Pertama Digelar Perayaan Imlek Bersama
Jabarkan Visi Harmonisasi Antar Etnis
Jabarkan Visi Harmonisasi Antar Etnis
Pontianak,- Tahun ini jadi kali pertama Pemerintah menyelenggarakan perayaan Imlek bersama. Tak hanya warga Tionghoa yang akan bergabung dalam kegiatan ini. Berbagai kalangan dari lintas agama dan suku turut memeriahkannya “Perayaan Imlek bersama merupakan bentuk penjabaran kebijakan Gubernur Kalbar,” tutur Asisten Ekonomi dan Sosial Sekretaris Daerah Propinsi Kalbar, Drs Kamaruzzaman MM.
KEBIJAKAN Gubernur yang dimaksud adalah terwujudnya visi harmonis dalam etnis yang membangun kerukunan umat beragama dan suku.
Kamaruzzaman mengatakan pada lebaran yang lalu pemerintah propinsi mengadakan halal bihalal. Lalu digelar juga Natal Bersama di Kabupaten Landak. Karenanya kini pemerintah propinsi akan mengadakan Imlek Bersama bertajuk Dengan Semangat Perayaan Imlek 2557 Kita Pererat Tali Persaudaraan dan Kesetiakawanan Sosial.
Kamruzzaman ditetapkan sebagai Ketua Panitia dalam rapat koordinasi antara pemerintah tingkat propinsi dan beberapa elemen masyarakat Tionghoa yang digelar kemarin. ”Acara ini hasil koordinasi beberapa instansi pemerintah seperti Kanwil Tingkat Propinsi, Biro Perlengkapan dan instansi lainnya. Kita juga bekerjasama dengan elemen masyarakat Tionghoa antara lain Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT), Yayasan Bhakti Suci,” papar Kamruzzaman.
Dia memastikan acara tersebut dilaksanakan 12 Februari mendatang. “Awalnya kita rencanakan tanggal 2 Februari. Tapi karena jadwal tersebut bentrok dengan agenda ritual masyarakat Tionghoa, diubah jadi 12 Februari malam. Mengingat siangnya perayaan Imlek tingkat Pemerintah Kota juga akan digelar,” lanjutnya.
Bertempat di Pontianak Convention Centre (PCC), pasar murah pada pukul 10.00 WIB akan membuka rangkaian kegiatan. ”Pasar murah terbuka bagi semua kalangan. Bukan hanya untuk warga Tionghoa, jadi seluruh masyarakat dipersilahkan untuk datang ke sana,” himbaunya. Dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB, PCC akan dimeriahkan berbagai bentuk kesenian seperti tarian dan musik tradisional. Panitia menghadirkan tarian tradisional dari berbagai suku di Kalbar.
Atas terselenggaranya acara perdana tersebut, pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa, Ir Toni Hartono, SH MM menyatakan rasa gembiranya kepada Pontianak Post. Dia melihat keseriusan pemerintah untuk mengakomodir beragam etnis lewat kegiatan ini.”Kita berharap Imlek Bersama, juga dapat diselenggarakan ke seluruh Kabupaten/Kota. Dan dijadikan agenda tahunan. Sehingga maksud baik pemerintah dalam membangun keharmonisan antar etnis dan agama dapat terwujudkan,” harap Toni. Pihaknya bahkan berkeinginan untuk mengundang Persaudaran Eks Siswa Siswi Santo Yusuf (PASI) Malang. Sebuah organisasi yang telah mengembangkan sayapnya hingga tingkat internasional. (*)
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=107883
KEBIJAKAN Gubernur yang dimaksud adalah terwujudnya visi harmonis dalam etnis yang membangun kerukunan umat beragama dan suku.
Kamaruzzaman mengatakan pada lebaran yang lalu pemerintah propinsi mengadakan halal bihalal. Lalu digelar juga Natal Bersama di Kabupaten Landak. Karenanya kini pemerintah propinsi akan mengadakan Imlek Bersama bertajuk Dengan Semangat Perayaan Imlek 2557 Kita Pererat Tali Persaudaraan dan Kesetiakawanan Sosial.
Kamruzzaman ditetapkan sebagai Ketua Panitia dalam rapat koordinasi antara pemerintah tingkat propinsi dan beberapa elemen masyarakat Tionghoa yang digelar kemarin. ”Acara ini hasil koordinasi beberapa instansi pemerintah seperti Kanwil Tingkat Propinsi, Biro Perlengkapan dan instansi lainnya. Kita juga bekerjasama dengan elemen masyarakat Tionghoa antara lain Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT), Yayasan Bhakti Suci,” papar Kamruzzaman.
Dia memastikan acara tersebut dilaksanakan 12 Februari mendatang. “Awalnya kita rencanakan tanggal 2 Februari. Tapi karena jadwal tersebut bentrok dengan agenda ritual masyarakat Tionghoa, diubah jadi 12 Februari malam. Mengingat siangnya perayaan Imlek tingkat Pemerintah Kota juga akan digelar,” lanjutnya.
Bertempat di Pontianak Convention Centre (PCC), pasar murah pada pukul 10.00 WIB akan membuka rangkaian kegiatan. ”Pasar murah terbuka bagi semua kalangan. Bukan hanya untuk warga Tionghoa, jadi seluruh masyarakat dipersilahkan untuk datang ke sana,” himbaunya. Dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB, PCC akan dimeriahkan berbagai bentuk kesenian seperti tarian dan musik tradisional. Panitia menghadirkan tarian tradisional dari berbagai suku di Kalbar.
Atas terselenggaranya acara perdana tersebut, pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa, Ir Toni Hartono, SH MM menyatakan rasa gembiranya kepada Pontianak Post. Dia melihat keseriusan pemerintah untuk mengakomodir beragam etnis lewat kegiatan ini.”Kita berharap Imlek Bersama, juga dapat diselenggarakan ke seluruh Kabupaten/Kota. Dan dijadikan agenda tahunan. Sehingga maksud baik pemerintah dalam membangun keharmonisan antar etnis dan agama dapat terwujudkan,” harap Toni. Pihaknya bahkan berkeinginan untuk mengundang Persaudaran Eks Siswa Siswi Santo Yusuf (PASI) Malang. Sebuah organisasi yang telah mengembangkan sayapnya hingga tingkat internasional. (*)
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=107883
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
=====================================================
Gong Xi Fa Chai 2557
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "singkawang" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
