Precedence: bulk


MEM-PHK 3 ORANG BURUH, RIBUAN BURUH DEMO GUDANG GARAM 

        SURABAYA (SiaR, 22/6/99), Gara-gara 3 orang buruh di-PHK, sekitar
2 ribu buruh perusahaan rokok terkemuka Gudang Garam di Waru Sidoarjo,
Jatim, melakukan aksi mogok kerja. Aksi berlanjut ke kantor DPRD Jatim di
Surabaya Senin (12/6) kemarin.

        Bukan hanya itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aksi 
Bersama Rakyat Indonesia (ABRI) ikut mendampingi para buruh. 

        Aksi yang dimulai sekitar pukul 8.00 WIB itu menyampaikan 2 tuntutan.
Pertama, para buruh minta tiga rekannya yang telah di PHK  perusahaan
dipekerjakan kembali. Ke dua, menuntut upah dinaikkan sebesar Rp 150 ribu per
bulan untuk semua tingkatan mulai dari upah terendah sebesar Rp 80 ribu per
bulan.

        Upah dianggap sudah kurang sesuai karena para aktivis buruh
mendengar berita bahwa keuntungan tahun lalu sedikitnya Rp 1,1 trilyun.
Bahkan seorang sumber SiaR mengemukakan bahwa PT Gudang Garam dapat
membagikan dividen Rp 260 per lembar saham. Hal itu yang menyebabkan buruh
menuntut lewat demo.
 
        Sumber tersebut menguraikan, pada 31 Desember 1998 perusahaan itu
mengalami kenaikan sebesar 23% dari 1997 yang hanya Rp 906  milyar. "Sekitar
45% atau sekitar Rp 500,262 milyar kami bagikan kepada dividen sebagai
pemegang saham," ujar Heru Budiman, selaku Coorporate scretary Gudang Garam
usai RUPS di Hotel Shangrila, Sabtu (19/6) lalu.   

        Aksi tersebut tidak diperkirakan oleh pihak PT Gudang Garam saat
mem-PHK 3 orang buruhnya. Mereka juga tak pernah menduga bahwa para
mahasiswa dan aktivis Pusat perjuangan Buruh Surabaya (PPBS) bakal terlibat
mendampingi buruh.

        Sempat terjadi dialog antara perwakilan buruh dengan pihak
manajemen. Namun, dialog itu menjadi deadlock karena tak ditemukan kata
sepakat. Meski  dihadiri para aktivis mahasiswa yang berasal dari ABRI dan
PPBS pembicaraan tetap buntu. Konon perusahaan kian mendapat alasan bahwa
mereka tak bisa memenuhi tuntutan mereka semua. Antara lain tuntutan
tambahan itu adalah menghapus Dwifungsi ABRI dan menghapus SPSI yang memihak
perusahaan. 

        Lantaran tak dicapai kesepakatan, sekitar 600 karyawan Gudang Garam
Waru, Sidoarjo, Jatim itu pun meluncur ke kantor DPRD Tingkat I Jatim dengan
puluhan Bus Damri dan sepeda motor.

        Mereka juga membawa poster dan spanduk merah yang antara lain berbunyi:
PPBS  tuntut cabut dwifungsi, Naikkan upah buruh 100 persen, Daulat di
tangan buruh, dan Buruh bersatu tak bisa dikalahkan. Dalam poster juga
tampak tulisan 'Bubarkan manajemen yang sewenang-wenang'.

        Sampai pukul 11.30 WIB para buruh belum diterima anggota Komisi E
yang membawahi bidang kesejahteraan rakyat. Menurut penerima tamu DPRD,
Ketua Komisi E DPRD Jatim Asmino tak ada di tempat. Akibatnya halaman Kantor
DPRD penuh sesak oleh pendemo.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke