Precedence: bulk


Subject: Re: SiaR---GERAKAN ANTI-KOMUNIS MEREBAK LAGI

Dear redaksi,

Dari  awalnya  Orba  sampai  sekarang,  yang namanya gerakan komunis sering
sekali dinyanyikan oleh para penguasa dengan nada yang sama. Pokoknya kalau
ada   orang/kelompok  yang  kritis  sama pemerintah langsung di cap gerakan
komunis.    Suatu   standard  baku.  Bayangkan  32  tahun  lebih,  melebihi
kepopularan  lagu-lagu  the  Beatles.  Untuk tangga lagu yang kedua gerakan
Islam  Radikal, hampir sama dengan kepopuleran lagu-lagu dari group Rolling
Stones.

Begitu  terjadi  peledakan  bom  di masjid Istiqlal, dengan nada yang sama,
pertama   "dinyanyikan"    bahwa  gerakan  komunis  PKI,  kemudian  diganti
"nyanyiannya"  gerakan  Islam  radikal.  Akibatnya dua orang lugu dari desa
Maseng/Bogor  dicokok  keamanan  berikut  dengan  wajan  dan  kompor  untuk
menggoreng kripik sebagai barang bukti.

Tapi  yang anehnya nyanyian tersebut hilang kurun waktu tertentu dan timbul
lagi  sekarang  ini. Bak lagu kenangan yang layak jual. Dan akhir-akhir ini
sekelompok  masyarakat  secaraserempak  menyanyikan "lagu" baru stock lawas
dengan adanya gerakan PKI/Komunis. Menurut hemat saya, hal tersebut ini bak
FATAMORGANA.   Hanya  berupa  fenomena  alam  belaka,  alias hanya fenomena
politik  belaka saja.  Kenapa kita harus takut oleh sesuatu yang tidak ada,
malah  yang  ada,  Pancasila,   sekarang  ini  lebih menakutkan. Ajaran ini
sebatas  dikelas  dan bangku kuliah, malah yang lebih masygulnya ajaran ini
hanya  untuk  melengkapi  nilai  pejabat  untuk naik pangkat yang nota bene
sarat dengan KKN.

Sekarang  ini  ada sekelompok dimasyarakat yang selalu meniup-niupkan bahwa
ajaran  PKI/Komunis  muncul lagi. Hal itu sama saja kita membicarakan hantu
Lochness  yang  ada  di  danau  Skotlandia, atau mahluk Yetti di pegunungan
Himalaya/  Tibet.  Tapi  pada kenyataannya hantu/mahluk tersebut tidak ada.
Ingat ORBA naik dengan membuat adanya hantu ajaran PKI/Komunis.

Janganlah lagi kita memperbodoh diri kita sendiri, dengan menciptakan hantu
Komunis/PKI   pada  otak  kita.  Banyak  sudah  korban  akibat cerita hantu
tersebut,  yang  pada  dasarnya  tidak  ada.  Dengan  mempercayai  fenomena
tersebut sama saja kita memperkuat dan mengembalikan status quo.

Regards,

Hero

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke