Precedence: bulk
RALAT BERITA: AKSI UPC GAGAL DIPROVOKASI
Kami perlu meluruskan beberapa informasi yang diberitakan SiaR di
sekitar aksi Rakyat Miskin kKota yang didampingi UPC 23 April kemarin.
1. Memang provokator mencoba menyusup dan mempengaruhi emosi massa.
Tetapi tidak sedramatis pemberitaan SiaR. Hanya ada seseorang di luar
kami yang melempar botol ke arah kendaraan. Bukan berkali-kali melempari
kendaraan yang lewat dengan nasi bungkus dan botol minuman. Menggunakan
nasi bungkus untuk itu tidak mudah. Karena masing-masing peserta demo
yang terdiri dari berbagai komunitas kampung, becak dan buruh, membawa
makanan sendiri yang terbatas. Mereka juga mengkoordinir untuk keamanan
masing-masing.
2. Pejabat Bappenas, Herman Haeruman bersedia menemui massa di taman ibu
jalur hijau tengah depan Bappenas dan bicara dengan massa. Herman
meminta perwakilan kampung-kampung untuk bicara di dalam. Namun massa
tetap menolak JPS dan menolak ajakan Herman untuk dialog di dalam.
Mereka tetap meminta Herman untuk tetap dialog bersama mereka di luar,
bersama-sama rakyat miskin yang langsung berhubungan dengan JPS. Herman
tampak kesal dan meninggalkan massa. Sementara SiaR memberitakan tidak
ada pejabat yang mau menemui Massa.
3. Pada waktu itu Wardah Hafidz sudah berada di luar bersama-sama massa,
bukan di dalam seperti pemberitaan SiaR..
4. Jumlah peserta demo hampir 5000 orang, bukan 500.
5. Massa kembali ke kendaraan masing-masing bukan karena untuk
menghindari provokator, tetapi karena aksi memang sudah sampai di akhir
acara.
Demikiran ralat kami. Terimasih atas perhatian SiaR.
Salam
Afrizal Malna
-------------
Dari Redaksi SiaR:
Terima kasih buat masukan Anda. Ini lah bukti bagaimana setiap orang
memiliki cara pandang yang berbeda. Anda berada di dalam rombongan dan
merupakan bagian dari aksi, sementara wartawan SiaR ada di luar (berjarak)
dan jadi pengamat. Di sini saja kepentingan sudah berbeda. Tentang jumlah
pendemo, barangkali SiaR salah (kurang). Tapi klaim Anda bahwa aksi tersebut
diikuti 5 ribu orang kami anggap berlebihan. Menurut perkiraan kami tak
sebanyak itu.
Tentang keberadaan Wardah, SiaR memang kehilangan "jejak" beliau..
Maaf, pengamatan lapangan kami memang terbatas.
Tapi sekali lagi. Kami berterima kasih atas pelurusan berita dari
Anda. Terus berjuang untuk mencapai Indonesia yang lebih baik!
Redaksi SiaR.-
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html