Precedence: bulk
Nurdiana:
PATAH ARANG
Untuk: Pram dan
Mbak Mega.
Umat buncah di jagad raya,
Nusantara menyala,
dilanda kemarahan korban,
yang nyaris habis punah dibantai,
yang mulut dirajut dipasung dirantai,
penganiayaan tigapuluhdua lebaran.
Tengah kalut halilintar menyambar,
lemah lembut tak hingar-bingar,
menggema:
SELAMAT TINGGAL ORBA,
tiga kata Mbak Mega,
buah kandungan diam yang dalam.
Setali tiga uang:
TUTUP BUKU DENGAN ORBA,
empat kata Pramoedya,
di kala orba tengah jaya,
di puncak zaman jahiliyah,
masa Sang Tiran main kuasa.
Pakai Tutup Buku,
Pram merambah jalan setapak.
Dengan Selamat Tinggal,
Mbak Mega lega nyatakan talak.
Dua-dua wakili isi hati,
para korban dianiaya orba.
Selamat Tinggal dan Tutup Buku,
dua ungkapan bermakna satu,
bukan do'a bukannya fatwa,
bukan mantera sembah Sang Hyang,
bukan testamen alih kuasa,
bukan 'azimat dukun keramat,
ini Manifes Patah Arang,
tekad rakyat mengubur orba.
Ini tujuan reformasi,
ini hakekat reformasi !
Panjang jalan jauh tujuan,
mengusung orba ke liang lahat,
bak bongkar kangker menggerayang jasad,
telah masuk merasuk
poleksosbudkamtibmas,
hingga membina jahiliyah,
serta menanam mentalitas
serba fobi dan main kuasa.
Ikut Pram dan Mbak Mega,
berpatah-arang dengan orba,
peluk tujuan reformasi,
cabut tuntas akar mentalitas
yang main kuasa
dan Sukarno-fobi !
24 Juli 1999.
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html