Dear Alun,
Terima kasih atas komentar dari  Anda  yang sangat positip.Beberapa point informasi yang Anda berikan itu sangat berguna terutama tentang gejala perkembangan salah satu dari channel TV di jawa timur itu.Ini menandakan  masyarakat  kita mau menerima kehadiran bahasa daerah(sering sebagian orang kecil  menganggap itu barang "kuno").
Anda termasuk salah satu orang beruntung karena menguasai beberapa bahasa.Jangan lupa di jawa timur Anda harus menguasai(belajar) bahasa jawa dan madura.Itulah ciri orang berpandangan luar,mau belajar bahasa dan menghargai bahasa.

Kita mengharap kelak PERMASIS dapat melakukan seperti apa yang Anda harapkan itu.Kita tunggu saja saatnaya tiba.

salam,
Robert Lay-sydney

alun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Pak Robert ,
 
Pak Robert , saya ingin nimbrung di rubrik ini walaupun sudah telat lebih sebulan, terus terang saya SALUT sama pak Robert yang saat ini masih bisa pertahankan bahasa hakka, yang mana oleh generasi muda saat ini ada yang merasa malu pada saat ngomong hakka terutama hakka singkawang katanya sih kurang Gaul atau apalah istilahnya sekarang.
menurut saya belajar hakka singkawang itu bagus sekali terutama untuk generasi muda saat ini, dengan begitu kita bisa pertahankan budaya kita sendiri dan paling penting menurut saya apabila seseorang yang menguasai bahasa hakka akan lebih mudah pada saat belajar bahasa mandarin ( conversation ).
Saya juga punya pengalaman , pada saat itu saya tanyakan ke teman saya kenapa anaknya tidak di ajarain bahasa HAKKA  tapi dia nya jawab buat apa belajar " FAN SHU BOI " , dan tidak ada gunanya !. Dalam hati saya sebenarnya kecewa dan ingin jelaskan ke dia bahwa bahasa itu menunjukkan jati diri kita, saya sendiri keturunan TIO CIU dan Khek, dan merasa beruntung bisa menguasai kedua bahasa tersebut. 
Saat ini saya udah tinggal di Surabaya dan pada saat bicara di telepon dengan teman saya yang khek , teman 2 saya yang di Surabaya malahan komentar " kami menyesal kenapa pada waktu kecil orang tua kami tidak ajarin Mother Tongue " saat dengar seperti itu saya merasa beruntung sekali terlahir di Singkawang yang masih kental dengan budaya & bahasa Hakka .
sekedar informasi juga di SURABAYA ada channel TV yang namanya JTV yang dalam programnnya  80 % menggunakan bahasa Jawa Timur bahkan film serial mandarin pun di dubbing ke bahasa Jawa, ada juga beritanya menggunakan bahasa madura.
Saya hanya berpikir apabila PERMASIS semakin berkembang , akan lebih bagus lagi apabila didirikan channel TV atau program radio yang menggunakan bahasa Hakka yang mungkin bisa dibagi dalam sesi Hakka Singkawang, Pontianak, dan juga bangka .
 
Saya juga harapkan nantinya PERMASIS juga bisa dikembangkan di Surabaya, saat ini sudah banyak orang  dari singkawang, jawai dan pemangkat yang tinggal di Surabaya.
 
 
semoga komentar saya tidak menyingung orang lain yang ikut dalam mailist ini.
 
Salam kenal,
 
Alun
Surabaya


How low will we go? Check out Yahoo! Messenger�s low PC-to-Phone call rates.


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================




SPONSORED LINKS
Bali indonesia Indonesia hotel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke