Precedence: bulk
TNI AKAN BUMIHANGUSKAN TIMTIM
MANILA (MateBEAN, 27/7/1999), Wakil Presiden CNRT Jose Ramos Horta,
menyatakan kekhawatirannya tentara Indonesia (TNI) akan melancarkan aksi
bumi hangus, jika rakyat Timor Timur memilih merdeka. Horta mengatakan hal
itu dalam
sebuah seminar yang diselenggarakan aktivis Philipina, Senin (26/7). Di
depan seminar itu dia menuduh TNI langsung mendalangi 99 persen kekerasan yang
terjadi di Timor Timur.
Menurutnya jajak pendapat yang diawasi PBB yang akan menentukan
pilihan antara merdeka atau menerima hak otonomi luas dengan Indonesia akan
dilangsungkan tanggal 21 atau 22 Agustus. Horta mengatakan hampir tidak
dapat dielakkan bahwa jajak pendapat bulan depan akan ditangguhkan karena
alasan keamanan.
Ia juga mengimbau masyarakat internasional, termasuk IMF dan Bank Dunia,
agar membekukan semua pinjamannya kepada Jakarta, jika pihak militer
Indonesia terus melancarkan apa yang disebutnya "perang kotornya" di Timor
Timur. Horta juga mengatakan, mungkin diperlukan pasukan pemelihara
perdamaian bersenjata untuk mengamankan pemungutan suara penentuan masadepan
wilayah itu. Dikatakan- nya, dengan adanya laporan mengenai kegiatan
anggota-anggota milisi, Dewan Keamanan PBB harus mempertimbangkan
langkah-langkah baru, termasuk dikirimnya pasukan polisi internasional yang
bersenjata ke Timor Timur.
Horta tiba di Manila pada akhir pekan baru lalu untuk kunjungan lima
hari atas undangan kelompok aktivis Filipina yang mendukung kemerdekaan bagi
Timor Timur. Selain itu Horta juga mengatakan mantan Presiden Soeharto dan
beberapa jenderal bisa diadukan ke pengadilan dan dikenakan hukum genosida
(penghapusan ras) di depan sebuah mahkamah perang.
Ia mengatakan, Soeharto dan beberapa orang bekas perwira tingginya harus
memberikan pertanggung-jawaban atas tewasnya ribuan rakyat Indonesia dan
kejahatan-kejahatan lainnya selama 32 tahun berkuasa. Horta tidak
menjelaskan apakah ia bermaksud mengusulkan didirikannya pengadilan khusus
atau mengajukan kasus tersebut ke mahkamah internasional. Dikatakan,
beberapa dari pembunuhan tersebut dapat dibuktikan dengan dokumen, dan para
saksi lokal maupun luar negeri, termasuk mereka yang luput maut dalam
serangan militer, bersedia memberikan kesaksian.
Menurut Ramos-Horta, pembunuhan oleh pihak militer terus berlanjut
di Timor Timur, bahkan kendati ada sejumlah wartawan dan personil PBB yang
sedang
menyusun persiapan bagi jajak pendapat.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html