Precedence: bulk


DI JAWA TENGAH KAMPANYE BAWA PEDANG

        SEMARANG (SiaR, 14/5/1999), Bentrokan berdarah diperkirakan akan pecah
dalam kampanye  di Jawa Tengah. Kalangan partai politik di Jawa Tengah
memperkirakan hal ini berdasarkan sejumlah kecenderungan belakangan ini.
Kekuatiran adanya bentrok berdarah itu muncul, salah satunya, kebiasaan
pendukung sejumlah partai tertentu yang menenteng pedang, parang dan senjata
tajam lainnya saat turun ke jalan.

        "Mereka seperti pendekar di film-film silat, mengenakan pedang di
punggung ketika kampanye," ujar seorang aktifis PDI Perjuangan. Berkaitan dengan
ini, di sentra-sentra industri logam di Jawa Tengah seperti Delanggu dan
Boyolali, pesanan pedang dari partai-partai politik meningkat.

        Para pendukung partai yang membawa senjata tajam ketika kampanye antara
lain Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai
Golkar dan PDI Perjuangan.

        Bentrokan berdarah memang sudah terjadi di beberapa tempat di Jawa
Tengah. Di Jepara, para pendukung PPP dan PKB bentrok dengan menggunakan senjata
tajam, sembilan orang tewas. Di Semarang, hampir saja pecah kerusuhan ketika
ribuan massa pendukung PDI membakar kantor DPD II Golkar dan ribuan orang
lainnya membakar ban-ban bekas di sejumlah jalan raya. Massa PDI Perjuangan
marah karena Satgas Golkar menculik sejumlah pendukung PDI Perjuangan.

        Bentrokan-bentrokan massa antara PDI Perjuangan dan PKB di satu pihak
versus PPP di lain pihak, atau PDI Perjuangan versus Golkar tak terhindarkan di
daerah Magelang, Banyumas, Salatiga. Pekan ini misalnya, Satgas Golkar Salatiga
yang mencoba turun ke jalan dicegat massa PDI Perjuangan dan PKB di berbagai
tempat. Satgas Golkar itu terpaksa harus dikawal polisi dan kembali ke
markasnya.

        Di Kabupaten Magelang, masih di pekan ini, massa PPP yang turun ke jalan
dikepung oleh ribuan massa PDI Perjuangan dan PKB yang membawa senjata tajam.
Massa PPP yang terjepit baru bisa dievakuasi tengah malam oleh satuan Brimob. Di
Jawa Tengah, terutama di wilayah Jawa Tengah bagian Tengah dan Selatan, PPP
dianggap sebagai partai pro status-quo sehingga sering jadi sasaran kemarahan
massa. PPP di Jawa Tengah belakangan ini hanya kuat di wilayah pesisir Utara,
seperti Pekalongan, Jepara, dan Pati dan sebagian Solo. Semarang, ibukota Jawa
Tengah, praktis dikuasai PDI Perjuangan. Hanya di Solo, PPP "bersahabat" dengan
massa PDI Perjuangan karena mereka pernah bersatu dalam "Mega Bintang". 

        Namun, menurut pantauan SiaR, Solo masih dikuasai oleh massa PDI
Perjuangan. Di Jawa Tengah, propinsi yang dulu dikenal dengan kuningisasi
Golkar, kini nyaris tak nampak warna kuning, apalagi tanda gambar Golkar.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke