Salam, Beberapa kali saya sempat kontak dengan Abah Alwi lewat telpon kantor Republika guna penggalian data-data hal ihwal Betawi, seiring kesibukan Abah Alwi sebagai seorang senior di Republika kemungkinan menjadi kendala utama kelancaran komunikasi yg dilakukan.
Sepengetahuan saya ada rekan kita di Forum yang masih mempunyai hubungan famili...mudah-mudahan membaca dan memberikan masukan ke Abah untuk menuliskan sumber penulisan, terutama sumber tulisan Mas O'ong. btw, menurut sumber lisan ex Staf Oemoem 1, Bung Karno memang pernah belajar Nampon bersama Natsir sewaktu nge kost di rumah bapak Sanusi-ibu Inggit Ganarsih..(sekarang di depan Hotel Preanger)...tapi tidak terlalu mendalam (wallahualam bissawab). Oh iya, nyuhun dihapunten Kang Yana...pendiri Majapahit bukankah Raden Wijaya? Memang benar kalau ditarik garis Raden Wijaya adalah keturunan Sanjaya/Rakyan Jamri/Hariddharma (723-732M) yang seorang putra mahkota (Senna) yang menguasai kerajaan Sunda,Galuh dan Mataram Hindu, karena keberadaannya tidak disukai di kalangan keluarg, Sanjaya enggan menjadi raja Sunda atau Galuh, ia lebih memilih menjadi raja di Medang Kamulan (ibukota Mataram kuno). Sanjaya menunjuk Premana Dikusumah menjadi raja di Galuh dan Tamperan di Sunda. Merujuk angka tahun Sanjaya (raja ke 5 Galuh), sepertinya tidak mungkin Sanjaya menta elmu ke raja ke 23 Galuh Ki Bunisora/Prabu Kuda Lelean yang hidup di tahun 1357-1371 M. Sebagaimana penelitian Aan Merdeka Permana (penulis folklore Bandung) Kalau Jampang Kulon, Surade memang benar sebagai tempat pendidikan/akademi militer di zaman Bunisora. Selain itu akademi militer lainnya adalah Bojongemas/Ciwidey di zaman Surawisesa. wallahualam bissawab,... ...mangga dilajeng... Salam, --- In [email protected], SASTRANEGARA THARYANA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sahabat Silat, > berbicara masalah Bung Karno yang mencintai silat memang benar, coba cari di > site "nampon" perguruan yang mempelajari cimande, madi, kari, cikalong, cikaret silat di tatar sunda. > > Bung Karno di Bandung dekat dengan para pendekar silat sunda dan belajar "aci maenpo",maklum seorang pemimpin yang punya karisma international dan national perlu mendapat bekal ilmu dari para pendekar silat. Itu sudah wajar dalam dunia berpolitik hingga Indonesia merdeka seorang pemimpin bangsa mutlak punya ajian mandraguna. > > Kembali ke Sanjaya pendiri Majapahit turunan kerajaan Galuh di Ciamis juga > minta elmu "Balad Sarewu" dari pendekar sunda pamannya Ki Bonisora yang menetap di Jampang Kulon sebagai tempat mendidik Prabu Wastukencana / Prabu Siliwangi .... > > Menengok akar sejarah sunda para pemimpin bangsa tidak lepas dari dukungan > budaya asalnya dimana Kerajaan Pajajaran pada masa itu tak pernah terkalahkan di bumi nusantara karena ada elmu Balad sarewu, kalahnya cuma sama saudara sendiri, turunananya sendiri abad 1579 masehi. > > Bung Karno untuk orang sunda aslinya Bung Karna > Coba lihat sekarang president kita SBY seorang pendekar juga dan > Hamenku B X pendekar PD. > Terbukti bahwa para pemimpin bangsa perlu dukungan para pendekar dan pesilat > yang jumlahnya puluhan juta di dunia. > Maka tidak heran kalau seorang pendekar mulai melirik agar penca silat minta > kursi di MPR-DPR kemudian menjadi president. > > Kang Yana > > > > > > > > > ________________________________ > From: "Eko Drajat, Nugroho" <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, November 4, 2008 8:58:11 AM > Subject: Re: [silatindonesia] alwi shahab dan maen pukulan => Mas Oyama > > Mohon sekali lagi bisa diklarifikasi yg dimaksud Master Oyama apakah > Master Masutatsu Oyama pendiri Kyokushin ?? Apakah ada data pendukung > yg bisa dipertanggungjawabken ?? > > Sejauh yang saya tahu, bahwa Mas Oyama pertama kali berkunjung ke > Indonesia tahun 1983 sebagaimana bersumber dari official site > Kyokushin Indonesia sbb: > > http://www.kyokushin-indonesia.com > > ...........April 1983, Sosai Mas. Oyama untuk pertama kali mengunjungi > Indonesia dan disambut dengan meriah oleh panitia penyambutan yang > diketuai Bondan Gunawan. Sosai Oyama membawa dua orang Uchi Deshi > (murid Kyokushin yang menjalankan 1.000 hari latihan di Honbu), salah > satunya bernama Shokei Matsui. Dia inilah yang sekarang diangkat > sebagai penerus Sosai Oyama. > > Selama berada di Jakarta melakukan latihan beberapa kali dan juga > melakukan kunjungan kehormatan ke alm. Bapak Adam Malik, alm. Jenderal > TNI (Purn) Widodo, FORKI Pusat dan KONI Pusat. Di hadapan Ketua PB. > FORKI (Brigjen. Subhan Djajaatmaja) dan Ketua KONI Pusat ( Sultan > Hamengku Buwono IX ), Sosai Mas. Oyama memberikan pernyataan resmi , > bahwa Sujoto adalah pimpinan Kyokushin di Indonesia. ............... > > Terima kasih. > > Salam > > Eko > > > > > alwi shahab dan maen pukulan > > > > Posted by: "Ian Samsudin" [EMAIL PROTECTED] kumalahijau > > > > Mon Nov 3, 2008 11:11 pm (PST) > > > > Dear All, > > > > ini hasil surfing ke 'tempetnya' Abah Alwi Shahab : > > http://alwishahab.wordpress.com/?s=silat terutama berkaitan dengan maen > > pukulan betawi. Sebagian mungkin kita pernah baca atau dipostingkan kesini, > > tapi bagus juga kalo dibaca ulang; sebagian sangat menarik menyoal sejarah > > betawi.. > > > > Yang sungguh menarik sedikit kukutipkan : > > - > > BUNG KARNO DAN JAGO BETAWI > > "... > > Bung Karno rupanya seorang pecinta pencak silat. Presiden pertama RI ini > > selalu menganjurkan para pemuda Indonesia menjadi ksatria bangsa, berotot > > kawat, bertulang besi. Karena itulah, ketika ia menerima Master Oyama di > > Istana Merdeka, ia meminta agar dihadapkan di depan tokoh karate Jepang itu > > seorang ahli silat Indonesia. Kunjungan Oyama yang telah mencapai Dan VII > > bertujuan agar karate bisa diterima di Indonesia. > > Di hadapan tamu dari Jepang, Zakaria, pemuda Betawi dari Kwitang, Jakarta > > Pusat, memperlihatkan teknik bermain senjata dan memecahkan batu dengan > > menggunakan pergelangan tangan. Jago silat ini juga menunjukkan kemahirannya > > memainkan senjata pisau dengan kecepatan tinggi. > > Atraksi ini mengundang kekaguman master karate Jepang. Ia mengatakan pada > > Bung Karno, "Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini (pencak silat -red), > > kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. Justru lebih suka bela diri dari > > Jepang?".." > > > > HARI-HARI AKHIR SI PITUNG: > > "...Tapi, menurut Tanu Trh dalam 'Intisari' melukiskan berdasarkan penuturan > > ibunya dari cerita kakeknya, Pitung tidak sebesar dan segagah itu. > > "Perawakannya kecil. Tampang si Pitung sama sekali tidak menarik perhatian > > khalayak. Sikapnya pun tidak seperti jagoan. Kulit wajahnya kehitam-hitaman, > > dengan ciri yang khas sepasang cambang panjang tipis, dengan ujung melingkar > > ke depan.".." > > > > == > > Selanjutnya silahkan meluncur kesana :); menyusul Kang Gus Man yang sering > > mampir dan meninggalkan jejak berupa pengetahuan yg mendalam mengenai > > betawi... > > > > thanks > > Ian > > > > ------------------------------------ > > > > > ---------------------------------------------------- > Jembatan Silaturahmi Pesilat Indonesia > Komunitas Pencak Silat Indonesia > > Forum Board: http://www.sahabatsilat.com > Related Link: http://www.silatindonesia.com > Post message: [email protected] > Subscribe: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] > List owner: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
