Precedence: bulk


KOMITE PIMPINAN PUSAT PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (KPP-PRD)
Alamat: Jl.Jend. Basuki Rachmat No. 7B Cipinang Muara Jakarta Timur
Telp: 8561642/9113801, Fax.: 8561542, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PERNYATAAN SIKAP/PRESS RELEASE

TERHADAP TUDUHAN KAPOLDA METROJAYA MENGENAI "DALANG" DEMONTRASI MENENTANG
RUU PENGENDALIAN KEADAAN BAHAYA

Salam demokrasi !

Menanggapi pernyataan Kapolda Metrojaya bahwa beberapa tokoh diantaranya
adalah mantan Menteri Pertambangan dan Energi Soebroto, Ketua KPP-PRD Faisol
Reza, Seniman Ratna Sarumpaet dan beberapa tokoh lainnya sebagai "dalang"
penggerak demonstrasi mahasiswa menentang Rancangan Undang-Undang
Pengendalian Keadaan Bahaya (RUU PKB) yang berbuntut perlawanan massa rakyat
terhadap tentara yang telah bertindak brutal terhadap mahasiswa dan rakyat,
maka perlu kami jelaskan:

1. Adalah sepenuhnya BENAR bahwa Partai Rakyat Demokratik (PRD) terlibat
aktif dalam berbagai demontrasi baik di Jakarta maupun di kota-kota lain
untuk menentang pelaksanaan RUU tersebut. Sebab, dalam pandangan PRD, RUU
tersebut berbahaya bagi demokrasi, karena memberikan wewenang yang absolut
kepada tentara untuk bertindak apa saja. 

2. Namun perlu dipertegas lagi bahwa PRD bukan satu-satunya organisasi yang
menentang RUU ini, namun banyak organisasi dan massa rakyat yang melakukan
hal sama. Ini berarti bahwa penolakan RUU adalah sikap UMUM rakyat, baik itu
rakyat yang tergabung dalam berbagai macam organisasi mahasiswa, partai
politik, ormas, Ornop, tokoh-tokoh individual maupun massa rakyat yang tidak
terorganisir.

3. Maka dari itu, PRD menolak tuduhan sebagai "dalang" dalam aksi menetang
RUU PKB ini. Tuduhan "dalang" adalah retorika lama rejim/militer untuk
mencari kambing hitam. Dalam aksi tersebut tidak ada "dalang", "aktor
intelektual" atau yang lainnya. Aksi tersebut murni aspirasi umum (mayoritas
rakyat), yang sadar dan mengerti terhadap bahaya RUU PKB ini, tanpa perlu
"didalangi". Istilah "dalang", selain itu merupakan retorita usang, adalah
juga merupakan usaha memanipulasi agar terkesan seolah-olah aspirasi
menentang RUU PKB bukan aspirasi umum, namun hanya aspirasi segelintir orang
saja.

4. Oleh karena ini merupakan sikap umum mayoritas rakyat dan berbagai macam
organisasi, maka perlu juga kami serukan agar semua parpol, organisasi
mahasiswa, ormas, ornop, jurnalis, individu dan semua demokrat/reformis
untuk terus berjuang dan membela elemen lain yang dikambinghitamkan dalam
kasus ini. Pembelaan tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan kongkrit,
seperti melakukan pembelaan hukum, pernyataan sikap, demonstrasi dan menjaga
rumah/kantor orang-orang yang dikambinghitamkan tersebut untuk mencegah
berbagai teror yang akhir-akhir ini semakin gencar. Tindakan seperti ini
perlu dibudayakan untuk membedakan antara demokrat/reformis sejati dengan
demokrat/reformis palsu. Demokrat/reformis sejati tentunya selalu konsisten
dengan tuntutan perjuangan, sedangkan demokrat/reformis palsu mengkhianati
perjuangan jika mendapatkan resiko/ancaman dari penguasa. Sikap seperti ini
perlu dikembangkan untuk menjaga agar tuntutan yang telah menjadi aspirasi
umum tersebut tetap terjaga.

Sebagai penutup, kami peringatkan kepada pihak militer dan kepolisian, bahwa
rakyat kini sudah sadar bahwa sumber penderitaan mereka antara lain
kekerasan yang dilakukan oleh militer salama ini. Sehingga, tuduhan-tuduhan
semacam ini tidak akan efektif untuk memanipulasi kesadaran rakyat.
Sehingga, sia-sia saja.

Demikian pernyataan sikap dan penjelasan kami, semoga dapat dipahami.

Terus berjuang bersama-sama, pantang mundur!
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan !

Jakarta, 25 September 1999

Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik,

Ttd.

Ida Nasim Mh.
Sekretaris Jendral

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke