Senin, 10 April 2006
Renungkan Kepemimpinan Rasul yang Sederhana
Momentum Maulid 1426 H

Singkawang,-  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1426 H, jatuh pada hari Senin (10/4) hari ini. Melalui peringatan tersebut Kakandepag Kota Singkawang H Syamsuri Syafiuddin S.Ag mengajak umat muslim melihat kepemimpinan beliau di masa lalu. Karena beliau merupakan figur pemimpin yang sukses. Baik dalam memimpin agama maupun pemerintahan sipil.

Menurut Syamsuri, pada diri Muhammad terhimpun sifat-sifat baik dan terhormat. Baik sebagai seorang mufti (pemberi fatwa), pemimpin agama, hakim agung, panglima militer maupun sebagai kepala negara dalam sebuah pemerintahan sipil.

Mengapa beliau sukses? Padahal beliau tidak pernah mengenyam pendidikan formal, apalagi mendalami ilmu civic dan bela negara. Bahkan dikatakan dalam sejarah, Muhamamd disebut nabi yang ummi.Sebagai politis agung beliau juga tidak pernah belajar "political science", sebagai panglima perang beliau tidak pernah belajar ilmu "strategi of war".

"Keberhasilan beliau tak lain ditopang karena sikap pribadi yang sangat sederhana. Sebagai bapak keluarga menurut Aisyiah beliau adalah seorang manusia biasa, mencuci baju sendiri, memerah susu kambingnya sendiri dan melayani dirinya sendiri (HR At Tirmizi)," cerita Syamsuri.

Kesuksesan Muhammad dalam memimpin dapat dilihat dari berbagai kemajuan yang dialami masyarakat Arab. Dalam tempo kurang dari seperempat abad, beliau berhasil membangun masyarakat Arab yang terkenal keras wataknya dan sangat fanatik terhadap kesukuan, menjadi masyarakat penuh kasih sayang. Juga bersatu dalam kalimat tauhid.

Pernah terjadi, ada tamu asing datang ingin menjumpai Rasulullah SAW, mereka ingin melihat langsung sosok negarawan dan nabinya orang Islam tersebut. Mereka pada terkejut menyaksikan kesederhanaan beliau, tidak ada ruang tamu khusus, tidak punya pengawal, tidak ada body guard. Duduk melayani tamu cukup pakai tikar, hidangan yang disuguhkan hanya sekadar air putih dan kurma. Pakaian beliau juga cukup dengan jubah biasa, dipipinya masih nampak tikar di saat beliau tidur. "Pendek kata, tamu pembesar tadi hanya bisa geleng kepala sambil bergumam sungguh luar biasa," tandas Syamsuri.

Masih cerita Syamsuri, nabi sangat memuliakan tamu, walaupun sepotong roti dibadi dua dengan isterinya Aisyah. Tapi kalau ada tamu, semua roti itu dihidangkan untuk tamu, sungguh kata Anas bin Malik Ra bercerita pada Nabi SAW tidak pernah terhimpun roti dan daging pada waktu makan pagi dan makan malam, kecuali makan bersama para tamu. Nabi sangat marah apabila ia datang di satu majlis para sahabat berdiri menyambutnya, beliau berkata "duduk, aku bukan seperti kepala negara asing". Selanjutnya Anas berkata walaupun demikian apabila mereka tahu beliau tidak menyukai hal itu. Umar bin Khatab memberitakan Rasulullah bersabda "jangan kalian berlebihan memujiku, karena aku hanyalah seorang hamba Allah dan rasul-Nya.

Pada hakekatnya, kesederhanaan bukan suatu kehinaan. Tapi bagi mereka yang punya kasyaf bathin yang dalam sifat sederhana berarti jauh dari sifat sombong. Angkuh mau menang sendiri, riya' dan akulah segala-galanya.**




=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke