Aduh
emailnya Ibu Sumy ini bernada challenging a local guy yang belum bersanggup menyediakan uang deposit (bond money) utk pernikahannya.Untung perkawinan saya tidak ada masalah ini pada jaman itu.Seandainya ada pusing juga ibu Sumy! Maka itu anak saya sering mengatakan type perkawinan kami(berdasarkan cinta) sudah extinct untuk standar jaman sekarang.
Saya sangat setuju dengan analisa ibu Sumy tentang realitas sebuah kehidupan bagi cewek singkawang yang sebagian kurang beruntung nasibnya.
Itulah hak setiap orang untuk memilih siapa,orang apa, yang akan dikawini didalam kehidupannya.Memang setiap perkawainan selalu ada resiko terjadi perceraian,ini sudah merupakan hukum alam.Pada dasarnya kehidupan itu sendiri sudah ada resiko,bukan ?
Namun demikian unsur pilihan(option) selalu ada,hasil pilihan inilah akan menentukan mutu dan nilai kehidupan manusia itu.
Maka itu kita harus mewaspadai disekeliling kita selalu ada cangkau(catut) untuk mengumpulkan suara untuk organisasi tersebut.Tanpa memberi solusi untuk pada para korban atau calon korban.Bahkan mereka ini belum sanggup memberikan blueprintnya untuk kita menguji kemanpuan solusinya yang mereka claim dapat menolong korban.Yang ada mereka ini hanya pandai mendakwa orang human trafficking(lihat
links--->definisi human trafficking
.3)
Menurut pandangan saya secara pribadi perkawinan amoi singkawang dengan warga negara Taiwan susah dikategori human trafficking karena tidak ada unsur paksaan.Memang ada beberapa kasus menurut cerita dari orang(mendengar,ini tidak bisa menjadi bahan bukti)amoi singkawang merasa tertipu(ditipu) didalam perkawinannya.Sebaliknya ada juga beberapa kasus warga Taiwan merasa dikerjain oleh amoi singkwang yang terkenal dengan kelihaiannya.
Kita tidak bisa melarang orang (amoi) kawin dengan warga asing (Taiwan ) tetapi kita ada cara untuk melindungi dan mengurangi resiko amoi diekploitasi oleh mereka yang tidak berniat baik (murni sebuah perkawinan normal).Untuk itu menurut my humble opinion ada 2 hal perlu diperjuangkan oleh masyarakat singkawang yg konsen human right.Yaitu:Pendekatan:
a)Pemerintah(segi Hukum)
-melalui wakil komunitas Tionghoa yg ada di DPRD singkawang harus memperjuangkan pemerintah daerah membuat regulasi yg bersifat melindungi warganya(amoi).Seperti peraturan:-semua agent jodah yg beroperasi daerah ini harus terdaftar(dengan begini ada standar peraturan para agent harus lakukan sesuai dg prosedur hukum,misal ada surat karater cek bagi pelamar,dll)
-Exchange informasi antar Negara(misal Taiwan ) dalam hal peraturan imigrasi,perkawinan.
-Peraturan(perjanjian) setiap amoi harus mendapat kursus bahasa selama 3 bulan jika tiba dinegeri suaminya(spouse),biaya pendidikan ditanggung oleh pihak suami(tentu saja ini harus ada kerja sama dengan badan kursus bahasa dinegara tujuan amoi).Pendidikan bahasa ini sangat penting dengan demikian amoi ini dapat cepat terintegrasi kedalam masyarakat baru,dapat mengakses badan legal aid ada dinegeri tersebut.Mengusai bahasa berarti berpeluang besar mendapat pekerjaan.
b)Organisasi Sosial(segi Kemanusiaan)
-Membentuk network kerja sama dengan badan organisasi sosial seperti organisasi kemanusiaan,keagamaan,Hakka, yg ada dinegara menjadi tujuan amoi(misal Taiwan ,Hongkong).Dengan kerja sama ini amoi dapat meminta pertolongan jika perlu.
-Amoi dinegeri suaminya harus membentuk suatu kumpulan(network) orang-orang singkawang(menukar informasi antar warga,dibidang pekerjaan,dll)
Saya percaya dan yakin tanpa ada pelindungan hukum dan
kerja sama dengan badan organisasi sosial besar peluang amoi diekploitasi oleh berbagai pihak.
Kita menanti cerita kehidupannya dari amoi2 di Taiwan dan hongkong untuk sebagai bahan perbandingan diskusi ini.
salam,
Robert Lay-sydney
1) http://www.unodc.org/unodc/en/trafficking_links.html
2) http://www.unodc.org/unodc/en/trafficking_human_beings.html
3) http://usinfo.state.gov/gi/global_issues/human_trafficking/be_smart.html4) http://www.gvnet.com/humantraffickingsumy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Jonosen,
Saya sependapat dengan Bapak Robert, yakni : bagaimana
cara kami untuk membantu? Mungkin Bapak bisa
menjelaskan lebih lanjut (karena jujur tak cukup pulsa
untuk menelepon ke HP untuk membahas hal ini.
Lagipula, mumpung ada milis ini yang isinya orang
singkawang, bukankah ini adalah tempat yang sangat
bagus untuk membahas ? daripada orang per orang).
Bapak menulis di email sebelumnya :
--------------------
kami mengajak mari kita berikan sedikit pandangan2
maupun akses
informasi sdr kita disana,saya percaya kita bisa bantu
melalui suara kita ,komunitas anda dimana pun berada
yg penting ada niat& konsen dg SINGKAWANG
---------------------
Nah, sekarang bukannya di sini sudah ada orang2 dan
komunitas yang tertarik? Kalo konsen mungkin ya, tapi
gimana cara memberi pandangan dan akses informasi?
Penjelasan bapak akan sangat berguna, sebab jika hanya
mengajak orang menyadari hal ini, memberi pandangan
tidak akan cukup. Tindakan nyata adalah solusi.
Sekedar hasil pemikiran saya (saya pernah berdiskusi
dengan teman tentang hal ini): masalah human
trafficking (pernikahan anak bawah umur dengan orang
luar) tidak bisa dipandang sebagai sebuah masalah
tunggal (hanya human trafficking saja), dimana kita
bisa mendekati orang tua mereka dan just say "hei,
jangan nikahkan anakmu dengan orang taiwan"
Saya rasa, persoalan disini sangat kompleks.
Seorang teman pernah berkata " mengapa tidak boleh
menikah dengan orang luar? Setiap pernikahan -
walaupun dengan orang yang dicintai- tetap mengandung
unsur "gambling", dalam pengertian who knows pasangan
elo bakal setia dan baik sampai akhir hayat hidup
dalam kerukunan". Kalo dapat yang bagus ya syukur,
kalo ga ya nasib (ingat,pandangan seperti ini masih
banyak dalam masyarakat singkawang)
Jika tidak menikah (dengan orang luar), di singkawang,
cewe2 itu -yang putus sekolah karena tak punya duit-
bisa kerja apa? Apa lapangan pekerjaan yang ada? yang
sanggup untuk memberikan duit pada ortunya?
Ketika tahu orang tua kita miskin dan di bawah kita
ada adik2 yang masih menunggak uang sekolah, sementara
kita tahu dengan menikah kita bisa meringankan beban
mereka (setidaknya berharap adik kita bisa terus
bersekolah dan tidak senasib dengan kita), mengapa
kita harus egois dan berkata tidak mau menikah?
Di singkawang, mau menikah dengan siapa? Anak tetangga
yang setiap hari cuman nongkrong di tepi jalan,
suit-suitin cewe yang lewat? yang ga punya pekerjaan
tetap dan mabuk-mabukan?
Disuruh gambling pun, saya rasa orang akan gambling
memilih orang taiwan (yang meski ga jelas kerjaannya
apa, tapi setidaknya punya uang di muka)
Jika kita katakan pada ortu mereka, "hei, jangan
biarkan anakmu menikah. Sekolahkan biar kelak bisa
bekerja", bagaimana kita mau menjawab jika mereka
berkata "Sekolah? Sekarang aza ga ada duit, mau
sekolah apa?" *Note : kalaupun sanggup, masuk sekolah
yang banyak diantaranya tidak bermutu tinggi *
Belum lagi kalo ditanya : "ok, elo orang yang udah
kelar sekolah tinggi dan sekarang kerja, sekarang
berapa gaji anda? Anakku ke taiwan tiap bulan bisa
kirim 5 juta, elo orang bisa dapat berapa?"
Yang saya katakan di atas bukan bermaksud untuk
pesimis, tapi sesungguhnya ada begitu banyak hal yang
berpengaruh disini.
Pertama : kemiskinan.
Kedua : Pendidikan.
Ketiga : Lapangan kerja
Keempat : Budaya
Posisi perempuan yang masih lemah. Hal lainnya adalah
ketergantungan ekonomi. Jika kita kita bisa bekerja,
bergantung duit ke suami sepenuhnya, mau disiksa juga
terima, emang kalo ga mau kabur? hidup dari apa?
Kelima (dan tidak kalah penting): pandangan akan uang
dan konsumerisme (dimana orang berlomba untuk punya
rumah tegel dan parabola, dengan dvd dan home theater
jika perlu)
So, human trafficking will be a huge problem, that
need huge attention and huge effort (and a long time
for educating people and improving life quality).
Perlu semua pihak turun tangan.
*waiting for penjelasan pak Jonosen *
Salam,
Sumy
* Kalo dengan cemas,masalah bisa terpecahkan, Ya Cemas AZA :D
Tapi, kalo ga bisa menyelesaikan masalah, NGAPAIN JUGA dicemasin? *
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
===============================================================
Homepage : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang.net]
Berita : [http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83]
Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394]
===============================================================
SPONSORED LINKS
| Bali indonesia | Indonesia hotel |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "singkawang" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
