ke atas yng
tinggal di pedesaan untuk segera turun ke kota Liquica. Kemudian, ABRI
selanjutnya memaksa semua masyarakat, bayi yang baru lahir, ibu yang baru
melahirkan, ibu hamil sampai ke orang tua jompo, yang sakit dan lumpuh,
untuk segera turun ke kota Liquica. Penduduk yang terlambat dari waktu yang
ditetapkan untuk selanjutnya tidak diijinkan untuk masuk ke Liquica kota
dan mereka semua akan dibunuh. Aparat ABRI memberitahukan kepada penduduk
bahwa siapa yang merasa nama dan fotonya tercatat dalam daftar hitam ABRI
tidak perlu turun ke kota Liquica. 

Pada tanggal 25 April 1999, ABRI telah memaksa warga masyarakat mengambil
sumpah dengan cara minum darah kambing dicampur minuman arak dan pil
ekstasi yang berjenis SS dosis tinggi di Tibar (perbatasan Dili dan
Liquica) dan untuk bergabung dengan gerombolan milisi Besi Merah Putih
pimpinan Leoneto Martins, Bupati Liquica. 

Hari ini, (Kamis, 26 April 1999) pukul 16.00 Wita, warga desa Asumano
berjumlah 160 orang sudah keluar dari rumah masing-masing menuju ke kampung
Ebeno seterusnya ke kota Liquica. Penduduk, terutama ibu-ibu hamil, ibu-ibu
yang baru melahirkan, bayi dan anak-anak serta para jompo menjerit ketakuta
karena ancaman dari ABRI. Penduduk tidak tahu apa maksud dan tujuan ABRI
yang memaksa dan mengacam mereka dengan batas waktu untuk turun ke kota
Liquica. 

Hari ini juga, ada upacara minum darah di kota Gleno, Kabupaten Ermera
sebagai persiapan menyerang penduduk yang masih berada di pedesaan
disekitar Kabupaten Liquica. 

Kami mohon sepada semua orang yang membaca berita ini untuk mengambil
tindakan atau intervensi terhadap para pimpinan ABRI (TNI-POLRI)di Timtim
(Tono Suratman & Silaen) maupun di indonesia (Jend. TNI Wiranto & Presiden
Habibi ).


Nomor Telepon yang harus dihubungi:
Tono Suratman, Danrem Timor Timur: (0390) 321581
Abilio Soares, Gubernur Timor Timur: (0390) 322799 / HP: 0816 295065
--------------------------------------------------------------------
"TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA TANPA PEMBEBASAN DI TIMOR LESTE"

FORTILOS
Forum Solidaritas Untuk Rakyat Timor Timur
Jl. Siaga II No.31, Pejaten Barat, Jakarta 12510
Telp. (021)79192763
Fax. (021)79192519
e-mail: [EMAIL PROTECTED]

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke