Precedence: bulk
MILISI DAN APARAT MULAI BENTROK
DILI (MateBEAN, 22/6/99), Setelah merajai Timtim selama dua bulan
terakhir, milisi bersenjata mulai dimusuhi aparat keamanan Indonesia. Hal
itu terjadi karena Falintil yang dipancing untuk meladeni aksi kekerasan
yang dilakukan aparat bersama milisi tidak mendapat reaksi.
Sumber MateBEAN di Ainaro melaporkan bahwa dua anggota Mahidi (Mati
Hidup Integrasi dengan Indonesia) yang secara sengaja dibunuh oleh aparat
keamanan sebagai bagian dari provokasi menimbulkan reaksi dari Cancio
Carvalho (Komandan Mahidi). Kabarnya Cancio didatangi oleh aparat untuk
mengatur strategi baru yaitu membunuh beberapa anak buahnya lalu dituduh
Falintil yang melakukan aksi.
"Tapi upaya provokasi itu akhirnya menimbulkan konflik antara milisi
dan aparat keamanan di Ainaro. Keluarga dari kedua korban itu mengakui bahwa
yang menjemput kedua korban itu adalah aparat keamanan dan bukan Falintil.
Mereka kenal semua aparat yang menjemput kedua korban itu," kata sumber itu.
Menurut sumber itu bahwa saat ini terlihat Cancio sangat frustrasi,
karena aparat juga sedang mencari peluang untuk membunuh dia bersama
sejumlah anak buahnya. Selain itu, kabarnya aparat juga mulai mendata para
milisi di Timtim.
"Aparat tak segan-segan mulai menindak anggota keluarga milisi.
Karena milisi yang ditugaskan untuk memprovokasi Falintil, diketahui bermuka
dua," tambah sumber itu.
Selain di Ainaro, hal yang sama juga terjadi di Dili Kamis (16/6)
lalu, diberitakan bahwa seorang anak dari milisi bersenjata Aitarak ditembak
oleh satuan Brimob di Dili. Dalam insiden itu korban masih bisa diselamatkan.
"Tapi bapaknya yang milisi sangat marah, bahkan dia mengancam untuk
berkonfrontasi dengan aparat keamanan. Dia mengancam untuk bergabung dengan
Falintil untuk melawan TNI," kata sumber MateBEAN di Dili. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html