Jumat, 26 Mei 2006 Kenaikan Yesus
Kristus
Singkawang,- Perayaan hari Kenaikan Yesus
Kristus (Nabi Isa Almasih), Kamis (25/5), diperingati sejumlah umat Kristiani
Singkawang. Di sejumlah gereja terlihat umat Kristen (Katolik dan Protestan)
terlihat memadati gereja bahkan ada yang hingga berdiri di luar gereja.
Misa ataupun ibadat memperingati Kenaikan Yesus Kristus berlangsung
khusuk. Kenaikan Yesus setelah 40 hari wafat menunjukkan kemuliaan Yesus yang
menang atas dosa dan maut. Mengikuti teladan Yesus untuk berjuang bagi
orang-orang lemah yang tertindas oleh kesewenang-wenangan menjadi harapan yang
disampaikan dalam perayaan tahun ini pula. Perayaan Kenaikan Yesus Kristus ini
diharapkan dapat meningkatkan kepedulian kepada sesama untuk lebih memberi,
memaafkan, dan yang terpenting lebih mengenal Tuhan sendiri.
Mengutip
buku Kematian, Kebangkitan dan Kenaikan Yesus ke Sorga dari Dr. Roby Setiawan,
dengan judul artikel "Kenaikan-Nya Menerobos Keterbatasan Manusia" disampaikan
beberapa hal.
Pertama adalah Kenaikan Yesus menerobos keterbatasan
orientasi waktu. Ada sebagian orang yang selalu mengenang atau dihantui oleh
masa lalu; baik itu masa lalu yang gemilang ataupun kegagalan. Masa lalu
(sejarah) dibutuhkan untuk mengenal identitas diri. Oleh karena itu setiap siswa
perlu belajar sejarah Indonesia, supaya mereka bisa mengenal identitas mereka
sebagai orang Indonesia.
Namun, jangan hanya puas atau diikat dengan
masa lalu. Tuhan ingin bertanya dua hal: apa yang sedang engkau lakukan sekarang
ini? Dan apa rencana masa depanmu bagi kemuliaan nama-Nya? Kemudian Kenaikan
Yesus menerobos keterbatasan kesukuan dan geografis.
Murid-murid Yesus
hanya memikirkan kerajaan bagi bangsa Israel. Mereka terkungkung oleh
keterbatasan bangsa dan suku. Ruang lingkup merekapun hanya dibatasi oleh
geografis Palestina yang luasnya hanya: 192 x 64 km saja. Padahal sasaran
penginjilan tidaklah terbatas pada satu suku/bangsa saja, juga tidak terkungkung
pada satu tempat/negara saja.
Ada sebagian orang berkata, "Agama Kristen
itu agamanya orang Barat." Apakah pendapat itu benar? Bukankah kekristenan
muncul di Timur Tengah (Israel), bukan di Barat. Yesus Kristus bukan hanya untuk
satu suku/bangsa, tetapi Dia mau menjadi Juruselamat bagi semua suku bangsa di
dunia. Selain itu Kenaikan Yesus menerobos keterbatasan fisik.
Kerajaan
Allah yang didirikan oleh Yesus dimulai dengan hal-hal yang rohani, yakni
pemerintahan Allah di dalam setiap hati orang yang percaya, seperti yang
tertulis di dalam Lukas 17:20b-21, "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda
lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada
di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." Karena sifatnya
yang rohani, maka Kerajaan Allah tidaklah terbatas pada teritorial atau bangsa
tertentu. Allah dapat memerintah hidup siapa saja dari berbagai suku bangsa,
warna kulit, dan bahasa, asalkan orang itu mau taat kepada kehendak-Nya.
Selanjutnya Kenaikan Yesus menerobos sikap hidup yang terpaku pada masalah
sendiri. Serta Kenaikan Yesus menerobos kelemahan manusia. Disebutkan juga bahwa
Kenaikan Yesus menerobos rasa takut yang keliru, Kenaikan Yesus menerobos konsep
yang salah tentang penginjilan. (bas andreas)
=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [www.singkawang.us]
=====================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|