Precedence: bulk


17 Agustus 1999 HARI BERKABUNG RAKYAT ACEH

BANDA ACEH, (Radio Nikoya-FM 17/8) Bertepatan dengan hari kemerdekaan
Republik Indonesia yang ke 54, hari Selasa 17 Agustus 1999 pukul 11.00 WIB,
seluruh Mahasiswa dan LSM Aceh melakukan orasi di depan Mesjid Raya
Baiturrahman Banda Aceh. Hal ini berkaitan dengan hari berkabung nasional
untuk rakyat Aceh sekaligus menyatakan sikap yang komperehensif, diantaranya
mendesak kepada Panglima TNI Jenderal Wiranto untuk menghentikan dan
mencabut setiap operasi militer yang sedang dilaksanakan, juga menolak
pertanggungjawaban Gubernur Aceh Prof. Dr Syamsudin Mahmud yang tidak
aspirasi dan mengabaikan fakta perkembangan politik di Aceh serta mendesak
Panglima Tinggi TNI BJ. Habibie melalui Panglima TNI Wiranto untuk segera
menarik PPRM dan pasukan non organik lainnya yang telah melanjutkan
pelanggaran HAM begitu dasyat di Aceh pasca DOM.

Dalam pelaksanaan Aksi Hari Berkabung Nasional Untuk Rakyat Aceh itu, Fachri
Koordinator Lapangan menyampaikan kepada reporter Radio Nikoya-FM, bahwa
mereka berharap kepada seluruh elemen masyarakat Aceh untuk dapat
mengeluarkan statement agar pemerintah segera menarik PPRM dan pasukan non
organik dari Aceh, Fachri, menambahkan bahwa rakyat Indonesia secara tidak
langsung bisa dikatakan belum merdeka, karena di Indonesia masih terjadinya
pembantaian.


Aksi Hari berkabung Nasional Untuk Rakyat Aceh ini, memperoleh perhatian
ratusan warga Banda Aceh, salah seorang warga yang berada dilokasi aksi
mahasiswa dan LSM Aceh itu, menuturkan, "Kami atas nama rakyat Aceh
mengucapkan terima kasih atas partisipasi mahasiswa dan kami sebagai rakyat
Aceh mendukung penuh segala gerakan mahasiswa dan untuk menindak penguasa
yang kejam dan zalim terhadap orang Aceh yang dibunuh secara kejam dan
keji". Demikian pula seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda
Aceh itu yang menyaksikan jalannya kegiatan Aksi Hari Berkabung Nasional
Untuk Rakyat Aceh, berkomentar, "Menurut pendapat saya suatu acara yang
membangkitkan semangat kita untuk semakin berjuang, kita sebagai mahasiswa
dengan adanya acara ini akan tergelitik perasaan kita untuk melihat
bagaimana keadaan saudara-saudara kita di daerah, di tempat penindasan yang
sekarang terjadi, jadi kami yang menyaksikan disini walaupun tidak terjun
langsung melihat keadaan, tapi disini sudah tergambarkan gimana penindasan
itu terjadi kepada saudara-saudara kita yang muslim itu".

Pelaksanaan Aksi yang prakarsai oleh Front Aksi Reformasi Mahasiswa Islam
Daerah Istimewa Aceh (FARMIDIA), Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR),
Koalisi Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (KARMA), Solidaritas Pelajar Untuk
Rakyat (SPUR), BEMA IAIN Ar-Raniry Darussalam, Forum lSM Aceh, Koalisi NGO
HAM Aceh, Yayasan Anak Bangsa, Aceh Darussalam Foundation (ADF), KIPP Aceh,
Cordova Aceh, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Citra Desa Indonesia
(CDI), KKTGA Aceh, PUGAR Aceh dan ATI Cut Meutia itu, juga di isi dengan
pagelaran drama tindak kekerasan yang dialami masyarakat Aceh semasa DOM
maupun pasca DOM oleh Theatre Nol Universitas Syiah Kuala Banda Aceh serta
pelaksaan tahlilan untuk korban tindak kekerasan usai shalat zuhur di Mesjid
Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Yani dan Andrean Team Reporter Radio Nikoya-FM melaporkan dari Banda Aceh. 

News Devision
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station
URL : http://welcome.to/nikoyafm

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke