tapi kan pesilat luar negeri pernah bersilat tulisan di milist ini dengan 
pesilat dalam negeri.....yah kalo pesilat luar negeri deket mungkin bisa 
bersilat beneran...heee...heee....

tapi bukan hanya pesilat luar negeri aja yang ketawa mas oong, banyak juga 
pesilat dalam negeri yang tertawa (senyum kecut) (sambil mikir, "kenapa bisa 
terjadi"). 

tapi itulah dunia persilatan....penuh dengan serba serbi yang unik. jadi ingat 
cerita kho ping hoo, ribut antara butong pai dengan gobi pai. haa....haa.....

hidup ini hanya sementara,
ingatlah kemana tujuan akhir kita hidup, 
ingatlah untuk apa kita hidup, 
ingatlah sudah dipergunakan untuk apa hidup kita?, 
ingatlah apa yang sudah kita berikan kepada YANG MEMBERIKAN KEHIDUPAN, 

itulah hidup, 
penuh dengan perenungan, 
penuh dengan tangis,
penuh dengan tawa,
penuh dengan ketidakpastian, dsb

itulah hidup,
ada yang bimbang,
ada yang yakin,
ada yang perduli,
ada yang masa bodo,
ada yang merasa benar sendiri,
ada yang lemah,
ada yang kuat, dsb

itulah hidup,
kadang benar,
kadang salah,
kadang menyesal,
kadang lupa dan lengah, dsb

dan semua kembali kepada SANG MAHA HIDUP, karena 
HANYA kepada-NYA kita bersimpuh dan tertunduk terhadap semuanya. 
HANYA kepada-NYA kita kembali.
dan HANYA kematianlah yang menyadarkan semuanya.

Wassalam 
Agus S dari JL Kencana DEPOK






----- Original Message ----
From: O'ong Maryono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, September 16, 2008 2:18:23 PM
Subject: Re: [silatindonesia] tawuran antar perguruan...


Assalamualikum

Pak Agus yg ribut pencak silat di dalam negeri saja, diluar negeri tenang 
tenang saja, kita hanya ketawa saja.
pesilat di luar negeri sudah makan "catur prasetya pesilat" 


O'ong Maryono
La Cascade Condominium, Apt 10C
1/15 Ekamai Soi 10
Bangkok 10110 
Thailand.
Mobile Phone: +66819020989

E-mail:[EMAIL PROTECTED] com
www.kpsnusantara. com

--- On Tue, 9/16/08, Agus Suprayogi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

> From: Agus Suprayogi <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [silatindonesia] tawuran antar perguruan...
> To: silatindonesia@ yahoogroups. com
> Date: Tuesday, September 16, 2008, 11:39 AM
> oleh karena itu kita harus mengambil pelajaran dari setiap
> kejadian, kita berharap forum ini tidak dijadikan ajang
> tempat menjadi jago-jagoan, merasa diri paling hebat
> sehingga tidak mau di kritik, tidak mau di ingatkan dan
> saling mengingatkan, bahwa diatas yang kuat ada yang lebih
> kuat dan ada yang MAHA KUAT.
> 
> Kita sebagai INSAN SILAT yang mempunyai intelektual
> janganlah kita menjadi seperti Centeng-centeng/ jawara-jawara
> yang merasa diri lebih hebat dari yang lain, merasa diri
> lebih berhak dari yang lain, baik dalam hal ilmu silat,
> sejarah, dsb. 
> 
> Apalagi jaman sekarang, semua orang merasa punya hak tapi
> melupakan kewajibannya sebagai INSAN SILAT yang harus
> menyebarkan kebaikan dan warisan leluhur, tanpa diselingi
> dengan permusuhan dan ketidak sukaan terhadap sesuatu yang
> akan melahirkan kebencian antar sesama insan silat, baik
> yang di dalam negeri maupun yang di luar negeri. 
> 
> Salam
> Agus S
> 
> 
> 
> 
> 
> Sahabat silat 
> 
> Pertikian antar perguruan sudah biasa menjadi warna dunia
> pencak silat di tanah air semenjak pencak silat 1973 di
> pertandingkan khususnya di jawa Timur, namun saat itu hanya
> karena fanatisme perguruan saja.
> 
> Seperti di Madiun antar perguruan yg berasal dari sumber
> aliran yang sama.
> Pertikaian kini semakin menjadi-jadi karena perguruan
> pencak silat sudah melibatkan dan merupakan bagian dari
> kekuatan partai politik praktis dipusat ataupun di daerah.
> 
> Jika melongok sejarah kebelakang perkembangan permusuhan
> antar murid-murid dikalangan Perguruan pencak silat di tanah
> air sudah biasa, murid-murid terpecah belah mengikuti paham
> politik yg dianutnya. 
> 
> pendekar pendekar muda saat itu, pada ahirnya berpecah
> belah, mendirikan perguruan baru yg beraliansi kepolitik
> saat itu.
> Sebagai contoh Setia Hti pecahlah menjadi PS.SHT,
> Persaudaraan Setia Hati, Persaudaraan Sehati dan Pencak
> Organisasi dsb.Namun perpecahan tidak diwarnai dengan
> kekerasan, karena pendekar-pendekar saat itu dari kalangan
> intelektual.
> 
> Ternyata sejarah kembali berputar pencak silat terlibat
> dalam kancah politik praktis, meskipun IPSI sendiri sudah
> menyatakan bukan organisasi politik, namun pendekarnya yg
> membawa keterpurukan nama pencak silat.
> 
> Saya menganjurkan ...mari kita kembali ke harkat semula
> pencak silat itu adalah "Silaturahmi"
> Jangan mencapur pencak silat dan jangan mau pencak silat
> dijadikan bulldog politik.
> 
> Malu dan kapan kita akan maju.
> 
> O'ong Maryono
> Ketua Pelatih Pencak Silat Association of Thailand.
> 
> O'ong Maryono
> La Cascade Condominium, Apt 10C
> 1/15 Ekamai Soi 10
> Bangkok 10110 
> Thailand.
> Mobile Phone: +66819020989
> 
> E-mail:oong53@ yahoo. com
> www.kpsnusantara. com
> 
> --- On Mon, 9/15/08, edwinyoes <[EMAIL PROTECTED] com>
> wrote:
> 
> > From: edwinyoes <[EMAIL PROTECTED] com>
> > Subject: [silatindonesia] tawuran antar perguruan...
> > To: silatindonesia@ yahoogroups. com
> > Date: Monday, September 15, 2008, 1:57 PM
> > Sahabat Milis Silat Terhormat...
> > 
> > Akhir minggu lalu saya dikejutkan dengan sebuah berita
> di
> > beberapa 
> > media... Berita yang menurut saya mencoreng nama baik
> > Pencak Silat 
> > dan menodai kesucian Ramadhan...
> > 
> > Beberapa waktu lalu di milis ini juga, kejadian
> seperti ini
> > pernah 
> > dibahas... Bagaimana hal ini masih terus terjadi???
> Adakah 
> > solusinya???
> > 
> > Minggu, 14 September 2008 12:07 WIB
> > 
> > Metrotvnews. com, Bojonegoro: Dua kelompok perguruan
> pencak
> > silat 
> > terlibat tawuran di Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad dini
> hari
> > tadi. 
> > Satu orang tewas dan 16 lainnya luka-luka akibat
> bentrokan
> > ini. 
> > Sebanyak 11 orang ditangkap dan 25 kendaraan bermotor
> > disita polisi. 
> > Situasi di lokasi saat ini sudah mulai kondusif.
> > 
> > Tawuran terjadi di Desa Mlidek, Kedungadem,
> Bojonegoro,
> > persis di 
> > depan Padepokan S.H. Teratai. Saksi mata mengatakan,
> kedua
> > kelompok 
> > bertikai. Mereka saling serang menggunakan batu, kayu
> > runcing dan 
> > palu. Seorang korban, Siswanto (23 tahun), tewas
> akibat
> > tusukan kayu 
> > runcing di bagian leher. Sedangkan korban luka-luka
> kini
> > dirawat di 
> > Rumah Sakit Umum Daerah Sosodoro Djatikusuma,
> > Bojonegoro.( DEN)
> > 
> > 
> > Berita yang sama juga dapat dilihat di :
> > http://news. okezone.com/ index.php/ ReadStory/
> 2008/04/11/ 1/99766/adu-
> > silat-dua-perguruan -polisi-amankan- 7-pemuda
> > 
> > http://dutamasyarak at.com/1/ 02dm.php?
> mdl=dtlartikel& id=1956
> > 
> > http://surabaya. detik.com/ comment/2008/
> 05/01/092322/ 932406/475/ bacako
> > mentar.html
> > 
> > http://www.rileks. com/ragam/ ?act=detail&
> artid=9082006064 222
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke