|
Dear all,
Ada yang kenal sama Bapak Muhammand Rustam
ini? Apa ada yang punya fotonya?
Thanks
Salam,
Hendy Lie
'93-96
Muhammad
Rustam
__._,_.___
BERPENAMPILAN
sederhana dengan perawakan agak kurus mungkin membuat sebagian orang sulit
percaya bahwa Muhammad Rustam, pria kelahiran Singkawang 2 Oktober 1957 ini
adalah seorang teladan. Dengan santai ayah tiga anak ini menjawab beberapa
pertanyaan AP Post mengenai penghargaan dosen teladan yang baru didapatnya,
tentang pendidikan di Universitas Tanjungpura maupun masalah kedaerahan yang
menyangkut pada bidangnya. Rustam sendiri merasa bahwa apa yang telah didapatnya
itu adalah semata-mata penghargaan yang diberikan kepadanya dari orang-orang
sekitarnya. "Dosen teladan
ini saya rasa tidak ada orang yang dengan sengaja berniat untuk menjadi yang
teladan, tetapi orang-orang disekelilingnya lah yang akan memberikan penilai,"
ujar Rustam. Sehingga baginya tidak pernah ada usaha atau kiat-kiat untuk
mendapatkan penghargaan dosen teladan itu, semua dilewatkannya apa adanya.
Rustam bersama
istrinya Tasnia serta anaknya tinggal di Jalan Paini Bardan No 160 di kompleks
Perumahan Umum Nasional 3 Tanjung Hulu Pontianak Timur. Alumni SMA Negeri
Singkawang yang tamat tahun 1976 ini menceritakan bahwa ia paling terkesan
ketika duduk di SMP Bruder Singkawang dimana ia merasa termotifasi oleh para
guru yang memberikan kepadanya kartu pos dari luar negeri jika ia mendapatkan
nilai yang tinggi. "Mungkin hal
tersebut semakin membuat saya tertarik akan matematika atau dulunya disebut ilmu
berhitung," ceritanya. Ia sendiri memilih masuk Fakultas Ekonomi Untan setelah
menimbangkan berbagai faktor pada tahun 1977. Setelah mendapatkan gelar Sarjana
Ekonomi ia langsung ditarik oleh Almamaternya sendiri untuk menjadi staf
pengajar sejak tahun 1986. Tentang
kondisi perekonomian Kalbar saat ini Rustam berpandangan bahwa sebagaimana
pengamat yang lain ia juga mengharapkan adanya peningkatan ekonomi Kalbar secara
keseluruhan. Mengenai kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kalbar
ini, ia juga berharap agar terus dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga dapat
menjadi Badan Usaha yang memberikan keuntungan nyata bagi daerah ini.
Tentang
rencana pemerintah pusat yang mengintruksikan agar BUMD di daerah dijadikan
terbuka atau swastanisasi, lulusan Master Ekonomi (ME) Universitas Indonesia
(UI) tahun 1998 ini menganggap bahwa perlu sekali dilakukan pengkajian lebih
jauh sebelum melakukan privatisasi atau swastanisasi terutama terhadap sesuatu
yang mengenai hajat hidup orang banyak. "Saya belum
bisa memastikan mana yang terbaik untuk daerah kita saat ini, karena baik ketika
dibawah pemerintah maupun kalau dikuasai swasta, keduanya akan memberikan
beberapa kelebihan dan kekurangan," jelasnya. Kalau berada dibawah pemerintah
pengaruh politis kekuasaan masih akan sangat kuat sehingga akan dapat
mempengaruhi pengambilan keputusan yang lebih ekonomis. Belum lagi permasalahan
birokratis lainnya yang tentu menyebabkan badan usaha tersebut tidak efisien.
Sedangkan jika diambil alih oleh swasta dikhawatirkan akan ada kenaikan biaya
yang harus ditanggung oleh masyarakat meskipun perbaikan pelayanan akan lebih
mungkin terjadi. "Selama ini
jika masih di bawah pemda jelas masih banyak yang di subsidi," ujarnya. Rustam
yang tesisnya tentang bursa efek tersebut mencontohkan bagaimana dengan kondisi
Bank Kalbar saat ini yang menjadi BUMD andalan Pemda tetapi tidak terlepas juga
dari kasus-kasus KKN sehingga terikut juga dalam program penyehatan perbankan.
Untuk ke depan selain apa yang telah dilakukan Bank kalbar saat ini dengan
melakukan perampingan pegawai termasuk mengundurkan beberapa pegawai
bermasalahnya, ia juga berharap Bank Kalbar dapat memperluas wilayah kerjanya ke
tingkat nasional dan bahkan harus dapat ke tingkat Internasional.
Pria yang
hobinya adalah musik keroncong ini mengaku pernah belajar bermain biola dengan
Drs Samzah dulu sehingga dengan bangga ia mengatakan pernah juga ikut mentas
dalam suatu pertunjukan musik. Dengan semboyan hidupnya untuk selalu optimis,
dosen teladan milenium dari Untan ini berharap agar para Mahasiswanya untuk
terus menerus meningkatkan diri dan menambah wawasannya karena apa yang
didapatkan mereka di bangku kuliah hanyalah dasar-dasar ilmu pengetahuan yang
nantinya harus mereka kembangkan. "Ilmu dikampus
ini tidak bisa diandalkan begitu saja, ini hanya alat yang harus dikembangkan
nanti jika mereka telah terjun di masyarakat, " ucap Rustam. Kepada para rekan
sejawat sesama dosen ia mengharapkan adanya usaha peningkatan jenjang pendidikan
yang lebih tinggi lagi bagi mereka semua, selain itu juga meminta agar para
dosen tidak hanya memiliki IQ yang tinggi tetapi juga harus mematangkan emosi
mereka yang di kenal dengan istilah EQ. "Kita banyak
yang pintar dengan IQ yang tinggi, tetapi kesulitan dalam menghadapi berbagai
permasalahan dalam proses belajar mengajar atau berhadapan dengan para
mahasiswa." ungkapnya. Rustam saat
ini mengetuai program Extension Fakultas Ekonomi Untan sehingga ia masa-masa
sekarang ini sibuk akan pendaftaran mahasiswa extension yang baru. Program
extension ini menurut Rustam sangatlah menguntungkan masyarakat terutama mereka
yang sudah bekerja atau umurnya sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti
program reguler. Mengenai
kekhawatiran bahwa program ini hanya bertujuan untuk mendapatkan gelar dalam
rangka menaikan pangkat, Rustam membantah dengan menunjukan bukti para mahasiswa
extension harus melalui standar tes yang sama dengan mereka yang mengikuti
program reguler dan juga untuk lulus mereka juga tidak
mudah.(dad) ===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] =====================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
