Precedence: bulk
DOWNER: MASALAH TIMTIM BUKAN DISELESAIKAN OLEH PENJAHAT
JAKARTA (MateBEAN, 6/7/99), Tampaknya Australia mulai menunjukkan
sikapnya yang keras kepada Indonesia sehubungan dengan teror dan intimidasi
serta pengrusakan terhadap kantor perwakilan UNAMET di Maliana.
Kekesalan sikap Australia itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri
Australia, Alexander Downer kepada Utusan Khusus Sekjen PBB untuk masalah
Timtim Jamsheed Marker Senin (05/07/1999) malam, di Sydney sehubungan dengan
meningkatnya kekerasan di Timtim.
Downer mengatakan, ia tidak berharap adanya perubahan dalam
keputusan perlucutan senjata masyarakat sipil dalam upaya pengawasan
jalannya pemungutan suara bagi penentuan kemerdekaan atau otonomi Timtim
yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Adalah tanggung jawab Indonesia, kata Downer, untuk menjamin
keamanan yang memadai agar pemungutan suara dapat berjalan lancar. Menurut
Downer, banyaknya serangan terhadap personel PBB di Timtim yang terjadi
belakangan ini tidak boleh dibiarkan, supaya tidak menghalangi jalannya
proses jajak pendapat bagi masa depan Timtim.
Pernyataan Downer ini berkaitan dengan adanya penyerangan terhadap
polisi sipil Australia yang bertugas di Timtim. Serangan itu dilakukan oleh
kelompok milisi pro-integrasi. Penyerangan itu terjadi ketika para polisi
itu sedang membantu iring-iringan bantuan kemanusiaan di Timtim.
Kata Downer, PBB dan Australia tidak bisa diintimidasi. "Ini
merupakan sebuah celah kesempatan yang harus diambil," kata Downer. "Maka,
sangatlah penting untuk menyampaikan pesan bahwa kami tidak akan bisa
diintimidasi oleh penjahat dan penjarah dengan banyaknya batu dan senjata
rakitan rumah."
"Kita tidak akan bisa diintimadi oleh orang-orang itu. Jika
pemungutan suara itu gagal, artinya membiarkannya kepada para penjahat, apa
yang akan terjadi? Dan saya tidak berpikir untuk menyerahkan masalah
penyelesaian Timtim kepada penjahat sebagai sesuatu yang masuk akal." ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html