Precedence: bulk SERUAN BERKABUNG NASIONAL Dua puluh empat September 1999, kembali rakyat menjadi korban untuk perubahan, untuk menolak kekerasan dan kekuasaan militer. Dan sekali lagi rakyat miskin kota dituduh sebagai "preman". Rakyat tetap dianggap sebagai massa liar yang ditunggangi, seakan-akan kami adalah rakyat yang bodoh dan buta politik selamanya. Telah lebih dari 400 tahun rakyat diperlakukan begini, sejak penjajah kolonial menduduki tanah ini. Sampai kini, rakyat miskin masih tetap dikriminalkan, direndahkan, dipecah-belah, diadu-domba, dipinggirkan dari seluruh gerak politik di negeri sendiri. Salim, Zaenal, Dany, Fadli, yang telah gugur dalam peristiwa 24 September lalu, tak ada prosesi untuk nyawa yang telah kalian korbankan. Tak ada penghormatan. Tak ada "pesta kebun" di istana. Juga untuk mereka yang hilang, yang hingga kini belum ditemukan. Elit di negeri ini, serta saudara - saudara para calon presiden tak menyatakan apa-apa untuk nyawa kalian. Nyawa rakyat dalam jumlah yang lebih besar lagi dikorbankan di Aceh, Ambon dan kawasan ndonesia lain, juga Timor Leste. Untuk semua itu kami menyerukan "Minggu Berkabung Nasional" dengan cara mengibarkan bendera setengah tiang dari hari Senin sampai Sabtu, 27 September - 2 Oktober 1999. Kepedulian dan peran aktif kita semua akan menyumbang kepada terwujudnya Indonesia yang lebih adil dan demokratis. Jakarta, 26 September 1999 Jaringan Rakyat Miskin Kota -- UPC ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
