Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 35/II/10-16 Oktober 99 ------------------------------ DAGELAN (LUGAS): Aneh tapi nyata: popularitasnya sudah menurun, tapi Habibie dan para pendukungnya amat yakin pidato pertanggungjawabannya bakal diterima oleh MPR. "Pak Habibie amat yakin dengan itu," ujar sebuah sumber yang dikutip The Jakarta Post. Hampir semua orang di negeri ini, mungkin sudah tahu bahwa skandal Bank Bali yang menghebohkan itu ada hubungannya dengan Habibie. Ia merupakan bagian dari komplotan yang meraup dana milik Bank Bali secara tidak etis, demi kepentingan politiknya. Jelasnya, ia tidak bersih dari KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Namun, anehnya lagi, pendukungnya akan mengklaim bahwa Habibie sukses membangun perekonomian Indonesia -sekaligus, kampanye bagi pencalonan dirinya sebagai presiden mendatang. Hal ini terungkap setelah diadakannya pertemuan kabinet selama 6 jam di Bina Graha untuk membahas pidato pertanggungjawaban Habibie. Yang justru bakal ditonjolkan adalah "suksesnya" mencegah hiperinflasi, serta memerangi KKN! Tanpa memberi kredit pada lembaga-lembaga donor dunia, seperti IMF dan Bank Dunia -yang kini sudah tak percaya pada Habibie. Janji untuk menyelesaikan masalah KKN, termasuk memenuhi tuntutan mahasiswa untuk mengadili mantan presiden Soeharto, tak bisa terpenuhi, namun ia tetap percaya diri. Sekali lagi, aneh. Apa yang membuatnya begitu yakin, makin jelas terungkap menjelang pemilihan presiden baru dalam Sidang Umum MPR kali ini. Isu politik uang untuk membeli suara, ternyata bukan isapan jempol. Seorang anggota DPR, mengaku ditawarkan duit sekoper penuh yang ia bahkan tak tahu berapa nilainya. Milyaran rupiah bakal berada di tangannya, asal suaranya untuk Habibie. Celakanya, beberapa anggota MPR dikabarkan telah menerima suapan itu. Konon, beberapa petinggi partai yang mengaku reformis pun, ada yang sudah mengambil 'jatah'. Sebagian dari mereka bilang, "tak apa ambil uangnya, tapi tak harus itu pilihannya." Betapa tak bermoralnya! Itu (mungkin) sebabnya, Habibie begitu yakin pertanggungjawabannya bakal 'mulus'. Ia agaknya juga yakin bisa kembali berkuasa. Kalau itu benar-benar terjadi, perdebatan sengit yang sempat menimbulkan optimisme bagi masa depan demokrasi di Indonesia, dalam SU-MPR ini, tak lain cuma dagelan belaka. Ini sungguh tak bisa dibiarkan. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
