Precedence: bulk


Date: Mon, 10 May 1999 13:05:52 +1000

TEKA-TEKI ANTARA PERINGATAN TRAGEDI TRISAKTI DENGAN ISSU KOMUNISME

Demonstrasi mahasiswa  kembali marak belakangan ini. Sebuah issu yang
saat ini menjadi pusat perhatian dari pergerakan-pergerakan tersebut
adalah kewaspadaan terhadap komunis dalam segala bentuknya. Issu ini
amat sensitif sehingga habibie selaku presiden harus mengeluarkan
pernyataan akan hal tersebut. Dan seorang ketua DPP Golkar, Agung
Laksono, 'terpaksa' harus memberikan klarifikasi atas pernyataan
presiden tersebut. ADA APA GERANGAN?

Satu hal yang agak mengherankan 'issu komunis' kembali terangkat
menjelang peringatan TRAGEDI TRISAKTI yang rencananya akan diperingati
secara besar-besaran. Padahal pada bulan Mei, tidak ada satupun moment
bersejarah yang berkaitan dengan komunisme. Pertanyaan yang lain adalah
: APA MAKSUD DIADAKANNYA PERINGATAN TRAGEDI TRISAKTI SECARA
BESAR-BESARAN, DALAM KAITANNYA DENGAN BERGULIRNYA ISSU KEWASPADAAN
TERHADAP BAHAYA LATEN KOMUNIS?

Secara awam, 'digulirkannya' issu tentang kebangkitan dan bahaya laten
komunis menjelang peringatan 1 tahun TRAGEDI TRISAKTI yang oleh
sementara pihak di klaim sebagai pendorong/pemicu lengsernya Soeharto,
mengandung beberapa kemungkinan, yaitu :

1. Momen 12 Mei dianggap oleh sebagian golongan sebagai momen awal
turunnya Soeharto sebagai Presiden. Disinyalir, ada golongan/elemen yang
hendak mengulang 'sukses' tahun lalu dengan cara yang sama. Sangat besar
kemungkinannya bahwa pada Peringatan Tragedi Trisakti akan terjadi
pengerahan massa besar-besaran, dan sangat mungkin jumlah massa yang
besar tersebut akan diarahkan pada penjatuhan Habibie, dengan
menggunakan issu bahaya laten komunis sebagai motor issu untuk
terjadinya atau pecahnya kerusuhan. Modus seperti ini sangat umum untuk
menjatuhkan suatu pemerintahan. Pertanyaannya adalah : SIAPA YANG PALING
BERKEPENTINGAN UNTUK MENJATUHKAN PEMERINTAHAN HABIBIE? ADAKAH
HUBUNGANNYA DENGAN PELAKSAAN PEMILU 1999 MENDATANG?

2. Beberapa PARPOL direncanakan akan ikut berpartisipasi pada peringatan
tersebut. Beberapa waktu sebelumnya, entah apa maksudnya, Habibie
memberikan semacam peringatan tentang bahaya KOMAS
(Komunis-Marhaenis-Sosialis), dimana baik secara langsung maupun tidak
langsung, pernyataan tersebut memancing  reaksi, terutama dari PARPOL
yang merasa (atau dirasa) ada kaitannya dengan
Komunis-Marhaenis-Sosialis. Sedangkan sama kita ketahui seminggu
kemudian, 19 Mei 1999 adalah pembukaan masa kampanya PEMILU.
Pertanyaannya adalah : APA HUBUNGAN ANTARA KEIKUT-SERTAAN PARPOL DALAM
PERINGATAN TRAGEDI TRISAKTI DENGAN PERNYATAAN HABIBIE TENTANG KOMAS DAN
PEMBUKAAN KAMPANYA PEMILU 1999?
SIAPAKAH YANG SEBENARNYA TIDAK SIAP (ATAU TIDAK MENGHENDAKI) ATAS (AKAN)
DIBUKANYA MASA KAMPANYE 1999?

3. Sebagaimana biasanya, setiap bentuk pengerahan massa pasti akan
berhubungan dan berurusan dengan aparat keamanan, baik dari aspek ijin
(pemberitahuan) maupun dari aspek pengamanan di lapangan selama 'acara'
berlangsung. Dalam kasus PERINGATAN TRAGEDI TRISAKTI, posisi aparat
keamanan akan berada posisi serba salah. Sebab apabila 'diijinkan' maka
aparat keamanan akan mendapat kewajiban berat untuk mengamankan, dan
mungkin sekali 'terpaksa' atau tidak, akan terjadi insiden. Dalam hal
ini hampir bisa dipastikan bahwa aparat keamanan juga akan
dipersalahkan. Sedangkan apabila 'dibiarkan' saja maka aparat keamanan
akan menempelkan 'label' tidak bertanggung-jawab pada keningnya sendiri.
Pertanyaannya adalah : SIAPAKAH YANG BERKEPENTINGAN MENJATUHKAN WIBAWA
DAN CITRA APARAT KEAMANAN? ADAKAH HUBUNGANNYA PENJATUHAN CITRA DAN
WIBAWA APARAT KEAMANAN DENGAN PELAKSANAAN PEMILU 1999, MENGINGAT BAHWA
APARAT KEAMANAN (TNI DAN POLRI)  ADALAH INSTITUSI RESMI YANG PALING
BERTANGGUNG-JAWAB ATAS KEAMANAN DAN KETERTIBAN SELAMA PEMILU  1999?

Mencermati beberapa nalisis kemungkinan di atas, maka kami, Komite Aksi
Mahasiswa Untuk Reformasi Rakyat Indonesia (KAMURRI)  menghimbau dan
mengingatkan kepada semua pihak yang terlibat dan akan terlibat pada
peringatan TRAGEDI TRISAKTI pada 12 Mei 1999 baik sebagai pelaksana,
peserta, pengamatdan simpatisan serta partisan, untuk mengantisipasi
kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas dan mempersiapkan pelaksaan
acara PERINGATAN TRAGEDI TRISAKTI dengan sebaik-baiknya sehingga tidak
perlu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
============================================================
Dikeluarkan di Jakarta, 9 Mei 1999
KAMURRI
Konfirmasi : 0818 818 930
============================================================

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke