Setuju bang agus, Sebenarnya masalah kita adalah silat yang mana yang mau di jadikan standar TNI dan polri. kalau pake aliran atau perguruan tertentu pasti penuh dengan muatan politiknya. ada interes perguruan dan aliran yang menyebabkan semakin keruh suasana. kalau dibandingkan dengan tarung drajat (AA Boxer) silat kalah jauh managementnya. terbukti tarung drajat sudah menjadi beladiri standar di beberapa kesatuan. kalau dulu sempat SMI menjadi Beladiri di kalangan Kopasus. cuman ya itu tadi tenggelam juga karena adanya perubahan kebijakan dan kepentingan. ah jadi bingung, mau bikin silat menjadi tuan rumah di negara sendiri aja pusing..... yang gampang kayaknya tantangin aja deh semua beladiri luar dan tunjukkan bahwa silat itu nomer wahid.... nah baru semua bakalan melek akan ketinggian ilmu silat sebagai budaya asli indonesia
Kiki Rizki Noviandi Email - <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] Web Blogs - http://geeks.netindonesia.net/blogs/kiki Microsoft Most Valuable Professional Profile- https://mvp.support.microsoft.com/profile=a193ecaa-4663-4c84-8517-bb2da1af07 3d _____ From: Agus Suprayogi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 26 Maret 2007 9:59 To: [email protected] Subject: [silatindonesia] Pencak Silat Menjadi olah raga wajib bagi TNI dan POLRI saya mempunyai tema diskusi bagaimana seandainya tema diskusinya yaitu "Pencak Silat Menjadi olah raga wajib bagi TNI dan POLRI" karena saat ini saya melihat banyak anggota TNI dan POLRI (sy tidak mengatakan seluruhnya) yang menyepelekan PENCAK SILAT dan lebih membanggakan beladiri seperti Karate, taekwondo, yudo dsb. karena kenal beberapa anggota TNI/POLRI yang tidak tahu tentang PENCAK SILAT bahkan tidak pernah belajar pencak silat mereka lebih tahu beladiri dari negeri seberang. Dan ini sungguh mengkhawatirkan karena aparat bangsa dan pemerintahan lebih senang membudayakan budaya bangsa lain daripada budaya bangsa sendiri. kalo kita melihat tentara Jepang, tentara Cina, mereka mewajibkan beladiri mereka sendiri dipelajari kepada aparat pertahanan dan keamanan mereka, sedangkan kita malah sebaliknya. dan bukan tidak mungkin jika hal ini berlangsung terus maka akan semakin terpendamlah kebudayaan bangsa kita ini. Mungkin IPSI, PERSILAT dan lainnya sudah berupaya untuk melestarikan SILAT dan memperkenalkan silat kepada dunia tapi kalo kunci pertahanan dan keamanan bangsa ini masih menggunakan beladiri negara lain tidak mewajibkan beladiri bangasa sendiri, maka lambat laun "PENCAK SILAT MENJADI TERKENAL DI DUNIA LUAR DAN TERPENDAM DI NEGARA SENDIRI". sedihh rasanya......hiiik2x. gimana teman2 ada komentar.....??!! Agus Suprayogi Petuah klasik : "Mengerti akan orang lain adalah pandai, mengerti akan diri sendiri adalah bijaksana. Menaklukkan orang lain adalah kuat tubuhnya, menaklukkan diri sendiri adalah kuat batinnya. Yang puas akan keadaan diri sendiri adalah kaya raya, yang memaksakan kehendaknya adalah orang nekat. Yang tahu akan kedudukannya akan berlangsung mati dalam kebenaran berarti panjang usia" "Manusia utama mengerti mana yang benar, Manusia rendah mengerti mana yang menguntungkan dirinya. Manusia utama menyayang jiwanya, Manusia rendah menyayang hartanya. Manusia utama ingat akan hukuman dosa-dosanya, Manusia rendah ingat akan hadiah jasa-jasanya. Manusia utama mencari kesalahan diri sendiri, Manusia rendah mencari kesalahan orang lain." "Tiga puluh buah ruji berpusat pada poros roda di tempat yang kosonglah terletak kegunaannya! Dengan tanah liat membuat mangkok bundar Di tempat yang kosonglah terletak kegunaannya! Membobol pintu jendela pada sebuah rumah Di tempat yang kosonglah terletak kegunaannya! Yang ada hanya sebagai pegangan Yang kosong itulah yang berguna" [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
