http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=81461

Rabu, 23 Februari 2005
Tatung dan Lauya Mulai Unjuk Kebolehan

Singkawang,-  Atraksi para tatung yang unjuk kebolehan di depan Vihara
Tri Dharma Bumi Raya, Pusat Kota Singkawang, Selasa siang (22/02)
ternyata berhasil menyita perhatian warga kota dan pendatang yang
ingin menyaksikan tontonan yang cukup menggetarkan hati ini. Ratusan
warga tumplek blek, menyaksilan atraksi para tatung tersebut.

Berdasarkan pemantauan koran ini, mereka, para tatung dan lauya
tersebut mulai berdatangan sejak pagi sekitar pukul 08:00 wib dari
penjuru Kota Singkawang. Mereka selain membawa pasukan (anggota-red)
yang menggunakan mobil, tetapi ada juga para tatung yang datang dengan
menggunakan To Khiao (tandu) yang diangkut oleh para anggota Cetya
atau Toa Pekong-nya sendiri.

Sesampainya di depan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, yang merupakan salah
satu Vihara Tertua Kota Singkawang, para tatung masuk kedalam
mengambil beberapa batang hio yang sudah diberi api, kemudian berdoa.
Dengan pakaian kebesaran, yang konon merupakan pakaiannya para
dewa-dewa Tiongkok dahulu kala, mereka khusuk berdoa. Setelah
permohonan doa disampaikan, para tatung lantas mulai melakukan atraksi
di depan vihara dan masyarakat Kota Singkawang sudah mengerumuni
mereka. Para tatung yang sudah di bawah alam kesadaran, enteng saja
meliuk-liukan badannya meski mulut, dahi, badan ditusuk besi panjang.
Tak kelihatan rasa sakit dari mereka. Kemudian para tatung mengerakkan
badan, menyesuaikan irama gendang yang dimainkan anggotanya. Bahkan
ada yang dengan sengaja dan mengunakan senjata tajam mulai menggorok
leher, kaki mempertontonkan kekebalan mereka terhadap benda tajam.
Pedang yang tajam hanya menyisakan keratan, tanpa luka dan darah
setetespun!

Untuk lebih menunjukan kebolehannya, para tatung ada yang beratraksi
di atas To Khiao yag dilengkapi dengan segala persenjataan tajam di
dalamnya. Para Lauya yang naik langsung berbaring, tiduran di atas
pedang tajam bahkan ada juga yang sengaja menusukan pedang ke perut.
Namun sekali lagi, hal itu sepertinya lumrah bagi tatung, karena konon
mereka sudah dalam tahap penjelmaan dewa dan roh nenek moyang.

Tubuh mereka yang sudah terisi roh, membikin mereka kebal aneka macam
senjata. Tatung-tatung tersebiut menjadi primadona. Bahkan, beberapa
diantaranya ada yang berebut untuk menyalami para tatung. Kurang
diketahui, apakah hal tersebut karena mereka respek dengan sang
tatung, atau sekadar ingin mendapatkan matera dan ajian dari sang
tatung.

Belakangan diketahui, kalau sang tatung tersebut disenangi, karena
dinilai royal untuk bagi-bagi nomor buntut alias judi togel. Angka
yang dibagikan pun, dalam aksara Mandarin. Hingga mereka yang tak
paham, tentu tak terlalu memandang apa yang diberikan sang tatung.

"Ada seorang warga yang minta nomor. Eh, ternyata dikasih. Bahkan
beberapa buah dibagikan kepada mereka yang berminat,'' aku Tomy yang
enggan menyebutkan nomor togel yang diperoleh dari sang tatung. Antara
percaya dengan tidak, sepulangnya dari nonton tatung, dia berjanji
untuk memasang nomor tersebut pada seorang bandar kenalannya.

''Ya, siapa tahu jebol. Kalau jeblok juga ndak apa-apa. Masangnya juga
ndak banyak-banyak amat. Alakadarnya. Sebab, kalau jebol kan
tidakterlalu menyesal,'' ujar dia seraya buru-buru pulang. (den)


===============================================================
Homepage  : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com]
Berita    : 
[http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83]
Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394]
=============================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke