|
Rabu, 29 Maret 2006
Selain di Dunia Nyata Dipercaya Masih Ada Dunia Lain Sembahyang Kubur Tionghoa Singkawang Singkawang,- SEMBAHYANG kubur yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Tionghoa dilakukan dua kali dalam setahun. Perhitungannya sesuai penanggalan Imlek yang dipercaya oleh mereka sebagai saat yang baik untuk memberikan persembahan kepada arwah keluarga atau leluhurnya. Persembahan-persembahan yang dilakukan memiliki makna mendalam bagi mereka yang melakukannya. Dipercaya oleh mereka, bahwa pada saat itulah pintu alam baka terbuka dan arwah dapat turun untuk membawa persembahan yang disampaikan pada upacara atau sembahyang kubur. Menurut Jaunardi Hasyim, SH salah seorang aktifis organisasi masyarakat adat Tionghoa, saat moment sembahyang kubur, menjadi kebiasaan warga yang melaksanakannya untuk berupaya sesuai kemampuan masing-masing dalam memberikan persembahan. Waktu yang tersedia memang tidak lama. Hanya kira-kira setengah bulan,
sembahyang kubur itu dapat dilakukan. Untuk tahun ini, sembahyang kubur jatuh
pada bulan Maret dan moment berikutnya akan berselang beberapa bulan kemudian.
"Setelah waktu sembahyang kubur selesai, bagi mereka yang percaya, bahwa saat
itulah pintu alam baka tertutup. Arwah serta persembahan yang disampaikan akan
dibawa memasuki alam baka dan pintu alam baka akan tertutup hingga dibuka
kembali pada beberapa bulan mendatang," jelasnya.
Dia juga menyebutkan dengan adanya sembahyang kubur tersebut, menjadikan
kota Singkawang cukup banyak didatangi pengunjung. Terutama mereka yang merantau
atau berdomisili diluar Singkawang atau Kalbar. Dia juga menilai, dengan
kedatangan para pengunjung tersebut, kemungkinan akan berpengaruh kepada
pariwisata Singkawang sendiri. Sudah menjadi kebiasaan pula untuk prosesi
sembahyang kubur dipersiapkan beragam persembahan yang akan diberikan. Kondisi
itupun berpengaruh terhadap mereka yang menjual jasa untuk keperluan sembahyang.
Seperti yang tersedia di beragam toko yang khusus menjual untuk kebutuhan
tersebut. Athin (58) misalnya, seorang penjual jasa untuk kebutuhan sembahyang
kubur, tradisi sembahyang kubur jelas memerlukan jasanya. Menghadirkan beragam
replika yang terbuat dari kertas sebagai simbol yang ada di dunia, diharapkan
dapat memiliki nilai tersendiri bagi arwah yang berada di alam baka. Saat
inipun, tradisi tersebut tetap berjalan seperti tradisi dari kebanyakan nenek
moyang dari adat istiadat lainnya. (**)
===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [www.singkawang.us] ===================================================== YAHOO! GROUPS LINKS
|
