|
Jumat, 25
November 2005
Dewan
Surabaya Studi Banding ke Singkawang
Singkawang,- Untuk kesekian kalinya
Pemkot Singkawang kedatangan tamu anggota dewan dari luar Kalbar, Kamis (24/11)
pemkot menerima DPRD Kota Surabaya. Rombongan wakil rakyat dari kota buaya
ini datang ke Singkawang untuk studi banding masalah kesejahteraan rakyat
khususnya bidang kesehatan.
Kedatangan dewan Surabaya ini
diterima Asisten Administrasi Umum beserta jajarannya serta pihak RS Abdul
Aziz dan dua orang anggota DPRD Kota Singkawang. Mereka berada dalam sebuah
pertemuan di Aula Walikota Singkawang.
"Kedatangan kami ke sini juga ingin memperkaya wawasan khususnya di
bidang kesehatan untuk kami bahas bersama eksekutif Kota Surabaya," kata
salah seorang anggota dewan Kota Surabaya di hadapan jajaran eksekutif dan
legislatif Kota Singkawang. Beberapa diantaranya yang ingin diketahui oleh
dewan Surabaya adalah
tentang pelayanan kesehatan di unit-unit pelayanan kesehatan Kota Singkawang.
Baik di tingkat Puskesmas, klinik maupun rumah sakit. Karena di kotanya,
banyak terjadi keluhan-keluhan dari masyarakat. Baik soal tarif maupun soal
pelayanan medis yang diberikan di setiap unit kesehatan
Banyaknya program yang kurang efektif di bidang kesehatan juga menjadi
permasalahan yang dihadapi Kota Surabaya. Belum lagi isu penyakit wabah yang
merupakan isu nasional seperti anthrax, flu burung dan penyakit lainnya yang
mesti diantisipasi. Karena semua penyakit itu mengundang keresahan masyarakat
yang harus segera diatasi dengan melakukan studi banding ke Kota Singkawang
yang dianggap jarang tertular penyakit-penyakit seperti itu.
Asisten Adum Pemkot Singkawang Drs. Syech Bandar mengatakan, sebelum pihaknya
menanggapi pelbagai pertanyaan dari dewan Surabaya yang berjumlah sepuluh
orang itu, Bandar mengatakan kalau Singkawang juga perlu belajar banyak dari
Kota Surabaya dalam pelayanan publik secara umum. Karena kota ini
terkenal dengan pelayan publik yang baik.
Pertanyaan dewan Surabaya
mengenai kesehatan selanjutnya dijawab Drs. A. Kismed M. Kes. Menurut dia,
untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Singkawang
berupaya untuk memberikan pelayanan standar. Di tingkat Puskesmas, biaya
untuk berobat dengan harga terjangkau sesuai sarana dan prasarana yang
tersedia di puskesmas. Di rumah sakit, bagi pasien yang harus perlu perawatan
intensif harus dirawat inap di rumah sakit dengan pelayanan standar.
Sementara untuk penyakit flu burung dan anthrax yang sudah merupakan wabah
nasional belum merambah ke Kota Singkawang. Penyakit yang seringkali
menyerang Kota Singkawang diantaranya DBD dan HIV/AIDS. "Namun demikian
untuk flu burung dan anthrax kami tetap melakukan langkah-langkah antisipasi.
Seperti surveillance dua penyakit tersebut serta mensosialisasikan penyakit
itu ke unit-unit kesehatan masyarakat,"jelas Kismed yang kemudian
menjelaskan pertanyaan-pertanyaan berikutnya secara singkat dan jelas. (vie)
|