Dh,
Begini menurut kami: Sebenarnya perlu dilakukan suatu kajian dari sisi ilmu
antropologi kebudayaan, mengenai korelitas antara silat dengan
kanuragan/mistis...kita tidak bisa memukul rata bahwa ritual2 yang dilakukan
dalam aliran silat tertentu itu adalah suatu praktek2 yang tidak memiliki nilai
budaya atau tidak sesuai dengan nilai2 agama.
Perlu kita sadari bersama bahwa salah satu ciri budaya bangsa Asia khususnya
bangsa Indonesia, adalah dalam menerangkan/menterjemahkan sesuatu terkadang
menggunakan simbol/ungkapan2 (bukti kehalusan budi dan kerendahan hati bangsa
timur).
Sebagai contoh: dalam aliran sabeni untuk murid2 yang menggunakan pakem
tradisional ada syarat2 sebagai berikut:
1. pisau/golok = simbol ketajaman/kemantapan dari ilmu yang dipelajarinya;
2. telur ayam kampung = simbol bahwa seorang murid dalam belajar
diibaratkan seorang calon bayi yang didalam perut ibunya yang bila sudah
saatnya akah lahir menjadi manusia yg hakiki/murid yang sudah lulus);
3. kain kafan putih = simbol bagaimanapun hebatnya seseorang dia harus
ingat bahwa dia lahir tidak membawa apa2 dan suatu saat dia akan menghadap sang
Maha Kuasa-kita harus rendah hati/tidak sombong;
4. kembang 7 rupa = simbol sebagai seorang murid aliran Sabeni, harus mampu
mengharumkan nama aliran/perguruan setiap hari (7 hari) dengan mengamalkan ilmu
yang dimiliki untuk membantu orang2 yang tertindas dan menyadarkan orang yg
salah ;
5. minyak wangi = simbol seorang Sabeni bukan hanya harum nama alirannya
tetapi juga harum namanya secara pribadi karena budi pekerti yang mulia dan
kerendahan hati.
Contoh tadi bisa dijadikan sebagai pedoman, bahwa syarat2 tadi hanya sebagai
simbol bukan sebagai suatu hal yang metafisis/mistik..hal ini yang harus kita
dalami lebih lanjut.
Begitu rekan2 semoga membuka wawasan.
Eko Hadi S
Legal
PT. TEMPO INTI MEDIA Tbk
Telp: 021-536-0409, Ext.138
----- Original Message -----
From: Kiki Rizki
To: [email protected]
Sent: Monday, January 22, 2007 10:24 AM
Subject: Re: [Bulk] Re: [silatbogor] Kisah pendek dari pelosok Banten
ass wr wbr,
ada beberapa hal yang memang mau tidak mau jadi dekat sekali dengan faktor
budaya dalam mempelajari silat. yang paling sederhana adalah ujian
penerimaan atau kenaikan tingkat pada suatu aliran silat atau perguruan.
seperti tawasulan atau apapun namanya yang mengharuskan para calon murid
atau murid yang akan mengikuti kenaikan tingkat mengikuti ritual ritual
tertentu yang kadang berbau mistis dan tidak masuk logika. seperti membawa
ayam cemani, lisong dan lain sebagainya yang tidak ada hubungannya dengan
teknik silat yang di pelajari.
ini memang bagi sebagian kalangan di anggap sebagai hal yang musrik namun
kegiatan ini pulalah yang menjadi daya tarik bagi bangsa lain mempelajari
ilmu silat ini.
lalu apakah dengan alasan agar jangan sampai di bilang kampungan dan ndeso
kemudian silat di ambil teknik silatnya saja tanpa mengambil nilai nilai
budaya yang terbawa didalam silat? mungkin seperti halnya kita bercita cita
di forum ini untuk melestarikan silat tradisional maka semestinya tradisinya
pun kita perlu ikut lestarikan ternasuk ritual dan kebiasaan yang ada
didalam silat tradisional.
Guru silat saya waktu SMA ketika dulu sempat belajar silat di banten dan
pada level terakhir beliau di tawari ilmu RAWE RONTEK yang dapat di pelajari
dengan mengikuti beberapa syarat diantaranya adalah mengambil kain kafan
orang yang meninggal hari selasa keliwon, dan kain kafan ini harus diambil
sendiri dengan menggali kuburan yang baru meninggal tersebut pada tengah
malam setelah di kuburkan. meski pada akhirnya beliau tidak bersedia
melakukannya tetapi ilmu seperti ini didapat juga ketika beliau belajar
silat.
jadi antara silat sebagai beladiri teknik dan kanuragan sebagai bagian dari
ilmu beladiri tidak bisa dipisahkan termasuk ritual ritual didalamnya bahkan
jimat, isim, keris batu akik dan lain sebagainya.
ini yang membuat pencak silat kita mempunyai eksotisme sendiri dibandingkan
beladiri bangsa lain....
CMIIW
KN
On 1/22/07, Eko Hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dh,
>
> Intinya: kenapa bangsa kita suka menggunakan hal-hal tersebut, adalah
> karena faktor sosiologis bangsa kita, yang terlalu rendah diri dan merasa
> sebagai bangsa kelas dua, ditambah lagi faktor budaya bangsa kita yang
dekat
> lebih dekat ke alam agraris daripada ke alam kebudayaan tinggi (contoh:
Cina
> dsb) sehingga untuk memperkuat kepercayaan diri mereka, mereka menyakini
> bahkan memuja hal-hal yang bersifat metafisis.
>
> Padahal berdasarkan penemuan arkeologis kebudayaan akhir2 ini, bangsa kita
> memiliki seni dan budaya aseli yang tidak kalah dengan negara lain.....
>
> Tugas kitalah generasi penerus, untuk membantu para sesepuh memunculkan
> kemurnian teknik Pencak Silat Indonesia, dengan melakukan kajian dan
> penelitian yang mendalam atas teknik2 tersebut yang lalu kita
dokumentasikan
> dan publikasikan untuk mencoba merubah cara pandang generasi muda atas
> budaya Silat Indonesia.
>
> Pemurnian tersebut butuh waktu dan hanya bisa dilakukan secara bertahap.
>
> Hk
>
> Eko Hadi S
> Legal
> PT. TEMPO INTI MEDIA Tbk
> Telp: 021-536-0409, Ext.138
>
> ----- Original Message -----
> From: habbibi ryu
> To: [email protected] <silatbogor%40yahoogroups.com>
> Sent: Monday, January 22, 2007 12:15 AM
> Subject: Re: [Bulk] Re: [silatbogor] Kisah pendek dari pelosok Banten
>
> musrik dan sirik kan buat orang Islam yang taat.
>
> Kalo misalnya agama beda ya mau gimana lagi. :)
>
> Before you find your handsome prince, you have to kiss a lot of frog
>
> ----- Original Message ----
> From: Mansea <[EMAIL PROTECTED] <lihatlaut%40yahoo.co.id>>
> To: [email protected] <silatbogor%40yahoogroups.com>
> Sent: Sunday, January 21, 2007 2:59:31 PM
> Subject: Re: [Bulk] Re: [silatbogor] Kisah pendek dari pelosok Banten
>
> Memang cukup menarik dgn pencak silat, krn selalu dikaitkan dengan agama,
> padahal jelas sekali silat bukanlah sebuah ritual agama, silat adalah
bagian
> sebuah ilmu (kauragan), sehingga bisa dikatakan bukanlah aliran
kepercayaan
> apalagi agama.
>
> Agama apapun hadir dibuka bumi ini membawa aturan2 yang harus ditaati oleh
> penganutnya dan disinilah seorang pesilat yang beragama akan mentaati
aturan
> agama yang anutnya, sehingga mereka berhak mengatakan ini baik dan itu
> buruk, sebagai contoh di agama Islam yang melarang penganutnya untuk
berbuat
> syrik karena ditakutkan niat yang awalnya lurus jadi belok2 karena ada
> pengaruh dari tujuan yang ingin dicapainya, misalnya ritual yang tidak
> mengESAkan Tuhannya. atau melalui jalan2 yang tidak dibenarkan. memang
bila
> dilihat dari Egoisme penganut kesaktian tertentu akan berkilah dan
berdalih
> untuk pembelaan dirinya ataupun kelompoknya, lagi pula kesaktian tidak
akan
> pernah abadi, contohnya bekas atlit yang masa mudanya sukses apakah
> sepanjang hidupnya akan mampu bertahan hingga usia tua? jawabnnya tidak
krn
> itulah sesuatu itu tidak abadi, seperti halnya dalam pencak silat ini,
namun
> biarlah.
>
> sehingga saya tidak setuju bila aliran kepercayaan di jaman dahulu di
> kaitkan dengan agama yang berkembang saat ini tentunya akan berbeda
> pembahasannya dan tidak akan pernah menemukan titik temu diantara
keduanya.
> bukannya ingin berdakwah namun kita juga harus melihat realitas saat ini
> dimana silat selalu dikaitkan hal2 seperti ini, seolah hanya satu jalan
> menuju sebuah keilmuan yang bernama silat harus melalui ritual2 yang
kadang2
> atau bahkan membuat pesilat menjadi serba salah.
>
> Padahal yang dibutuhkan saat ini adalah mengali silat dari sisi yang bisa
> dikembangkan sebagai olehraga beladiri yang mampu bersaing dengan beladiri
> impor, di Luar negeripun tanpa upacara ritual2lan mereka eksis dan cukup
> digemari bahkan agama apapun menerimanya, tentunya krn masih murni
beladiri
> yangtidak disertai embel2 budaya leluhur.
>
> Lanjut maaaang...:)
>
> ----- Original Message -----
>
> From: O'ong Maryono
>
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
>
> Sent: Sunday, January 21, 2007 9:03 AM
>
> Subject: [Bulk] Re: [silatbogor] Kisah pendek dari pelosok Banten
>
> Dear Andika
>
> Menarik ceriteranya , ilmu itu kan diangap musyrik bagi orang muslim ,
> bagaimana menurut orang menjalankan ilmu tsb, adakah anda sudah
menanyakan ?
>
> Trims
>
> O'ong Maryono
>
> Andika Priyandana <[EMAIL PROTECTED] co.uk> wrote:
>
> Hari MInggu lalu sampai dengan Jumat kemarin Ibu saya baru saja ada tugas
> di Bayah, Provinsi Banten. Dalam perjalanan ke dusun2 yang ada di sekitar
> wilayah tersebut Ibu saya sempat bertemu dengan beberapa jawara yang
> menguasai wilayah tersebut. Di wilayah Bayah Timur Ibu saya mengunjungi
> sebuah gua. Di dalam gua tersebut terdapat empat orang sedang bersemadi.
> Berdasarkan penuturan warga sekitar, biasanya jika ada orang yang ingin
> mendapatkan kesaktian selalu bersemadi di gua tersebut. Gua tersebut
kadang
> juga digunakan oleh orang2 yang ingin mencari kekayaan.
>
> Cerita ini sebenarnya masih panjang, hanya saja jika saya teruskan tidak
> akan ada kaitannya dengan pertanyaan (atau kesimpulan?) yang akan saya
> ajukan. Mungkin memang benar apa yang ditulis oleh Habibi atau beberapa
> teman yang lain bahwa memang olah ilmu kanuragan Indonesia zaman baheula
> memang tidak bisa dipisahkan dari yang namanya semadi,tirakat, dan hal
> sejenisnya. Lagipula jika merunut sesepuh keluarga saya. Aki saya dari
pihak
> ayah terkenal mempunyai ilmu kanuragan yang dilengkapi dengan "sesuatu".
> Sedangkan jika merunut leluhur dari pihak Ibu, terkenal memiliki simpanan
> ilmu Maung Siliwangi. Ilmu2 tersebut baru dianggap aneh, syirik, musyrik,
> dll setelah Islam masuk...
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
>
> Copy addresses and emails from any email account to Yahoo! Mail - quick,
> easy and free. http://uk.docs. yahoo.com/ trueswitch2. html
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> Jembatan Silaturahmi Pesilat Indonesia
>
> http://www.silatind onesia.com (Situs Utama)
>
> http://www.silatind onesia.com/ pustaka/ (Archive Milis)
>
> http://www.silatind onesia.com/ forum/ (Webforum)
>
> http://silatbogor. multiply. com (Blog Foto)
>
> http://silat. 4-all.org (Milis)
>
> KOMUNITAS PENCAK SILAT INDONESIA
>
> ------------ --------- --------- --------- ------
>
> SilatBOGOR The Begining Of Global ORientation
>
> Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional
>
> ------------ --------- --------- --------- ------
>
> Yahoo! Groups Links
>
> O'ong Maryono
>
> 73 Soi Thonglor 19, Khlongtan-Nua, Wattana,
>
> Bangkok 10110
>
> Thailand.
>
> Mobile Phone: +6641058853
>
> E-mail:[EMAIL PROTECTED] com
>
> www.kpsnusantara. com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99%
> arial,helvetica,clean,sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family:Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;
> }
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family:Arial;
> clear:both;
> }
> #ygrp-vitnav{
> padding-top:10px;
> font-family:Verdana;
> font-size:77%;
> margin:0;
> }
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;
> }
> #ygrp-actbar{
> clear:both;
> margin:25px 0;
> white-space:nowrap;
> color:#666;
> text-align:right;
> }
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;
> white-space:nowrap;
> }
> .bld{font-weight:bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family:Verdana;
> font-size:77%;
> padding:15px 0;
> }
> #ygrp-ft{
> font-family:verdana;
> font-size:77%;
> border-top:1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom:10px;
> }
>
> #ygrp-vital{
> background-color:#e0ecee;
> margin-bottom:20px;
> padding:2px 0 8px 8px;
> }
> #ygrp-vital #vithd{
> font-size:77%;
> font-family:Verdana;
> font-weight:bold;
> color:#333;
> text-transform:uppercase;
> }
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;
> margin:2px 0;
> }
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type:none;
> clear:both;
> border:1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
> font-weight:bold;
> color:#ff7900;
> float:right;
> width:2em;
> text-align:right;
> padding-right:.5em;
> }
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight:bold;
> }
> #ygrp-vital a {
> text-decoration:none;
> }
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration:underline;
> }
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;
> font-size:77%;
> }
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;
> background-color:#e0ecee;
> margin-bottom:20px;
> }
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;
> margin:0;
> }
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type:square;
> padding:6px 0;
> font-size:77%;
> }
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration:none;
> font-size:130%;
> }
> #ygrp-sponsor #nc {
> background-color:#eee;
> margin-bottom:20px;
> padding:0 8px;
> }
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;
> }
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
> font-family:Arial;
> font-weight:bold;
> color:#628c2a;
> font-size:100%;
> line-height:122%;
> }
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration:none;
> }
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration:underline;
> }
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;
> }
> o {font-size:0;}
> .MsoNormal {
> margin:0 0 0 0;
> }
> #ygrp-text tt{
> font-size:120%;
> }
> blockquote{margin:0 0 0 4px;}
> .replbq {margin:4;}
> -->
>
> __________________________________________________________
> No need to miss a message. Get email on-the-go
> with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
> http://mobile.yahoo.com/mail
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]