salam pencak silat, mungkin saat ini silat minang sudah mulai terbuka, tapi saya yakin seterbuka-terbukanya silat minang pasti masih banyak yang ditutupi, hal itu merupakan seperti perjanjian tidak tertulis disetiap daerah, baik silat dari betawi, jawa barat, jawa tengah dan daerah lainnya, karena saya mengalami beberapa diskusi dengan beberapa guru silat, yah seperti itulah adanya. dan seperti kata mas oong, tergantung pinter2nya kita aja mengorek informasi dari sang guru....
At 14-02-2007 16:50 +0000, you wrote: >Biar rame, ikutan nambahin ah...... > >Ki Sawung, mau nanya nih. Sewaktu jalan2 ke ranah minang kampuang nan >jauah dimato itu (sorry pesen sponsor, ambo urang awak sih hehe...), >sabandar yg disana apa tenaga dalam atau silat fisik biasa? Seingat >saya, sewaktu saya dan bbrp teman dari FP2STI survey wisata silat ke >Cianjur, kami bertemu dg pak Memed yg diperkenalkan sebagai orang dari >maenpo sabandar, dmn menurut beliau, tidak diajarkan tenaga dalam. >Saya agak lupa2 ingat apa hasil pembicaraan waktu itu, yg aktif nanya >kalo gak salah kang Kiki deh. > >Terus mengenai cerita bahwa Moh. Kosim terusir dari kampungnya karena >mengajarkan silek pusako ke orang kebanyakan, kok rasanya kurang >tepat. Sepengetahuan saya, silek minang itu sangat terbuka, siapapun >boleh belajar dan tidak ada yg cuma sbg silat keluarga. Ada yg kasih >komentar ttg hal ini? Ane dari Bukitinggi, bisa aja Pagaruyung beda >krn disitulah dulu pusat kerajaan Minangkabau berada. > ><mailto:silatindonesia%40yahoogroups.com>[email protected], >"Kiki Rizki" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > wah mas habibi ini, mode kompornya lagi on ya :) > > > > yuk kita bahas sabandar aja yuk biar buat acara wisata silat nanti >ada bahan > > buat diskusi disana. > > > > mulai sejarahnya (boleh copy paste dari kaskus thread maenpo) trus >perinsip > > jurusnya sampai perkembangannya dari yang 5 jurus sampai ada yang 24 >jurus. > > > > di forum diskusi sudah sempat dibahas sama kisawung tentang >persilatan jurus > > lima ini, nah engak ada salahnya kalau di bahas disini biar rame >termasuk > > silsilahnya biar pengetahuan kita semua bisa di update. > > > > supaya engak ketuker dengan topik lain di subject mailnya saya kasih tag > > [Diskusi]. sekalian pemanasan sebelum acara wisata silat nanti. >setelah ini > > kita diskusikan juga cikalong dan cikaret. > > > > Oke engak nih? > > > > saya mulai deh ini saya cuplik dari kaskus yang di terbitkan kembali di > > forum diskusi silat indonesia oleh kisawung, kisawung atau bung habibi > > silahkan menambahkan (maap kalau saya lancang copy paste disini biar >rame ya > > :)) > > >---------------------------------------------------------- > > SEJARAH PERSILATAN JURUS LIMA > > > > Persilatan Jurus Lima atau yg biasa dikenal dengan Jurus Syahbandar >dikenal > > dengan beberapa nama antara lain; Langkah Empat(langkah ampek), >Jalan lima, > > Gerak Anu Opat Kalima Pancer, Gerak Sabandar, Gerak Asror, Gerak Panca > > Tunggal,dll. > > Dahulu dikenal sebagai kepandaian atau kelihaian dari Moh. Kosim Ama > > Sabandar , berasal dari Pagaruyung Sumatra Barat. > > > > Sementara itu menurut penyelidikanku secara langsung ke Bukit > > Tinggi-Padangpanjang-Batusangkar, yg mana dalam hal ini aku sangat >dibantu > > sekali oleh Bpk.Drs.Mid Djamal > > (Dosen ASKI Padangpanjang) . Aku mendapatkan banyak keterangan yang >menarik > > tentang aliran2 silat/pentjak Minangkabau. Berhubung Beliau adalah jg > > penulis dari sebuah buku yang berjudul "Aliran2 Silat Minangkabau". > > > > Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga >dalam, > > beliau menyebutnya lebih tepat dengan istilah tenaga batin. Di >Minang metode > > tersebut dikenal dengan nama Ilmu Gayung. Ilmu Gayung ada dua jenis >yaitu > > Gayung Lahir dan Gayung Batin (gayung bersambut dan gayung tak >bersambut ). > > > > Silat Minang itu dirangkum dari "4 aliran" : > > - Silat Harimau Campo, yg berasal dari Champa > > - Silat Kucieng Siam, yg berasal dari Siam > > - Silat Kambieng Utan, yg berasal dari Bhutan > > - Silat Anjueng Mualiem , yg berasal dari Persia. > > > > Yang kemudian oleh Nini Datuk Suri Dirajo dipoles dan disempurnakan >menjadi > > Silek Tuo pada sekitar tahun 1190 M. > > > > RIWAYAT HIDUP MOH.KOSIM AMA SABANDAR > > > > Dilahirkan pada tahun 1766 di Pagaruyung (Minangkabau Timur), >meninggal pada > > tahun 1880 dimakamkan di Wanayasa, Purwakarta, Jawa-Barat. Berarti >umurnya > > mencapai 114 thn. > > > > Menurut keterangan dari Bpk.Letkol Ckh. Abdur Rauf,SH ( Sesepuh Pusaka > > Paguron Cikalong / PPC / Cianjur) Beliau pernah mendengar keterangan >dari > > para Sesepuh Cikalong terdahulu bahwasanya Moh Kosim itu diusir dari > > Pagaruyung karena mengajarkan Silat Pusako kepada orang kebanyakan / > > masyarakat awam yg bukan Bangsawan atau keluarga kerajaan. > > > > Diceritakan pula pada masa itu, beliau Moh Kosim adalah seorang pemuda > > bangsawan > > Yang punya kegemaran berlomba perahu dengan orang kebanyakan, >pergaulannya > > sehari-hari sangat dekat dengan masyarakat bawah. > > Apalgi masa itu banyak terjadi ketidak adilan dan kesemena-menaan yg > > dilakukan oknum2 penguasa kerajaan terhadap rakyatnya. > > Sehingga atas dasar itulah mengapa seorang pemuda bangsawan kerajaan, > > menjadi terketuk hatinya untuk mengajarkan pusako pentjak, yang menjadi > > symbol kebanggaan yg sangat diimpi2kan setiap pemuda minang. Sehingga > > semakin ramailah para pemuda minang yang belajar pentjak, dan hal ini > > kemudian menjadi santer terdengar pihak oknum2 kerajaan yg menjadi >terganggu > > dan merasa khawatir terancam secara tak langsung, karena mulai >menyebabkan > > perlawanan secara tak langsung dari masyarakat. > > > > Kemudian akhirnya terjadi perselisihan paham antara Moh Kosim dengan > > keluarganya yaitu mengenai masalah "peraturan pentjak". Moh Kosim >dianggap > > keluarganya telah menyalahi peraturan, karena tak boleh mengajarkan >pusako > > kepada orang kebanyakan. > > Dan karenanya ( juga akibat fitnah dan gosokan dari oknum penguasa ) > > diambillah keputusan hukuman baginya, diusir dari Pagaruyung. > > Sehingga pelajaran pentjak kepada orang kebanyakan menjadi tak >selesai dan > > tak sempurna, sehingga bukan merupakan ancaman lagi bagi oknum penguasa > > untuk melanjutkan penindasanya kepada kaum lemah. > > > > Dalam kepiluan hatinya terusir dan pergi meninggalkan kampung >halamannya, > > Moh Kosim naik kapal kompeni, menuju ke Batavia. > > Di kapal terjadilah suatu kejadian yang tidak diduga, entah karena sebab > > apa, terjadilah pertarungan antara Moh Kosim melawan salah satu jagoan > > kompeni. Dengan hanya satu kali gerakan saja , pecahlah kepala jagoan > > kompeni itu dihantam memakai lutut kaki. > > > > Diceritakan selanjutnya sesampainya di Batavia, Moh kosim >terlunta-lunta tak > > punya kegiatan dan pekerjaan berjalan tanpa arah dan tujuan mengikuti > > langkah kaki saja sehingga akhirnya sampailah di suatu tempat Desa >Karang > > Tengah Cianjur. > > Disanalah beliau ada yg memanggilnya, yaitu pemilik perkebunan / >tuan tanah > > , R.H.Enoch untuk dipekerjakan sebagai centeng menjaga danau dan >perkebunan > > kelapa. > > > > Kemudian saat menjalankan tugasnya inilah terjadi lagi pertarungan > > berkali-kali antara pemuda minang ini melawan gerombolan perompak dan > > pengacau, yang selalu berakhir dengan tewasnya para perompak tersebut. > > Menjadi berita yg menggegerkan dilingkungan tersebut sehingga menjadi > > perhatian R.H.Enoch. > > > > Memanglah dari sejak awal RH Enoch memanggil Moh Kosim, telah >melihat ada > > sesuatu yang lain dari sikap tutur bahasa dan penampilannya. Dan >peristiwa > > demi peristiwa yang terjadi di perkebunan telah memancing RH Enoh untuk > > menanyakan siapakah sebenarnya Moh Kosim. > > Sehingga terbukalah jati diri seorang Pemuda Bangsawan Dari Pagaruyung. > > Dan menurut keterangan selanjutnya, atas dasar inilah kemudian Moh Kosim > > diangkat mantu dinikahkan dengan puteri RH Enoh. Dan juga RH Enoh ikut > > mempelajari pentjak minang, serta Moh Kosim dijadikan sebagai guru >pentjak > > untuk mengajarkan kepada sanak kerabat RH Enoh. > > > > Mengenai postur tubuh perawakan Moh Kosim ialah dikatakan sebagai >jangkung > > tinggi gede , tatapan mata dan pandangannya agung, berdada bidang >tegap, dan > > tubuhnya kuat luar biasa. Adat tabiatnya sabar, sangat welas asih jika > > mengajar silat dan menghadapi murid-muridnya. Namun sangat >teguh,tegas,dan > > sangat keras bila menghadapi bahaya dan menghadapi perusuh pengacau. > > Dan dikatakan lagi sangat tinggi ilmu kebatinan > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
