Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 33/II/19-25 September 99
------------------------------

GAYA KOBOI TIM SUKSES HABIBIE

(POLITIK): Dengan senjata FN 45, mereka siap mendor siapa saja yang akan
mendongkel BJ Habibie.

Hati-hati dengan anggota Tim Sukses BJ Habibie, yang sekarang ini sedang
disorot rakyat karena terlibat terlalu jauh dalam urusan kenegaraan. Itulah
yang diingatkan sumber Xpos melihat makin telanjangnya keterlibatan pentolan
dan anggota Tim Sukses Presiden BJ Habibie dalam membersihkan skandal Bank
Bali (BB). "Mereka bisa emosi dan main tembak," ujar sumber tersebut. 

Soalnya, menurut sumber Xpos, seluruh anggota Tim Sukses BJ Habibie, kini
memegang sebuah senjata api jenis FM 45. "Pistol itu selalu dibawa ke
mana-mana oleh seluruh pentolan dan anggota Tim Sukses BJ Habibie. Termasuk
juga AA Baramuli, Ketua DPA. Yang berbahaya, Baramuli itu selalu berani
bersilat lidah dalam sebuah wawancara langsung yang disiarkan stasiun
televisi. Takutnya, dia emosi menanggapi, baik kepada lawan bicaranya maupun
si penelon. Bisa-bisa dia nembak sembarangan," tutur sumber Xpos tersebut. 

Sebagaimana kita tahu, tim yang dipimpin langsung oleh BJ Habibie sendiri
dengan pelaksana hariannya adiknya sendiri Fanny dan Timmy Habibie, ini
merupakan Tim Siluman, yang dianggap inkonstitusional oleh DPP Golkar.
Pengaturan dan urusan negara, begitu enteng di mata tim ini. Seolah-olah
pentolan dan anggota Tim Sukses ini orang-orang yang credible dalam mengurus
negara.

Tim ini beranggotakan AA Baramuli, Hariman Siregar, Marimutu Manimaren,
Setya Novanto, Tanri Abeng, dan Adi Sasono, Djoko S Tjandra. 

Sejak Hariman Siregar mengancam Kwik Kian Gie, akhir Agustus lalu, sambil
memperlihatkan pistolnya kepada wartawan senior Panda Nababan, kecurigaan
dan pertanyaan masyarakat terhadap ulah dan privilege anggota Tim Sukses BJ
Habibi ini sudah muncul. Soalnya, darimana dan atas izin siapa mantan
demonstran kasus Malari, menenteng-nenteng pistol untuk mengancam orang. 

Gaya koboi ini memang sudah diperlihatkan oleh para anggota Tim Sukses BJ
Habibie, paling tidak sejak BJ Habibie mendapat lotere menjadi Presiden RI
ketiga, 21 Mei 1998. Bukan hanya oleh Hariman Siregar saja, tetapi juga
lainnya, seperti Baramuli, Tanri Abeng, Setya Novanto dan Djoko Soegiarto
Tjandra dan lain-lainnya. Gaya dan ulahnya sok kuasa. 

Menurut sumber Xpos, Meilono Soewono, adik kandung Siswono Judohosudo, salah
seorang Ketua PDI-Perjuangan, pernah "diancam" pistol oleh AA Baramuli. Gaya
koboy itu sudah dipertontonkan secara demontsratif oleh AA Baramuli, tahun
lalu, seusai acara Wawancra Interaktif di sebuah stasiun televisi. 

Karena merasa terpojok dengan argumentasi yang dilontarkan Meilono Soewono,
seusai acara yang langsung disiarkan televisi tersebut, AA Baramuli secara
sengaja memperlihatkan pistolnya yang diletakkan di balik rompi jasnya.
"Pistol itu diletakkan di dekat ketiaknya," ujarnya. Baramuli mengancam
Meilono dengan kata-kata demikian, "Saya ini orangnya lugas saja. Baramuli
marah karena menganggap pernyataan Meilono dinilai sangat kurang ajar
terhadap BJ Habibie, junjungannya."

Baramuli yang sekarang ini lagi disorot karena terlibat kasus BB dan ikut
akan mendongkel Kepala BPPN Glenn Yusuf, dan juga ikut mempersipakan surat
bantahan palsu yang ditandatangi oleh Rudy Ramly, memang bisa sewaktu-waktu
mengeluarkan pistolnya. Menurut ajudannya Bambang, yang berkepala setengah
botak itu, Baramuli meskipun kelihatan ramah setiap kali diwawancara ataupun
dipojokkan, tetapi hatinya menyimpan dendam. 

"Dia itu orangnya baik, tapi kalau junjungannya (Habibie, red) dipojokkan
dia bisa semaput. Bisa-bisa orang yang menjelekkan junjungannya itu bisa
ditembak. Saya nggak pernah lihat pistolnya. Tapi, memang, Pak Baramuli itu
pernah cerita, katanya untuk mengamankan dirinya, ia harus seperti koboi di
Barat, yang selalu menyandang pistol," jelansya.  Ibarat dalam film koboi.
"Kalau tidak ditembak, ya harus bisa nembak dulu. Kan repot. Jadi, saya
harus mempersiapkan diri," ujar Bambang, menceritakan Baramuli.

Ulah Tim Sukses Habibie itu memang memuakan. Aturan negara, seperti soal
izin penggunaan senjata, tidak lagin dihormati. UU Darurat 1951, sudah
diinjak-injak. "Mereka merasa telah berjasa membantu Pak Habibie mencari
jalan soal negara, seperti Timtim dan kasus-kasus lainnya. Jadi, seenaknya." 

Jadi, mereka menuntut pistol sebagai imbalannya. Kabarnya, terhadap Kapolri
Jenderal (Pol) Roesmanhadi, Fanny hanya sekadar memberitahukan saja bahwa
anggota timnya sudah membawa sendiri-sendiri. Sedangkan izin tertulisnya,
sebetulnya tidak ada. 

Tampaknya, harus hati-hati terhadap anggota dan pentolan Tim Sukses BJ
Habibie ini. Barangkali suatu kali, karena dongkol ditanya wartawan,
Baramuli bisa juga mengangkat pistolnya dan menarik pelatuknya kepada
wartawan. Wartawan bisa di dor dan akhirnya modar. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke