saya sangat setuju dengan apa yang pak bambang ungkapkan.. sepertinya metode kaderisasi atlit dan sharingan-nya perlu ditingkatkan... apalagi ditambah Man,Metode, Machine, Money....
akan jadi ATM = Atlit Tangguh kayak Mesin !! hehehehehehhehhe note : pak bambang maaf saya belum bisa bersilaturahmi ketempat bapak walau rumah kita berdekatan... (mau datang malam nanti mengganggu keluarga dan tetangga bapak :-) ) --- On Thu, 11/1/07, Baruklinting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Baruklinting <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [silatindonesia] Sekedar wacana..... To: FP2STI <[email protected]> Date: Thursday, November 1, 2007, 5:18 AM Salam untuk semua Sahabat Silat. Bisa dipahami bahwa masyarakat pecinta silat khususnya sahabat silat di Forum kecewa serta prihatin atas prestas pencak silat di Pahang Malaysia. "jauh panggang dari" begitu bahasa kiasnya. Berbagai asumsi muncul di mailing list, Tidak diketahui pasti apakah prestasi pesilat, atau metodelogi pelatihan yang merosot atau pesilat manca negara yang memang mengalami banyak kemajuan. Ada ungkapan yang mengatakan : "Jika ada seseorang sukses, maka semua orang yang ada disekelilingnya berkata bahwa dia sukses karena saya ikut andil. Tetapi sebaliknya jika ada seseorang mengalami kegagalan, maka orang yang ada disekelilingnya akan bicara dia gagal karena tidak ikuti nasehat saya." ............ . (JF.Kennedy) . Yang jadi pertanyaan.. ...., apakah kita termasuk orang yang ada disekitar orang yang gagal ? Kemerosotan prestasi pesilat Indonesia saat ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Diyakini seluruh Indonesia tahu. Kita para pecinta silat di forum juga kecewa dan prihatin atas terpuruknya prestasi. Yang bisa kita lihat disini bahwa fakta banyaknya aliran silat dinegeri tercinta ini, ternyata tidak menjamin untuk unggul di arena kejuaraan. Memasukan Silat kedalam kurikulum pendidikan nasional adalah masukan yang sangat baik, guna menumbuh kembangkan kecintaan terhadap silat. Yang menjadi pertanyaan apakah dengan modal cinta, terus secara otomatis prestasi bisa naik ? pastinya kan harus ada follow up yang peru dilakukan setalah Silat masuk ke dalam dunia pendidikan. Usulan agar pesilat dan para guru silat diberdayakan masa depanya dengan memberikan honor yang cukup untuk menunjang ekonominya. Ini juga alternatip solusi yang moderat. Kembali kita bertanya.... , apakah ini menjamin bahwa prestasi silat bisa meningkat pada level yang diharapkan ? Di Pasar Minggu ada sekolah atlit milik pemerintah. Tetapi tidak banyak atlit yang berprestasi muncul dari sekolah itu. Zaman PSSI (sepak bola) dipimpin oleh pak Bardosono, didirikan sekolah sepak bola. Tapi toh prestasi sepakbola Indonesia terus merosot. Nggak pernah jadi juara. Dalam frame seperti ini diperlukan Need Analisys, agar kita dapat memberikan aneka soulsi yang perlu ditempuh agar dapat melakukan tindakan koreksi dalam memperbaiki prestasi pesilat Indonesia. Kita memerlukan "Solusi non training" dan "Solusi training", dalam artian persoalan merosotnya prestasi pesilat Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan solusi tunggal. Dalam setiap pemecahan masalah ada baiknya mengacu pada unsur Man, Metode, Machine, Money, maka alternatip solusi bisa dipilah, mana yang dikatagorikan Solusi Non Training dan mana dikatagorikan Solusi Training. Tetat SemangaT Baruklinting http://www.margaluy u-pusat.net http://apps. margaluyu- pusat.net http://baruklinting .blogspot. com [Non-text portions of this message have been removed] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
