Dear sahabat 

Saya akan jernihkan ceritera tentang Bung Karno dan jago betawi itu sebeutulnya 
adalah hasil wawancara saya seperti ditulis di buku pencak Silat Merentang 
Waktu pada edisi pertama halaman 129.
Sayang sekali tidak memyebut sumbernya, seperti sepantasnya didunia academic 
maupun media.
Jika ada teman teman yang kenal Bp.Alwi Shahab tolong sampaikan, saya akan 
berterima kasih jika beliau mencantumkan refererensi buku saya.
Untuk detailnya beli saja bukunya edisi ke 3 pada Juragan Ezra.

O'ong Maryono
La Cascade Condominium, Apt 10C
1/15 Ekamai Soi 10
Bangkok 10110 
Thailand.
Mobile Phone: +66819020989

E-mail:[EMAIL PROTECTED]
www.kpsnusantara.com


--- On Tue, 11/4/08, Ian Samsudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Ian Samsudin <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [silatindonesia] alwi shahab dan maen pukulan
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, November 4, 2008, 2:11 PM
> Dear All,
>  
> ini hasil surfing ke 'tempetnya' Abah Alwi Shahab :
> http://alwishahab.wordpress.com/?s=silat terutama berkaitan
> dengan maen pukulan betawi. Sebagian mungkin kita pernah
> baca atau dipostingkan kesini, tapi bagus juga kalo dibaca
> ulang; sebagian sangat menarik menyoal sejarah betawi..
>  
> Yang sungguh menarik sedikit kukutipkan :
> -
> BUNG KARNO DAN JAGO BETAWI
> "...
> Bung Karno rupanya seorang pecinta pencak silat. Presiden
> pertama RI ini selalu menganjurkan para pemuda Indonesia
> menjadi ksatria bangsa, berotot kawat, bertulang besi.
> Karena itulah, ketika ia menerima Master Oyama di Istana
> Merdeka, ia meminta agar dihadapkan di depan tokoh karate
> Jepang itu seorang ahli silat Indonesia. Kunjungan Oyama
> –yang telah mencapai Dan VII– bertujuan agar karate bisa
> diterima di Indonesia.
> Di hadapan tamu dari Jepang, Zakaria, pemuda Betawi dari
> Kwitang, Jakarta Pusat, memperlihatkan teknik bermain
> senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan
> tangan. Jago silat ini juga menunjukkan kemahirannya
> memainkan senjata pisau dengan kecepatan tinggi.
> Atraksi ini mengundang kekaguman master karate Jepang. Ia
> mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain
> sebagus ini (pencak silat -red), kok pemuda-pemudinya kurang
> menyukai. Justru lebih suka bela diri dari
> Jepang?”.."
>  
> HARI-HARI AKHIR SI PITUNG:
> "...Tapi, menurut Tanu Trh dalam ‘Intisari’
> melukiskan berdasarkan penuturan ibunya dari cerita
> kakeknya, Pitung tidak sebesar dan segagah itu.
> ”Perawakannya kecil. Tampang si Pitung sama sekali tidak
> menarik perhatian khalayak. Sikapnya pun tidak seperti
> jagoan. Kulit wajahnya kehitam-hitaman, dengan ciri yang
> khas sepasang cambang panjang tipis, dengan ujung melingkar
> ke depan.”.."
>  
> ==
> Selanjutnya silahkan meluncur kesana :); menyusul Kang Gus
> Man yang sering mampir dan meninggalkan jejak berupa
> pengetahuan yg mendalam mengenai betawi...
>  
> thanks 
> Ian 
> 
>  
>  
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> 
> 
> 
> ----------------------------------------------------
> Jembatan Silaturahmi Pesilat Indonesia
> Komunitas Pencak Silat Indonesia
> 
> Forum Board:    http://www.sahabatsilat.com
> Related Link: http://www.silatindonesia.com
> Post message: [email protected]
> Subscribe:    [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe:  [EMAIL PROTECTED]
> List owner:   [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

Kirim email ke