Memang sih kadang silat dikonotasikan atau mengarah pada hal2 kesakian, tapi kalau kesaktian itu hasil dari proses yang panjang ini adalah tempaan yang mengasah diri pesilat antara lain adalah ( mentalnya, spritualnya, beladirinya, dan juga unsur seninya) bahkan nilai prestasi sportnya, tapi jauh di ujung sana, ternyata kita mendapatkan hal2 yang kurang wajar yaitu banyaknya Iklan yang kadang2 menyesatkan, mengapa saya katakan menyesatkan kerana belajar silat seperti halnya mengasah pisau, dari pisau itu tumpul menjadi tajam, disini ada proses yang panjang.
Sedangkan bebeerapa Iklan tentang ilmu silat yang di pelajari hanya dengan membeli mahar dengan uang sekian rupiah ini lah yang JELAS-JELAS menyesatkan pemikiran orang terhadap silat, orang 2 semacam ini seolah ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan kerugian yang akan di timbulkan dikemudian hari, dan Iklannya pun Jor-joran dimana-mana, dengan Dalih membantu sesama, untuk perlindungan diri DLL hanya membeli mahar tanpa latihan sedikitpun, apakah ini seolah meremehkan guru2 silat yang Asli yang bertahun2 mengasah dirinya dengan menciptakan gerakan2 yang bermafaat untuk beladiri dan juga kebugaran tubuh. seharunya kita sebagai Komunitas pencak silat PROTES dengan adanya IKLAN2 yang mengatasnamakan aliran silat yang kita tahu asal usulnya tidak seperti itu, kalaupun mau silahkan pergunakan kata lain bukan lagi Pencak silat ataupun aliran2 yang sesungguhnya tidak dapat dipejari sengan satu kali latihan. Alhamdulilahnya kadang2 praktek2 seperti ini hilang dengan sendirinya, mungkin inilah keadilan Tuhan, dimana kebohongan akan mendapatkan balasan yang setimpal. sekali lagi belajar silat tidak hanya bagaimana kita menjadi sakti, lebih baik kita berbudi. elang ----- Original Message ----- From: iwan setiawan To: [email protected] Sent: Friday, April 06, 2007 10:41 AM Subject: [Bulk] Re: [silatindonesia] Re: Sekedar Informasi dan untuk bahan renungan wah...ada ya... ini yang yang kalo di perguruan tinggi namanya "pemberi gelar" yang kurang bisa dipertanggung jawabkan, lha kita yang mau belajar Cingkrik Goning aja prosesnya segitu di"percepat" masih harus berkenalan ama yang namanya kegebuk, kebanting, kelipet...gak seinstan itu....kalo dipikir mie instan aja musti diproses dikasih bumbu.. direbus, diaduk...nah yang seperti ini yang bikin silat jadi kampungan wans (kagak tega liat silat jadi kampungan...) "Selamet Syahril (Traincom - HO)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ituloh mas yang ada iklan, mahar cukup 450.000 rupiah saja Anda akan langsung dapatkan ilmu Syahbandar dan Karimadi. Bisa langsung jadi guru. Busyet lha kita dulu belajar 3 tahun aja baru kelar 33 gerak gebraknya. Sekali dateng palingan dapet kenalan doang kali :P ----- Original Message ----- From: E l a n g To: [email protected] Sent: Thursday, April 05, 2007 1:40 PM Subject: Re: [silatindonesia] Re: Sekedar Informasi dan untuk bahan renungan Maksudnya yg dikoran tuh bagaimana kang/mas/om? ----- Original Message ----- From: Selamet Syahril (Traincom - HO) To: [email protected] Sent: Thursday, April 05, 2007 1:26 PM Subject: Re: [silatindonesia] Re: Sekedar Informasi dan untuk bahan renungan Mungkin saja lain mas, sebab yang namanya silat sering cuma sama nama saja. Seperti Syahbandar yang duluuuuu saya pelajari misalnya, beda banget sama Syahbandar yang sering muncul iklan barisnya di koran :) Jadi itu mungkin saja :) Saya baru tahu ada Silat Paseban Mutakhir, emang ada yah? Kalau mau explore silat datang saja ke Kwitang, di daerah seuplik itu sedikitnya ada 7 perguruan lama: Mulai dari Mustika Kwitang-nya H. Zakaria (ini perguruan saya nich:), Sinar Paseban, Kancing Tujuh, Elang Sakti, dll, lupa! tapi kata Pak Zakaria seingat dia ada 7 perguruan lah. ----- Original Message ----- From: dasaman_allaria To: [email protected] Sent: Thursday, April 05, 2007 1:17 PM Subject: [silatindonesia] Re: Sekedar Informasi dan untuk bahan renungan --- In [email protected], "Selamet Syahril \(Traincom - HO\)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Silat Pengasinan itu pusatnya di kampung Pengasinan Depok (sarangnya petasan), Silat Pengasinan lebih banyak main kebatinan gaya "hadiran" daripada silatnya sendiri, salah satu alumni silat ini adalah Pak Edi Nalapraya, warta kota pernah memuat artikel ttg silat ini 3 tahun silam, silakan ditelusuri. > Berarti mungkin bukan silat yang sedang dipelajari teman saya itu yah (BTW teman saya ini Galih yang menjadi instruktur WSD di hotel Hilton. Eh, bukan Hilton lagi yah namanya?) Soalnya dia mengaku sudah kapok main hadiran2 :D Mungkin Pengasinan gaya lain, sepeti misalnya ada Paseban Lama/Mutakhir, Cingkrik Goning/dst. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Finding fabulous fares is fun. Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
