Usul mas, kalau di Hall terbuka padepokan mohon ada pengeras suara, thank U



  ----- Original Message ----- 
  From: Alda Amtha 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 20, 2007 11:13 AM
  Subject: [silatindonesia] Re: Silek Kumango


  Alhamdulillah, atas kebaikan hati Pak Aslim Nurhasan kita akan
  kedatangan 3 orang tamu dari Batusangkar yaitu Guru Besar Silek
  Kumango Bapak Lazuardi Malin Marajo, Bapak Lesmandri (dari Limpapeh,
  Yayasan Seni, Budaya, dan Kesejahteraan Anak Nagari Minangkabau,
  beliau mengembangkan seni tari Minang berdasarkan Silek Kumango) dan
  Bapak Agustri Mulyono (asli Jowo tapi tinggal di Batusangkar dan
  sedang menulis buku ttg Silek Kumango). Beliau2 ini akan berdiskusi dg
  kita tentang Silek Kumango, dimulai dari sejarahnya, filosofi sampai
  dengan demo gerakan dan aplikasi silek-nya.

  Tamu kita jauh2 datang dari Ranah Minang, mohon kehadiran Sahabat
  Silat sekalian pada hari Sabtu 28 April 2007, jam 10 pagi.

  Jangan lupa ya.......

  Regards,
  Alda

  --- In [email protected], Ian Samsudin <[EMAIL PROTECTED]>
  wrote:
  >
  > Sahabat Silat,
  > 
  > Menyambut rencana kejutan dari Sesepuh SIlek Kumango di Jakarta
  (tunggusaja tanggal mainnya :))..
  > 
  > Berikut ini ada beberapa tulisan dari internet tentang silek kumango..
  > 
  > Enjoy it..
  > 
  > tabik,
  > Ian S 
  > =============
  > Diambil dari :
  
http://www.kpsnusantara.com/cgi-bin/yabb/YaBB.cgi?board=Malay;action=display;num=1043385722
  > 
  > 
  > Silek Kumango dan Malin Marajo 
  > 
  > Jika nama Malin Maradjo disebutkan di kabupaten Tanah Datar (Ibu
  Kotanya Batusangkar), mungkin tak terlalu banyak yang mengenalnya
  sekarang. Nama Malin Maradjo sangat terkenal pada tahun 1940an and
  1950an. 
  > Cerita mengenai Malin Maradjo saya dapat dari lingkungan keluarga
  sendiri yang memang berasal dari desa tak jauh dari nagari Kumango,
  tempat bermukimnya Syech Kumango dan kampung halaman Malin Maradjo. 
  > 
  > Malin Maradjo sedari kecil mendapatkan pendidikan silat dan agama.
  Ilmu batinnya pun disebut-sebut sangat tinggi, walaupun mungkin tidak
  menyamai ketinggian ilmu Syech Kumango, yang konon juga seorang sufi
  tingkat tinggi (Mursyid). 
  > 
  > Ketinggian ilmu silat Malin Maradjo konon telah diuji di Sumatera
  dan Jawa. Malin Maradjo pernah berlaga di Solo pada tahun 1949 dan
  tidak terkalahkan. Dari seorang Datuk Penghulu Adat dari desa tetangga
  Malin Maradjo (yang sekarang berusia 75 tahun) didapat cerita
  pertarungan Malin Maradjo dengan seorang pendekar dari Sumatera Utara
  (mungkin dari daerah deli atau padangsidempuan) yang berakhir dengan
  kemenengan Malin Maradjo. Uniknya pendekar dari Sumut tersebut pulang
  dengan bagian tubuh seperti hitam seperti terbakar. 
  > 
  > Semasa sumatera barat bergejolak dengan gerakan PRRI, Malin Maradjo
  diduga turut menjdi bagian dari pergerakan tersebut. Dia kemudian
  dikabarkan meninggal setelah d**eroyok puluhan tentara republik yang
  menggunakan senjata api. Konon, peluru yang digunakan pun khusus
  terbuat dari emas dan dibuat dengan bantuan mantan orang dekat Malin
  Maradjo. 
  > 
  > Sekarang silek kumango mungkin tidak sepopuler silet lainnya dari
  minang, karena sebagian pendekar yang tersisa masih mengajarkannya
  secara tradisional. Beberapa waktu yang lalu, seorang budayawan dari
  Minang mengumpulkan lebih dari 100 pendekar untuk sepakat melestarikan
  budaya silek dari Minang. Mudah2an dengan ini Silek Kumango bisa
  berkembang lagi. 
  > 
  > O ya satu catatan, silek kumango dari gerakannya berbeda dengan
  silek lintau yang lebih keras. Namun keduanya adalah silat yang
  berdasarkan gerakan tubuh manusia dan bukan hewan, seperti silat
  harimau atau silat buaya. Saya jadi agak kurang yakin jika ada yang
  menyebutkan kalau asal silek kumango adalah silek lintau. 
  > 
  > Anehnya, beberapa gerakan hindar silek kumango yang pernah saya
  lihat, koq mirip dengan gerakan hindar silat Persatuan Hati dari
  Yogyakarta atau Setia Hati dari Jatim. Seorang kawan saya yang
  mempelajari silat PH dari Yogya (dan juga sejarahnya) memiliki
  kecurigaan bahwa guru besar PH mendiang Romo Mangku mungkin berguru
  kepada seseorang dari Minang. Kecurigaannya mungkin berdasarkan pada
  mudanya sejarah silat di Jawa dan tuangy sejarah silat di Minang dan
  juga bahwa sebagian besar silat yang berkembang dari jawa barat ke
  tengah dan ke timur adalah silat hewan dan bukan silat manusia. 
  > 
  > Sekian saja dari saya. Salam. 
  > 
  > Santri Kinasih 
  > ===
  > 
  > (Dari sumber yang sama komentar dari Kang O'ong Maryono..)
  > 
  > Ini saya kirimkan berita tentang Kumango, berita ini saya pernah
  tulis di PENDEKAR.COM/OONG, beberapa tahun yang lalu. 
  > Silahkan diterjemahkan sendiri. 
  > 
  > In the unpublished paper entitled "10 Aliran Pencak Silat Minang"
  (1985) by Mochammad Saleh (Senior docent of the Fakultas Pendidikan
  Olahraga dan Kesehatan of the Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  in Bandung) I have found some more information, as follows: 
  > 
  > Silat Kumango developed in the Kumango village, Subdistric Sungai
  Tarap, Regency Tanah Datar, West Sumatra. Originally it was introduced
  by Syech Abdurrachman, better known with the name of Syech Kumango
  (who lived around 1852). There are two versions about the origin of
  Silat Kumango. One version claims that Syech Kumango learned directly
  from a poor man who came suddenly to him. Thereafter Syech Kumango
  started to teach these techniques to other people. His first student
  was his son, Malin Marajo, who then spread Silat Kumangko to other
  Minangkabau places, and even to other provinces. 
  > The second version claims that Silat Kumango originated from Lintau,
  Lubuk Jantan Village, Subdistric Lintau Buo, Regency Tanah Datar,
  West Sumatra. Syech Kumango went to Lintau and studied there from
  Tuanku Lareh Lintau. After coming back, he developed the teachniques
  he has learned with the name of silat Kumango. Also this version
  mentions that his first student was Malin Marajo. 
  > 
  > That is all for now, but I will keep searching for more information.

  > Wassalam 
  > 
  > O'ong Maryono 
  > ==
  > 
  > Baca Juga dari website kita : 
  > 
  
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=108
  > "Silek Kumango Merambah Daratan Eropa".
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > ---------------------------------
  > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
  > Check outnew cars at Yahoo! Autos.
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke