Precedence: bulk


SERANGAN GEROMBOLAN MILISI PRO-INTEGRASI 16 MEI 1999 DI TIMTIM

Kami baru saja mendapat berita dari Yayasan HAK di Dili tentang penyerangan
yang dilakukan oleh gerombolan milisi dan beberapa berita dan isu yang
beredar di masyarakat Timor Lorosae. Berikut berita selengkapnya dan siaran
pers pejabat PBB yang ada di Dili, menyangkut kejadian hari Minggu (16/5/99).


Berita dari Dili

Seperti biasa, setiap hari Sabtu dan Minggu, gerombolan milisi melakukan
aksi mereka menyerang warga sipil, penduduk yang tidak bersenjata. Pada
hari Sabtu dan Minggu (15 dan 16 Mei 1999), masyarakat kota Dili sudah
merasa was-was kalau hari Sabtu atau Minggu akan terjadi sesuatu. Memang,
hari sabtu berlalu tanpa ada serangan dari gerombolan milisi di Dili. Akan
tetapi, pada hari Minggu, sekitar pukul 22.00 WTT, gerombolan milisi
kembali melakukan aksi. 

Serangan yang dilakukan gerombolan milisi di Dili pada Minggu malam (16/5)
sempat dilihat langsung oleh beberapa wartawan asing dan pejabat PBB.
Serangan itu diarahkan ke Desa Metiaut (kawasan pasir putih), tepatnya di
sekitar beberapa restourant ikan bakar di pinggir pantai. Sekitar pukul
22.00 WTT, saksi mata menyatakan bahwa beberapa truk mengangkut penuh
milisi dan menurunkan mereka dan langsung menyerang rumah-rumah penduduk
yang diduga sebagian besar tidak berpenghuni. Para milisi tersebut membakar
10 rumah, dan merusak beberapa rumah lainya. Para penghuni rumah sudah
beberapa malam tidak tidur di rumah, dan hanya siang hari saja mereka
berada di situ. Dengan demikian, sewaktu serangan tidak ada korban yang jatuh.


Berita dari Ermera

Di Kecamatan Atsabe, Kabupaten Ermera, tepatnya di desa Aitara, yayasan HAK
mendapat laporan tentang pembantaian terhadap 20 orang yang dilakukan oleh
gerombolan milisi dari kelompok Naga Merah/Pancasila Merah Putih.
Pembantaian ini terjadi saat gerombolan milisi melakukan penyerangan ke
desa tersebut. Dilaporkan bahwa 5 orang tewas di tempat dan belasan lainnya
diduga keras mati ditembak di sekitar kebuh kopi, saat penduduk desa itu
berusaha melarikan diri.

Berita lainnya

1. Berdasarkan modus dan informasi yang berhasil dikumpulkan, ada dugaan
keras bahwa untuk selanjutnya gerombolan milisi akan melakukan
serangan-serangan pada malam hari terhadap penduduk yang tidak menerima
pandangan mereka. Pada siang hari, serangan mereka terlalu transparan
karena selalu diliput oleh wartawan. 

2. Isu yang beredar tentang akan ada pembersihan/pembantaian besar-besar
terhadap masyarakat yang diduga sebagai pendukung pro kemerdekaan,
menimbulkan keresahan di dalam masyarakat. Seorang ibu, seorang PNS di
kantor Gubernur, tadi siang menginformasikan bahwa dia telah dipanggil oleh
Asisten III, Jose Labut Melo, yang meminta dia supaya mengingatkan kepada
saudara-saudaranya yang punya komputer dan internet di rumah untuk segera
diamankan peralatan tersebut. Ada dugaan keras, bahwa pada akhir bulan Mei
hingga pertengahan Juni, gerombolan milisi akan melakukan pemeriksaan/razia
dari rumah ke rumah rumah untuk mencari orang-orang yang mereka curigai
selalu mengirimkan informasi ke luar melalui internet. 

3. Beberapa hari belakangan ini penduduk melihat tentara-tentara sibuk
memasang spanduk kampanye otonomi di beberapa jalan. Spanduk-spanduk tersebut
umumnya bertuliskan tentang himbauan kepada masyarakat untuk memilih
otonomi luas. Misalnya, ada spanduk yang bertuliskan "OTONOMI MEMBAWA
KEDAMAIAN BAGI MASYARAKAT, OTONOMI LUAS ADALAH KEMERDEKAAN BAGI RAKYAT." 

Namun pada hari sabtu lalu (15/5), penduduk Beto Barat, Comoro, Dili Barat,
menangkap basah tentara yang berusaha memasang spanduk yang isinya
menghujat Otonomi. Pada spanduk itu tertulis RAKYAT MENOLAK OTONOMI LUAS.
Spanduk tersebut tidak sempat dipasang, karena masyarakat yang melihat
langsung memprotes, dan menanggap tentara itu mau mengadu domba atau
memprovokasi supaya para milisi datang menyerang desa mereka. Sempat
terjadi adu mulut beberapa saat, namun tentara itu kemudian mengurungkan
usahanya, karena diketahui bahwa diantara masyarakat tersebut ada seorang
intel yang berusaha membela masyarakat.

Demikian sekilas informasi dari kami, dan berikut disampaikan siaran pers
pejabat PBB yang ada di Dili, menyangkut kejadian hari Minggu (16/5/99).


Yayasan HAK

Catatan Redaksi:
Siaran Pers UNAMET (personil PBB di Timtim) dimuat dalam posting lain

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke