Kamis, 6 April 2006
MABT Singkawang Salurkan Sumbangan
550 Keluarga Dapat Jatah Beras

SUMBANGAN : Sumbangan berupa beras dibagikan kepada warga yang dikatagorikan warga tak mampu alias berekonomi lemah. Foto Bas Andreas/Pontianak Post

Singkawang,-  Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Singkawang kembali mengucurkan sumbangan. Disampaikan Ketua Umum DPD MABT Kota Singkawang Wijaya Kurniawan SH, total warga yang mendapatkan bantuan berupa beras itu sebanyak 550 KK. Warga yang mendapatkan bantuan itu tersebar di seluruh kota Singkawang.

"Kami hanya sebagai jembatan bagi para donatur yang ada di Jakarta. Mereka tergerak dan peduli untuk memberikan sumbangan. Kita hanya sebagai perantara saja yang kemudian menyalurkannya langsung kepada yang memang membutuhkan," katanya di dampingi para pengurus dan relawan MABT Singkawang.

Pemberian sumbangan itu salah satunya dilaksanakan di vihara Fab Shi Kiung, Parit Ketapang. Pemberian paket 20 kilogram beras itu pun rencananya akan dilaksanakan kontinyu. Kegiatan itu juga merupakan satu rangkaian dengan kegiatan serupa yang pernah dilakukan MABT saat menjelang Imlek beberapa bulan lalu. "Kita distribusikan bantuan dari para donatur ini kepada mereka atau keluarga yang mengalami ekonomi sulit," katanya sambil menambahkan bagi mereka yang tidak dapat berjalan ke tempat pembagian, akan diantar oleh para relawan ke rumah-rumah.

Sementara pengurus MABT lainnya Edy Darlius, mengatakan warga yang diberikan bantuan ini sudah lama di data. Pendataan itu sendiri dilakukan sejak beberapa bulan lalu dimana diharapkan bantuan dari para donatur itu dapat benar-benar tepat sasaran. Baik Wijaya maupun Darlius mengatakan sumbangan itu tidak hanya terhadap warga Tionghoa saja. "Yang kelihatan ini sepertinya memang begitu, tetapi di tempat lain tidak hanya warga dari etnis Tionghoa yang mendapatkan sumbangan ini," katanya.

Keduanya juga mengharapkan apa yang dilakukan para donatur itu dapat diikuti oleh mereka yang memiliki kemampuan. Menurut mereka, bantuan terhadap kurang lebih 500 orang ini belum seberapa. Pasalnya setidaknya terdapat lebih dari 10 ribu warga yang dikategorikan di bawah garis kemiskinan yang ada di Kota Singkawang.

Cu Chin Lin, salah seorang pelopor donator, mengatakan bahwa bantuan itu diberikan murni untuk membantu mereka yang dikategorikan ekonomi lemah. Cu Chin Lin yang juga kepala vihara Fab Shi Kiung dan Ketua RT 12 itu berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Sedangkan Ng Pin Bui, salah seorang donatur, mengatakan bahwa dulu dirinya tak percaya bahwa saat ini di Singkawang ada warga Tionghoa yang berada di bawah garis kemiskinan. Namun karena melihat data-data yang diberikan MABT Singkawang terhadap kondisi masyarakat miskin yang ada di Singkawang, membuat dirinya untuk mengambil sikap.

"Kalau miskin itu memang ada. Tapi di bawah garis miskin itulah yang harus diberikan bantuan," tandasnya. (bas/pk)




=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke