|
Selasa, 5
September 2006
__._,_.___
Wali Kota Rencana Dirikan Surga-Neraka MUI Tolak Lokalisasi Perjudian Singkawang,- Penggrebekan judi di Kota Singkawang dilakukan langsung jajaran Polda Kalbar beberapa waktu lalu, terang memukul kinerja Polres Singkawang. Sebelum penggrebekan itu, perjudian di Kota Singkawang dinilai masih marak.
KONDISI itu diperkuat Wali Kota Singkawang pernah melontarkan ide akan melokalisasi perjudian, pelacuran dengan konsep surga-neraka. Secara terang-terangan, Ketua MUI Kota Singkawang H Bujang Rasnie BA menantang dan tidak mentolerir praktik maksiat tersebut. Demikian diungkapkan H B Rasnie saat dikonfirmasi di kediamannya di Jalan Alianyang Kompleks Pesantren Ushuluddin Singkawang, Senin (4/9) kemarin. "Bicara perjudian, pelacuran, pak wali kota pernah mau melokalisasi, silakan ke syurga silakan ke neraka. Kalau mau neraka, ini. Surga, ini. Di mana-mana dia (wali kota) pernah, bahkan kita dibawa seminar soal judi, yang paling menantang hanya MUI," tukasnya. Terhadapa praktik maksiat itu, Rasnie menegaskan tidak dapat dikompromi. Bahkan melalui PHBI Kota Singkawang di Masjid Raya, mereka pernah mendatangkan penceramah asal Jakarta yang tergabung dalam Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Saat itu, kenang Rasnie, wali kota menggebu-gebu bicara soal perjudian dengan konsep surga-neraka. Lalu dituding sang penceramah. "Kami berhasil mendatangkan penceramah saat itu. Sejak saat itu, pak wali kota tak berani lagi bicara soal judi," tandasnya. Terhadap ada tanggapan perjudian merupakan tradisi, ia berpendapat kemungkinan dimaksudkan bila pada perayaan hari-hari besar etnis tertentu. Disebutkannya, seperti Cap Go Meh, Tahun Baru Tionghoa, biasanya sering diselingi dengan permainan tersebut. "Kalau tak campur judi, bukan tahun baru, saya pikir itu mungkin maksudnya," timpalnya. Terkait penangkapan dan penggrebekan ditangani langsung Polda Kalbar, ia menilai hal yang memalukan kinerja Polres Singkawang. Kendati begitu dalam pengakuan Rasnie, ia pernah menyampaikan langsung kepada Kapolres Singkawang soal maraknya perjudian di Kota Singkawang. Saat ulang tahun Bhayangkara dengan acara Kapolres mendatangi tokoh agama dan masyarakat. Saat itu kunjungan juga kepada Ketua MUI. "Saat itu saya singgung soal perjudian, kelihatannya pak Yamin serba salah untuk bertindak. Judi di tempat kita kok masih marak, bagaimana ini pak," katanya seraya menerangkan pertanyaan itu disampaikan kepada Kapolres Singkawang. Sementara, tambahnya, pusat sendiri gencar dalam pemberantasan perjudian. Dalam jawaban Yamin, kata Rasnie, mereka sudah gencar dan bertindak optimal. "Kami sudah lalukan. Itu jawaban pak Yamin. tapi kita lihat tidak seperti kenyataan," tukanya. Ia kembali menekankan, bila ada konsep lokalisasi maka hal itu sungguh parah. Paling tidak, masyarakat hanya bisa berbuat benci dalam hati. Sembari ia membacakan salah satu hadits dalam bersikap terhadap suatu kemungkaran. Menurutnya, mencegah dengan tangan seperti dalam hadits ditujukan kepada penguasa yakni pemerintah dan kepolisian. "Bila ada yang memperkenankan judi, tidak pakai lalu. Apalagi sampai lokalisasi, itu parah. Paling kurang benci dalam hati, selemah-lemahnya iman," tuturnya. MUI sendiri mengaku telah berbuat dengan berbagai pendekatan termasuk sudah menyampaikan penolakan terhadap Polres maupun wali kota. "Saya sudah berkali-lain menyampaikannya dengan polisi, wali kota. Kalau sudah kita sampaikan, kewajiban kita sudah lepas," ungkapnya. (rdn)
===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] =====================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
