Precedence: bulk


SEKJEN PBB RAGUKAN PENDAFTARAN JAJAK PENDAPAT

        DILI (MateBEAN, 16/7/99). Misi PBB di Timtim, UNAMET, ragu untuk
memulai pendaftaran jajak pendapat, meskipun sebelumnya Sekjen PBB, Kofi
Annan telah menetapkan pendaftaran dimulai hari ini (Jumat, 16/7). Keraguan
UNAMET itu berkaitan dengan situasi keamanan setelah pembukaan pendaftaran
bagi peserta jajak pendapat diundur tiga hari.

        Sekjen PBB Kofi Annan telah menyetujui pendaftaran jajak pendapat
bisa dimulai setelah sempat ditunda karena berulang kali terjadi kericuhan
di Timor Timur. Namun, walaupun pendaftaran bisa dimulai, namun Kofi Annan
menganggap terlalu dini untuk menegaskan bahwa jajak pendapat betul- betul
akan diselenggarakan pada akhir bulan Agustus. Ia masih ingin menunggu
perkembangan situasi dalam minggu-minggu mendatang. Ia mengatakan mendapat
jaminan dari Jakarta, bahwa kelompok-kelompok milisi pro Jakarta yang
dianggap bertanggungjawab akan penggunaan kekerasan belakangan ini akan
dikendalikan.

        Kepada wartawan Wimhurst juga mengatakan pimpinan UNAMET, Ian Martin
akan melaporkan perkembangan situasi keamanan kepada Sekjen PBB untuk
dinilai sebelum mengambil keputusan memulai pendaftaran itu. Selain itu
Kamis (15/7) kemarin Ian Martin juga terbang ke Kecamatan Dilor, Kabupaten
Viqueque untuk melihat secara dekat situasi keamanan di daerah itu karena
informasi yang diterima mereka bahwa masyarakat di Dilor menolak jajak pendapat.

        Sementara itu sumber MateBEAN di Dilor melaporkan bahwa para milisi
Bebui Junior '59 dan milisi Makikit telah mengintimidasi dan menteror rakyat
di sana untuk menolak jajak pendapat. Bahkan para milisi itu tak segan-segan
menggunakan kekerasan untuk memaksa masyarakat menerima otonomi serta
menolak jajak pendapat. 

        "Masyarakat tak bisa pergi ke kebun dan sawah, karena setiap hari
para milisi itu menteror dan menganiayai masyarakat," kata sumber itu.

        Selain kondisi keamanan di Dilor yang belum kondusif, juga untuk
menilai kembali kondisi keamanan di Liquisa, UNAMET hari Kamis (15/7)
mengirimkan 10 orang polisi sipil PBB dan 2 pejabat militer serta 8 staf
UNAMET berangkat ke Liquica untuk melakukan pengkajian ulang apakah kantor
perwakilan UNAMET di sana masih aman untuk ditempati petugas pendaftaran UNAMET.

        Dari Liquica koresponden MateBEAN melaporkan bahwa jabatan bupati
Liquisa dari Leoneto Martins dinyatakan caretaker dan pejabat caretaker
dijabat langsung oleh Gubernur Abilio. 

        "Menurut Abilio katanya masa jabatan Leoneto sudah habis, tapi
menurut aparat pemerintah di Pemda Tk I Timtim, Leoneto dicopot dari jabatan
Bupati Liquica, atas tekanan dari Jakarta. Tekanan itu muncul berkaitan
dengan kasus kekerasan yang dilakukan oleh milisi BMP," lapor koresponden
MateBEAN itu. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke