Precedence: bulk


SOAL DANA MILYARAN, PARA KADER GOLKAR DAN PPP PROTES

        JAKARTA, (SiaR, 17/11/99). Kebohongan Ketua Golkar Akbar Tanjung
dalam mencari-cari alasan perolehan dana 15 milyar mendapat reaksi keras
dari sejumlah fungsionarisnya. Begitu pula sejumlah fungsionaris PPP
menyangkal telah menyumbang dana ke partai masing-masing Rp 15 juta, seperti
yang diungkapkan Hamzah Haz.
        
        Muchyar Yara, salah seorang fungsionaris DPP Golkar menyatakan bahwa Akbar
Tanjung berbohong soal pinjaman Rp 15 miliar dari Manimaren. Wakil Sekjen
Golkar ini kepada wartawan mengatakan bahwa sepanjang sepengetauannya, dalam
rapat DPP Golkar tidak pernah disinggung dana Rp 15 milyar tersebut. Baik
dari mana didapat dan bagaimana cara pengembaliannya.
        
        Namun Akbar Tanjung menyangkal pernyataan Muchyar tersebut. "Sebab itu ada
dalam masalah khusus dan sudah ditangani oleh tim yang menyampaikan
laporannya pada saya," ujar Akbar. 
        
        Menurut Akbar, Golkar sudah memberitahu soal peminjaman Rp 15 miliar itu
kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan KPU sudah menerimanya.

        Informasi yang diperoleh dari KPU mengungkapkan bahwa laporan
keuangan Golkar terutama tentang dana 15 milyar sangat tidak masuk akal.
Mereka tidak mencantumkan dari mana asal pinjaman dan apa saja yang
dijadikan jaminan untuk bisa meminjam dana sebesar itu. "Tidak ada lembaga
keuangan mana pun yang mau memberikan dana sebesar itu tanpa jaminan. Apa
lagi dalam masa sulit seperti waktu itu," kata sumber SiaR.
        
        Sementara itu Sekjen DPP PPP Ali Marwan Hanan mengakui partainya telah
menerima dana dari satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, sehingga
dalam pembukuan mengatasnamakan kader-kader partai. Pernyataan Marwan
tersebut merupakan reaksi atas "protes" kader-kader partai yang namanya
dicantumkan sebagai penyumbang partai. 

        Protes para kader PPP tersebut merupakan reaksi atas hasil audit akuntan
publik yang menyebutkan dana kampanye PPP sebesar Rp 14 miliar dikumpulkan
dari anggotanya. Namun mereka yang disebutkan sebagai penyumbang itu
melancarkan protes karena tidak pernah menyumbang untuk partai dengan jumlah
yang cukup besar tersebut. Salah satu yang bersuara keras tentang hal itu
adalah Zarkasih Nur. 
        
        "Ini ada indikasi tidak benar. Hamzah harus bertanggungjawab dari mana dana
14 milyar tersebut," ujar mereka. Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz sendiri
konon sudah mengakui dari mana dana milyaran itu diperoleh. Namun ia
mengingatkan kader-kader PPP agar proporsional dalam memberikan kritik untuk
DPP. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke