Precedence: bulk


300 BIARAWAN DAN BIARAWATI LONG MARCH DI DILI

        DILI (MATEBEAN, 14/5) 300 biarawan dan biarawati se-Diosis Dili dan
Baucau, Kamis (13/5) kemarin melakukan long march damai dan meminta kepada
kedua kelompok untuk menghentikan aksi kekerasan di Timtim. Protes biarawan dan
biarawati itu dimulai pukul 14.30 Wita dengan mengambil rute dari Gereja
Katedral Dili dengan melintasi wilayah Matadouru, Balide, Santa Cruz,  Bemori,
Kuluhun, Pantai Tourismo dan final di depan Patung Bunda Maria Lecidere.

        Dalam long march itu, mereka juga membawa beberapa spanduk yang
intinya adalah anti kekerasan serta meminta kepada mereka yang bertikai untuk
saling berdamai. Bunyi spanduk-spanduk itu antara lain: "Hentikan kekerasan:
Kristus adalah sumber perdamaian,  saling memaafkan dalam cinta dan keadilan:
Dalam keadilan ada perdamaian". Selama perjalanan mereka hanya diam dan
menyalakan lilin. Sedangkan aparat keamanan di laporkan hanya mengawal dari
belakang. 

        Uskup Basilio dihadapan para biawaran dan biarawati meminta supaya
pertikian antara kedua kelompok segera dihentikan dan dudukulah bersama-sama
untuk berdamai. "Saya meminta untuk hentikan kekerasan dan duduklah bersama-
sama untuk berdialog," katanya.

        Pada hari Rabu (12/5) Uskup Belo  bersama tokoh-tokoh agama dari Islam,
Protestan, Budha dan Hindu melakukan doa perdamaian bersama di Dili. Dalam doa
perdamaian bersama itu Uskup Belo tekankan supaya semua pemimpin politik di 
Timtim segera meletakkan senjata dan terutama para komandan diminta mulai
sekarang harus rajin berdoa dan menjadi panutan bagi anggotanya. " Masalah
Timtim tidak bisa diselesaikan dengan saling membunuh, tapi mulai berdoa untuk
saling memaafkan," katanya.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke