Linda Rachman Diteror Taufik Hidayat?
 

Setelah sempat beberapa waktu lalu berhalangan hadir memenuhi panggilan polisi, Linda Rachman (26), Senin (19/12), akhirnya muncul di Mapolresto Jakarta Pusat. Model dan pemain sinetron itu menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor, terkait laporan pebulutangkis Taufik Hidayat (24) yang menudingnya telah melakukan penipuan uang Rp 200 juta.
 
Linda datang ke Mapolresto Jakarta Pusat sekitar pukul 11.15 didampingi pengacaranya Elza Syarief. Dengan wajah tetap tenang dan tanpa sepatah kata pun dia langsung masuk ke ruang pemeriksaan.
 
Namun usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari dua setengah  jam, model kelahiran Singkawang 28 Juni 1979 itu tetap mengunci rapat mulutnya ketika dimintai komentarnya. Dengan alasan hendak buru-buru menuju RS Tebet, Jakarta Selatan, dia langsung meninggalkan kerumunan wartawan dan infotainment yang telah menyediakan meja untuk menggelar jumpa pers.
 
Dengan bantuan beberapa polisi, Linda akhirnya bisa "diamankan"  ke salah satu ruangan di Mapolrestro Jakarta Pusat. Akhirnya hanya Elza Syarief yang bersedia memberikan keterangan pers. Namun ketika Elza sedang memberikan keterangan pers, tiba-tiba Linda dengan kawalan polisi langsung keluar Mapolres menuju mobil Nissan Serena warna hijau muda milik Elza Syarief.
 
Melihat hal itu sebagian wartawan dan infotainment kontan meninggalkan Elza dan langsung mengejar Linda yang masuk mobil. Linda yang telah berada di dalam mobil pun bergeming saat dimintai komentar seputar pemeriksaannya.
 
Pada kesempatan kemarin, Elza membeberkan soal SMS berisi ancaman dan teror yang diterima Linda dan juga dirinya. SMS yang diterima Elza berbunyi: "Gue teman baiknya Taufik. Gue nggak rela jika kasus Taufik jadi besar dan melebar karena sudah mengganggu privacy dan persiapan pernikahan dia. Gue terus terang alergi sama Bu Elza. Orangnya belagu banget. Tapi nggak apa-apa. Oke, kita lihat saja siapa yang menang dalam kasus ini. Asal tahu saja, sebagai calon mertua Taufik, Agum Gumelar tidak akan tinggal diam melihat hal ini..."
 
Sedangkan SMS yang diterima Linda, kata Elza, sangat melecehkan. "Saya nggak perlu lah bacakan SMS-nya tapi intinya hal-hal yang tidak senonoh, misalnya  Linda disebut pekcun, cabo, dan bandar sabu," kata Elza.
 
Terhadap ancaman dan teror SMS itu  Elza menyatakan bahwa dia belum akan mengambil langkah hukum. Dia hanya menunggu perkembangan kasus ini saja. Sekadar membalik cerita, kisruh antara Linda dan Taufik, menurut versi Linda pernah punya hubungan, yakni meminjam uang sebesar Rp200 juta kepada Taufik untuk kepentingan sebuah bisnis. Namun dia hanya mendapat Rp180 juta lewat dua perantara. Untuk tahap pertama pelunasan, Linda membayar Rp 50 juta. Namun saat pengembalian tahap kedua Linda belum punya uang dan minta tenggang waktu.
 
Karena ditagih terus oleh debt collector, Linda akhirnya merelakan jam tangan bertakhtakan berlian merek Chopard yang ditaksir seharga Rp 185 juta untuk melunasi utangnya. Namun jam itu dikembalikan dan Linda tetap diminta membayar sisa utangnya. Karena menolak, Linda dilaporkan ke polisi.
 
Sementara itu Taufik Hidayat yang ditemui di acara pertandingan sepak bola artis piala Agum Gumelar Cup di Senayan, Sabtu (17/12), enggan berkomentar terkait kasus  ini. (ign)
 
 
 
 
 

 
__._,_.___

=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================





SPONSORED LINKS
Pontianak hotel indonesia Pontianak indonesia hotel

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke