Precedence: bulk


SELASA 1 JUNI USKUP BELO BERTEMU MEGAWATI 

        DILI (MateBEAN, 28/5/99), Uskup Diosis Dili Mgr Carlos Filipe Ximenes 
Belo SDB menurut rencana akan bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan 
Megawati Soekarnoputri yang berkunjung ke Dili 1 Juni mendatang. Namun belum 
diketahui rencana pertemuan kedua tokoh yang pernah bertemu di kediaman Gus 
Dur Ciganjur tahun lalu.

        "Uskup Belo sudah menyatakan bersedia beraudiensi dengan ibu 
Megawati Soekarnoputri pada 1 Juni mendatang, walaupun pada hari itu, ia 
mempunyai acara kerja yang sangat padat," kata Ketua DPD PDI-P Timor Timur 
Anastacio Martins setelah bertemu Uskup Belo, Jumat. 

        Kunjungan Megawati ke Timtim adalah untuk melakukan kampanye PDI
Perjuangan  di Timtim. Namun beberapa tokoh pro-kemerdekaan yang dihubungi
MateBEAN  menyambut kedatangan Megawati dengan sinis, karena pernyataan
Megawati 
tentang Timtim yang belum jelas. 

        "Kalau Megawati itu seorang tokoh demokrat di Indonesia, semestinya dia 
juga memperhatikan perkembangan politik di Timtim serta memberikan hak 
kepada rakyat Timtim untuk merdeka. Masa dia memberikan pernyataan bahwa 
Timtim ini bagian integral dari Indonesia. Saya heran seorang tokoh 
demokrat, tapi tidak menghargai hak orang lain," kata seorang tokoh 
perlawanan yang dihubungi MateBEAN.

        Sementara itu Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Ksawery Burski 
menanyakan kepada Wakapolda Timtim Kol Pol Drs Muafi Sahudji SH, tentang 
kemampuan anggota polisi dalam melayani masyarakat di Propinsi Timor Timur 
yang belum mengerti bahasa Indonesia. 

        "Selain akan mengedepankan anggota polisi asli Timtim, aparat yang 
berasal dari luar propinsi ini juga belajar tentang bahasa daerah (Tetun, 
red) guna mendukung pelaksanaan tugasnya," kata Muafi seperti dikutip 
Kadispen Polda Kapten Pol Drs Widodo DS di Dili, Jumat (28/5). 

        PBB tetap berharap agar TNI dan Polri yang bertugas di Timor Timur 
bersikap dan bertindak netral, agar seluruh persiapan dan pelaksanaan jajak 
pendapat 8 Agustus 1999 dapat berlangsung adil, damai dan diakui masyarakat 
dunia.  Hal itu dikatakan juru bicara misi PBB di Timtim (UNAMET), David 
Wimhurst, kepada wartawan dalam dan luar negeri di Dili, Jumat. 

        Sedangkan dari Baucau dilaporkan Pesawat kargo milik Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (PBB) yang terbang dari Italia, Jumat pukul 07.30 mendarat 
mulus di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Baucau, sekitar 130 km arah Timur 
kota Dili.  "Pesawat yang membawa 28 ton barang milik PBB yang akan 
digunakan untuk persiapan dan pelaksanaan jajak pendapat rakyat Timtim 8 
Agustus itu tiba dengan selamat dan telah pula diperiksa oleh petugas 
Imigrasi dan Bea Cukai Timor Timur," kata jurubicara misi PBB di Timtim 
(UNAMET), David Wimhurst di Dili pada MeteBEAN.

        Walau tim PBB sudah mulai melakukan persiapan dalam jajak 
pendapat mendatang, Kamis (27/5) dilaporan terjadi kontak senjata antara 
satuan gabungan aparat keamanan dengan kelompok Falintil, mengakibatkan 
seorang anggota Falintil tewas, kata Kadispen Polda Timtim Kapten Pol Drs 
Widodo DS. 

        "Tembakan dilakukan terlebih dahulu oleh kelompok GPK, sedangkan 
petugas membalasnya dan mengenai seorang anggota GPK bernama Julio Caitano 
Ximenes (27) yang tewas tertembak pada bagian leher," katanya wartawan.

        Dari pihak Falintil diperoleh kabar bahwa yang tewas itu bukan anggota 
Falintil. "Tidak benar anggota Falintil tewas dalam kontak senjata itu. 
Falintil tidak melakukan kontak senjata dengan militer, karena sesuai dengan 
perintah dari Panglima Falintil, kami tidak melakukan kontak senjata. Aparat 
militer menembak pemuda-pemuda yang mereka anggap pro-kemerdekaan lantas 
mereka mengatakan bahwa Falintil yang tewas. Itu tidak benar," kata seorang 
Komandan Falintil yang tidak menyebutkan namanya.

        Masih tentang kegiatan Tim PBB di Timtim, sehari setelah bendera PBB 
dikibarkan dan setelah diumumkan untuk membukan pendaftaran penerimaan 
tenaga bantu Tim Jajak Pendapat, Jumat (28/5),  tidak kurang dari 200 pemuda 
terutama mahasiswa di Dili mendaftarkan diri untuk menjadi tenaga bantu tim 
Pemantau Jajak Pendapat PBB (UNAMET). "UNAMET membutuhkan banyak tenaga 
lokal untuk membantu persiapan hingga pelaksanaan jajak pendapat rakyat 
Timtim yang menurut rencana berlangsung 8 Agustus mendatang. Karena tinggal 
sekitar dua bulan lagi, maka kami mulai membuka pendaftaran bertempat di 
markas UNAMET, Dili," kata jurubicara UNAMET, David Wimhurst di Dili, Jumat. 

        Sementara itu dari Jakarta dilaporkan  Satu batalyon pasukan TNI akan 
segera ditarik dari Timtim pada awal Juni 1999, kemudian digantikan dengan 
satu batalyon aparat kepolisian, namun tindakan itu dimaksudkan untuk 
mengedepankan polisi dalam melaksanakan tugas-tugas pengamanan. 

        "Pengiriman aparat Polri dan penarikan pasukan TNI itu akan dilaksanakan 
pada akhir Mei atau awal Juni 1999. Diharapkan pergantian pasukan itu bisa 
dilaksanakan secepatnya," kata Kapuspen Hankam-TNI Mayjen TNI Syamsul 
Maarif, menanggapi pertanyaan wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, 
Jumat (28/5) siang. 

        Sedangkan dari Markas Besar PBB di New York, dilaporkan Indonesia
membantah sebagian laporan Sekjen PBB Kofi Annan ke Dewan Keamanan tentang
situasi di Timtim menjelang jajak pendapat beberapa waktu lalu, khususnya
mengenai  tuduhan bahwa situasi keamanan di Timtim merupakan buah dari kekerasan
dan intimidasi yang terus menerus dilakukan oleh kelompok pro-integrasi yang
"didukung secara diam-diam" oleh militer Indonesia.

        Bantahan itu disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB Dubes Makarim 
Wibisono atas nama pemerintah Indonesia dalam surat yang ditujukan kepada 
Ketua Dewan Keamanan PBB Denis Dangue Rewaka di Markas Besar PBB New York, 
Kamis. Surat itu kemudian diedarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke