Precedence: bulk


MAHASISWA TIMTIM DIAWASI, ANGGOTA KOTB MINTA DIBEKALI PISTOL

        DENPASAR (MateBEAN, 9/6/99), Dua hari menjelang Pemilu di Indonesia,
aparat keamanan Indonesia mulai meningkatkan pengawasannya terhadap mahasiswa
dan pelajar Timor Timur. Sumber MateBEAN di Denpasar melaporkan bahwa sejak
Sabtu (5/6) pagi tempat kost para mahasiwa Timor Timur di jalan pulau Ambon,
Sanglah didatangi 4 orang aparat dengan berpakaian setengah militer. Mereka
mengenakan celana loreng dengan kaus oblong biasa.

        Meski tidak sampai masuk ke tempat kos-kosan, keempat orang aparat
yang menurut sumber MateBEAN adalah anggota Brimob itu datang dengan mengendarai
sepeda motor trail yang biasa digunakan oleh tim Gegana jajaran keamanan di
Indonesia akhir-akhir ini. Mereka sepanjang hari nongkrong di sebuah warung yang
biasa menjadi tempat makan para mahasiswa Timor Timur, yaitu "Warung Babe",
sekitar duapuluh meter dari tempat kos para mahasiswa itu.

        Hingga kini belum diketahui apa maksud kehadiran para aparat keamanan
tersebut, namun menurut salah satu anggota IMPETTU Bali bahwa pengawasan
tersebut berhubungan dengan penyelenggaraan Pemilu. Namun hal itu disangsikan
salah satu pengurus IMPETTU yang engan disebut namanya. Menurut mahasiswa salah
satu perguruan tinggi negeri di Denpasar itu, jika pengawasan itu berhubungan
dengan Pemilu mendatang, maka aparat keamanan salah sasaran. "Kita kan bukan
provokator. Kenapa kita yang harus diawasi? Dan kita tidak ada urusan apa-apa
dengan Pemilu di Indonesia", tegas mahasiswa kepada MateBEAN kita dihubungi
lewat telepon.

        Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pengawasan ini mungkin lebih punya
hubungan dengan aktivitas mahasiswa Timor Timur di Bali sehubungan dengan jajak
pendapat yang akan berlangsung di Timor Timur, 8 Agustus mendatang. 

        "Apalagi sekarang ini, banyak tokoh-tokoh pro-integrasi yang mengungsi
di Bali bersama keluarganya", jelasnya. Berbagai sumber menyatakan bahwa
beberapa tokoh pro-integrasi, baik dari FPDK (Forum Persatuan, Demokrasi dan
Keadilan) maupun dari KOTB (Klibur Oan Timor Badame) kini berkumpul di Bali.
Selain untuk tempat mengungsi sebagai langkah antesipatif terhadap hasil jajak
pendapat 8 Agustus mendatang, juga sebagai tempat untuk melakukan aktivitas
kampanye sosialisasi otonomi.

        Hal itu bisa dilihat dari munculnya kantor cabang KOTB di Denpasar yang
telah dideklarasikan pertengahan bulan Mei lalu. Dan awal Mei lalu, pemimpin
KOTB Gil Alves bersama beberapa anggota East Timor Student Movement di Yogya
mendeklarasikan berdirinya cabang KOTB di Yogyakarta. Nampaknya, kelompok
pro-integrasi mulai mencari medan kampanye lain di luar Timor Timur, setelah
kehadiran personil PBB. Konon, pada Kamis (3/6) beberapa anggota KOTB antara
lain, Miguel Epifanio Amaral, Cornelio dan Jose Turquel, ketiganya adalah
mahasiswa dari UNDIKNAS (Universitas Pendidikan Nasional) Denpasar, mengadakan
pertemuan rahasia dengan seorang perwira tinggi Kopassus. Dalam pertemuan itu,
para anggota KOTB itu minta kepada Kolonel Djaelani untuk membekali mereka
dengan pistol.

        Hingga kini belum diketahui, apakah permintaan mereka dikabulkan atau
tidak. Yang jelas bahwa rasa tidak aman mulai menyelimuti sebagian besar
pemimpin pro-integrasi, sejak kehadiran personel PBB.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke