Precedence: bulk
BII JUGA DIBOBOL TIM HABIBIE
JAKARTA (SiaR, 15/8/99), Kerja keras para operator pengeruk dana untuk
mensukseskan pencalonan Habiie satu demi satu terbongkar. Setelah kasus Bank
Bali terungkap, kini giliran ditemukannya indikasi Bank Internasional
Indonesia (BII) mengalami peristiwa serupa.
Menurut informasi yang diperoleh, para operator lapangan seperti Setya
Novanto, bos Mulia Grup Djoko Soegiarto Tjandra dengan beking Ketua DPA AA
Baramuli, Tanri Abeng, diduga kuat telah membobol Bank Rakyat Indonesia
(BRI) dan BII senilai tak kurang dari Rp 2,5 trilyun. Kegiatan ini telah
mereka lakukan sebelum kegiatannya membobol Bank Bali, April lalu.
Ceritanya, Hotel Mulia --Djoko termasuk sebagai pemilik Mulai bersama
Bambang Trihatmodjo, Bambang Riyadi Soegama, Enggartiasto Lukito-- ini
berutang kepada sindikasi bank BII senilai US$ 200. Atau jika dirupiahkan
dengan kurs US$ 1 = Rp 8000, utang mereka sekitar Rp 1,7 trilyun. Dan mereka
konon sudah menyatakan tidak mampu bayar utang.
Konon, Habibie bersama 4 orang menterinya ikut berperan menekan BII dengan
memainkan keinginan BII untuk rekapitalisasi. Dengan pat gulipat dan bim
salabim, tiba-tiba saja kepemilikan Hotel Mulia beralih ke tangan Setya
Novanto dan Djoko Tjandra, melalui (masih) PT EGP. BII pun harus menggigit
jari. Sebab, selain piutangnya tidak kembali, keinginannya rekapitalisasi
pun tetap menggantung. Sedangkan Tim Sukses Habibie mendapat bagian
sedikitnya Rp 400 juta
Selain para operator Tim siluman Habibie ini ternyata ikut main di
BRI. Kali ini Djoko dan Setya mengajak pengusaha The Ning King berhasil
mendapatkan trilyunan rupiah lagi. BRI pun bangkrut sampai Rp 2,8 trilyun.
"Marimutu Sinivasan, pemilik Texmaco ikut terlibat," kata sumber SiaR.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html