Precedence: bulk PERNYATAAN SIKAP BERSAMA LSM ACEH TENTANG TEROR-TEROR TERHADAP SOLIDARITAS MAHASISWA UNTUK RAKYAT (SMUR) Setelah wilayah Aceh di obok-obok dengan berbagai teror dan pembantaian warga sipil, kini skenerio politik kotor mulai di arahkan kepada kelompok aksi mahasiswa yang sebelumnya gencar memperjuangkan dan mengungkap tindakan brutalitas militer terhadap rakyat. Apa yang dialami SMUR, dengan tuduhan menerima dana dari luar negeri yang di sebut mendompleng nama GAM, serta punya kaitan dan misi dengan PRD dan FORKOT, semakin menguatkan dugaan bahwa skenerio baru sedang di alihkan kepada bufer aksi mahasiswa--setelah skenerio itu tidak mampan dilakukan terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat. Dibidiknya SMUR tidaklah merupakan suatu keheranan, kerena protes dan perlawanan damai yang disuarakan kelompok ini cendrung membuat militer dan juga pemerintah gerah. Dalam teorinya kelompok-kelompok seperti ini sangat lazim di ancam, di rekayasa, di tuding dengan suatu hal yang memang tidak pernah dilakukannya. Untuk membaca apa yang di lakukan kepada SMUR, bukan sesuatu hal yang sulit, Karena teror-teror seperti ini lazim di gunakan negara atau kelompok-kelompok pro status Quo. setelah tidak mempan mempengaruhi ke khalayak dan menakuti sebagai "Musuh Nagara" yang pernah di alamatkan ke Sekjennya, serta ancaman pembunuhan melalui selebaran gelap, kini skenerio di ubah dengan mengiring opini publik, khususnya kepada kelompok mahasiswa lain, seolah-olah SMUR di danai pihak tertentu dalam menjalankan aksi-aksinya. Untuk apa? kalau bukan untuk di jadikan sasaran "tembak" agar SMUR di jauhi dan tidak di percayakan kelompok mahasiswa lain serta simpatisannya. Bahkan terbuka arah di jadikan isu komflik horizontal, dengan sasaran lebih dahulu mahasiswa dengan mahasiswa. Untuk memperkuatnya skenerio tersebut, yang anehnya lagi, di perkuat pula dengan statement yang seolah-olah dari GAM, seperti yang dilakukan T Hamzah dengan mengakui dirinya GAM wilayah Banda Aceh. Padahal untuk Aceh sekarang ini, siapa saja bisa menelpon kemedia massa dengan menyebut dirinya GAM, lengkap dengan pengkatnya yang di mauinya. Apalagi, nama T Hamzah adalah nama baru, yang sangat asing terdengar dan tidak pernah masuk dalam bursa nama atau juru bicara GAM di massa. Jadi, sangat aneh bila kemudian secara mengejutkan ada pihak yang mengakui GAM dan dan bicara di madia massa dengan langsung memperkuat bunyi selebaran gelap yang di untukkan ke SMUR. Bahkan memperingatkan SMUR, serta menyuruh kelompok SMUR minta maaf segala di koran. Padahal, bagi yang mengenai SMUR meski hanya sekilaspun sangat paham bahwa yang di punyai kelompok ini hanyalah militansi dan komitmen menjunjung tinggi HAM dan memperjuangkan aspiri dari keinginan rakyat, Lain tidak, apalagi dana yang khabarkan ratusan juta. Yang kami lihat pada SMUR dan kelompok aksi mahasiswa lainnya semangat menyuarakan derita dan nestapa Aceh, akibat negara terus mengabaikan hak-hak asasi manusia, dan memaksa konsep-konsep yang tidak seaspiratis dengan rakyat. Sama seperti bufer aksi manusia lainnya, yang eksis dalam menyikapi persoalan rakyat rakyat Aceh. Bukan tak mungkin skenerio baru lainnya sedang di persiapkan dan di jadikan sasaran tembak ke-kelompok lainnya yang menyuarakan kondisi dan aspirasi rakyat yang sebernarnya. Waspadalah wahai rakyat Aceh. Banda Aceh, 23 September 1999. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yang ikut menandatangani Tertanda : Maimun Fidar Koordinator Koalisi NGO HAM J.Halim Bangun Yayasan Anak Bangsa Abdurrahman Yacub Board Yayasan Buruh Merdeka Azwar Nurdin Advokasi Forum LSM Aceh Evi Narti Zain Koordinator Forum Perempuan Aceh Sugito T Thasan Lembaga Imfomasi Masyarakat Independen Dalam Konfrensi Pers. Yang di hadir oleh kelompok Aksi Mahasiswa, 1. Koalisi Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (KARMA) 2. Front Aksi Reformasi Mahasiswa Islam Daerah Istimewa Aceh (FARMIDIA) 3. Mafia 4. KAMMI 5. Forum AIKDA 6. F-KAMA 7. Solidaritas Pelajar Untuk Rakyat (SPUR) 8. Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara.(KMPAN) 9. Rabithah Thaliban. 10. Solidaritas Mahasiswi Islam Peduli Aceh (SMIPA) Juga di hadiri dari Utusan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yaitu juru penerangan GAM Wilayah Pase dan Angkatan Perang Aceh Merdeka Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar mereka yang di eakili oleh Tgk. Sarifuddin mengatakan kedatangannya untuk mengklarifikasi berita yang di muat harian Serambi Indonesia, manurutnya, pihak GAM tidak pernah membuat stetmen seperti yang di muat di harian serambi yang berisi mengancam SMUR dan meminta SMUR untuk minta maaf di surat khabar selama tiga hari karena sudah menggunakan nama GAM untuk mencari dana. AGAM sudah mengkonfirmasi pada panglima Wilaya Aceh Besar itu tidak benar, itu propokasi para militer untuk mengadu domba antara GAM dengan SMUR dan Mahasiswa. Beliau juga mengatakan, hal itu juga bertujuan untuk memecah balahkan rakyat Aceh yang hari ini sudah bersatu hati. Sementara para Mahasiswa dalam analisisnya yang di bacakan oleh Daniel dari KMPAN, Militer saat ini sedang mengalami penyakit jiwa yang cukup parah yaitu jauh dari rakyat dan dirinya sendiri. Untuk itu mereka malakukan upaya-upaya untuk mencitrakan siapapun yang tidak sepakat dengan nya dengan lebel seperti Komunis, Islam kanan dan lain-lain, sehingga mendapat justifikasi untuk di habisi dan dapat mengembalikan kepercayaan dari masyarakat. Oleh sebab itu mereka menghibau kapada masyarakat, jangan mudah terpropokasi isu-isu yang dapat mengakibatkan terjadi konflik horizontal serta isu-isu komunisme dan islam fundamental yang di gunakan militer untuk menghancurkan gerakan rakyat demokrasi ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
