Precedence: bulk
POLISI DAN MILISI SERANG RAKYAT
MALIANA (MateBEAN, 28/8/99). Sejumlah milisi bersenjata dan kelompok
pro-otonomi yang diback-up polisi melakukan penyerangan ke Desa Memo,
Kecamatan Maliana Jumat (27/8) kemarin. Lantas pagi harinya, kelompok
pro-otonomi baru melakukan kampanye di Maliana Kota.
Para milisi itu membawa dua mikrolet menuju ke Desa Memo dan memaksa
warga setempat untuk ikut kampanye pro-otonomi. Warga yang tidak bersedia
bergabung dalam kampanye tersebut marah ketika diancam milisi. Kemudian
terjadi pertengkaran yang disusul dengan perkelahian antar-warga dengan
kelompok milisi dan para pendukung otonomi. Akibatnya, dua buah mikrolet
yang ditumpangi milisi dibakar massa. Para milisi kemudian kembali ke
Maliana Kota, sekitar 130 Km dari Dili ke arah barat.
Tapi, pada sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIT kelompok
pro-otonomi, milisi dan aparat kepolisian kembali ke Desa Memo yang berjarak
15 Km dari Maliana Kota. Sudah bisa diduga apa yang terjadi kemudian.
Pertikaian antara warga dengan kelompok milisi yang dipimpin Ir Natalino
Monteiro (Pembantu Rektor III Universitas Timor Timur) itu mengakibatkan 4
orang warga sipil meninggal dunia seketika karena ditembak secara brutal
oleh polisi.
Mereka yang meninggal adalah Bernadino Cardoso, Paulino Lopes,
Alberto dan Raul dos Santos, sedangkan Veronica mengalami luka berat dan
kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maliana. Milisi juga membakar
22 rumah milik warga sipil dan dua buah traktor. Pada saat kejadian itu,
warga membakar 9 mobil dan satu sepeda motor milik kelompok pro-otonomi.
Menurut saksi mata, keempat korban yang meninggal itu sampai laporan ini
diketik mayatnya belum diketemukan.
Pada malam hari sekitar pukul 23.00 para milisi Dadurus Merah Putih
melakukan operasi di daerah Lahomea, sekitar 4 km dari Desa Memo. Mereka
melakukan teror dan intimidasi melalukan serangkaian tembakan. Hingga kini,
belum ada informasi tentang korban yang meninggal maupun yang terluka.
Menurut informasi dari warga Desa Memo yang diterima Yayasan HAK,
pagi ini (28/8) situasi di Desa Memo masih tegang karena akan ada serangan
dari milisi serta warga NTT yang berasal dari Desa Mekir dan Builalo. Antara
Desa Mekir dan Builalo dengan Desa Memo hanya dibatasi Sungai Malibaka.
Sejumlah warga NTT telah berkumpul di Sungai Malibaka. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html