kira² begitulah kehidupan zaman doeloe, kehidupan antar satu dengan yang lainnya sangatlah harmonis.
Setelah adanya orba, mulai ada kata non pribumi dan pribumi agar biar ada penekanan untuk mendapatkan obyek. Sebenarnya dalam ke hidupan se-hari² dalam lingkungan masyarat tsb tdk ada perbedaan, namun sayang selama 30 thn an telah ditanamkan oleh era orba, yang mana kesempatan ini tentunya dimanfaatkan juga oleh masyarakat kecil untuk cari makan.Kita orang² daerah juga di diskriminasikan, tidak ada keadilan.
Terus terang saya sebagai warga indo, sangat merasa malu aka hal tsb.
Memang untuk mengembalikan kesuasana seperti dulu sangat memerlukan waktu yang sangat lama.
Kalau saya tinjau dr jauh, kayaknya masyarakat di indo tambah mudah emosi dan agresip.
Tidak ada toleransi dengan agama lain tambah meruncing, ini yang paling saya khawatirkan. Padahal agama apapun, agama manapun, semua untuk menuju kedamaian dan kebaikan.
Ke khawatiran saya yang jelas untuk yang minoritas...kasihan..suka jadi korban.
Ini kita kembalikan kepemeritah lagi, mereka harus punya tindakan yang bijaksana.
salam
ali sj
alang tjhai <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Hi Pak Robert, g Alang.......
Thanks banget atas penjelasan yg Pak Robert uraikan, bener2
lengkap....
Membaca artikel ini, membuat g kembali mengenang masa2 kecil g
biarpun g lahir di taon 70an, memang g mengakui bahwa di taon2 itu
ato sebelumnya sampe taon 80an Singkawang merupakan kota yg aman
sentosa, kehidupannya benar2 menyenangkan bukan dipandang dari aspek
ekonominya, namun di dalam kehidupan sehari-hari dapat dirasakan
begitu kuatnya rasa kekeluargaan diantara masyarakat setempat....itu
yang tertanam kuat dalam benak g dimasa kecil & masa remaja yg g
lalui di Singkawang, kota tercinta.....
Tidak mengenal adanya perbedaan etnis diantara masyarakat, mereka
saling menghormati satu dengan yg lain, inilah yg perlu kita
pelajari.....Namun sungguh disayangkan adanya peristiwa bentrokan
antara etnis madura dan etnis dayak yg menjadikan semuanya
berantakan, ditambah lagi kerusuhan yg terjadi taon '98....
Sekarang susah untuk menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan seperti
dulu lagi, karena semua orang selalu merasa tidak adanya keamanan
dalam hati masing2......
Sorry...kalo ada kata2 yang menyinggung........
Pak Robert....kalo ada lagi artikel seperti itu, please sharing with
us yach.......
--- In [EMAIL PROTECTED]ups.com , Robert Lay <robertlaymas@...>
wrote:
>
> Maaf,post pertama ada gangguan keyboard-ini hanya resend
>
> Dear All,
> Atas permintaan boss Rudi,saya coba mengingatkan kembali kota
Sngkawang pada tahun 1960 an dari ingatan saya.
> Pada tahun 1960 an kota Singkawang memiliki 3 gedung bioskop yaitu
Kota Indah(Fa Tuh),bioskop Singkawang( Sin Hi Jan) dan Bioskop Lama
(Lo Hi Jan,tidak tahu sebutan nama bioskop ini dalam bahasa
Indonesia).Belum ada gedung "sempurna"(sam pur na),gedung sempurna
berdiri pada awal tahun 1970an.
>
> Ada 2 deretan toko dan warung kopi disamping kiri kanan menuju ke
bioskop Lama,dari jalan Pengadilan masuk lagi satu jalan menuju
Bioskop Lama(dekat dengan bank Mandiri).
> Dari jalan pengadilan ada sebuah taman kecil dan ada sebuah
jembatan kayu menghubungi jalan Pengadilan dengan jalan Kantor
Pos.Melalui jembatan kecil ini merupakan short cut menuju ke bioskop
lama dari jalan kantor pos.Pada tahun 1970 an disitu ada satu rumah
disebut rumah taman bacaan rakyat.(sekarang perpustakaan
singkawang ?).Di kiri kanan sepanjang jalan kantor post dan
pengadilan tumbuh pohon asam(?)(jaw ah son ) yang rindang .Depan
kantor ,dibawah pohon asam itu ada satu kios menjual rujak
disebut "o cut"(sembarangan).Rujaknya si O Cut terkenal dimana-
mana..
> "Pembantaian"(karena pohon tidak melawan) pertama kali terhadap
pohon-pohon asam disepanjang jalan kantor post dan pengadilan
terjadi pada awal tahun 1970 an,pohon -pohon ditebang dengan alas an
sinar matahari tidak tembus ke jalan.
>
> Didepan hotel Kalimanatan(hotel Borneo) ada 2 deret rumah
(sekarang Pukesmas ?),disamping Hotel itu ada jalan kecil menuju
sungai.Pernah beberapa kali berenang di sungai ini,warna airnya
kuning. Dari jalan pasar tengah menuju ke Bioskop Singkawang ,ada
jembatan.Tidak jauh dari situ ada kantor Polantas.Pernah juga
berenang beberapa kali dibawah jembatan ini.
>
> Pada tahun 1960 an air leding sangat lancar,setiap saat ada
air.Listrik juga lancar,tidak sering padam(mati) seperti
sekarang ,Telepon adalah barang mewah pada saat itu.
> Udara segar,pada malam hari udara dingin.Pada pagi hari udaranya
dingin dan segar.
> Kalau ditinjau dari segi air,udara,listrik dan telekomunikasi?
ini menjadi standar internasional utk menilai kenyamanan hidup
sesuatu negara)pada tahun 1960an kota Singkawang termasuk salah satu
kota "the best city to live"di Indonesia.
>
> Pada tahun 1966 pertama kali saya pergi mengunjungi kota
Pontianak,dengan bus umum memakan waktu 10 jam on one trip.
>
> Dari kota Singkawang menuju Teng Ka Han(nama Indonesia
apa ?),dari Nyarungkop ditepi kiri kanan banyak pohon rambutan,kalau
sedang musim buah rambutan berdiri diatas truck dapat memetik buah
tersebuat.Mungkin ini pak Dr.Frans Tshai lebih tahu situasi di
Nyarungkop pada tahun 1960an karena beliau pernah tinggal di
Nyarungkop.
> Chong Lung Kong(nama Indonesia ?) adalah nama kampung terletak
antara Nyarungkop dengan Teng Ka Han.Poteng,Pa Hat,chong lung kong
adalaha nama daerah(tempat)kaya dengan sumber air baku .
>
> "Ancaman" terhadap kehidupan di Kota Singkawang dimasa akan
datang:
> Burung Walet:
> -Bahaya "penyakit"pidemis yang akan disebarkan oleh burung
walet,padahal faktor ini dapat diatasi kalau pemeliharaan burung
wallet dipindahkan jauh dari tempat pemukiman penduduk.
> Seperti beberapa tahun yang lalu di Malaysia
penyakit "aneh"menyerang ternak babi,virus yang dibawa oleh
kelelawar .Banyak korban meninggal sesudah konsumsi daging babi.
> Dari segi pertahan nasional,berbahaya kalau musuh menyerang kota
singkawang dengan cara memanfaatkan burung walet sebagai
courier.Ini terjadi perang Vietnam dulu Uni Soviet mempergunakan
lebah untuk menyerang tentara Amerika. Kelak penduduk di kota
Singkawang harus menerima resiko ini.
>
> -Air.
> Sudah banyak kehilangan sumber air baku.Sumber air baku yang ada
sekarang belum dapat menjamin(mengamankan) menyediakan air bersih
di kota Singkawang untuk masa 10 tahun kedepan.Belum ada peraturan
yang jelas (mekanisme)bagaimana melindungi sumber air baku
itu.Bahkan belum ada system peraturan yang jelas melindungi hutan-
hutan yang ada disekeliling sumber air itu.Tanpa perlindungan hutan2
dekat disumber air baku itu,berarti tidak ada jaminan dapat
mempertahankan sumber air baku itu dimasa akan datang.Tanpa
fasilitas air memadai,kelak lebih banyak penyakit "musiman"seperti
muntaber akan menyerang penduduk Singkawang.
>
> -Listrik.
> -Kemakmuran penduduk bertambah baik akan menpengaruh konsumsi
listrik lebih banyak dimasa akan datang .Tanpa program yang jelas
proyek apa yang akan dilakukan oleh pihak PLN,listrik akan menjadi
masalah besar akan mempengaruhi perkembangan ekonomi di kota
Singkawang.
>
> Pimpinan yang diharapakan oleh masayarakat kota
Singkawang ,menjadi kota Singkawang adalah "the best city to live"
> Pimpinana yang dapat deal beberapa key isu yang akan dihadapai
kota Singkawang,yaitu:
> -larangan(peraturan-penalty) peternakan burung walet dipusat kota.
> -Air (PDAM) dan Listrik(PLN) diswatalisasi atau mengijinkan
perusahaan swarta membangun usaha tersebut sebagai perusahaan
saingan terhadap perusahaan milik negara itu.
>
>
> * catatan:maaf ada beberapa nama tempat dalam tulisan ini
memakai sebuatan chinese.
>
> salam,
> Robert Lay-sydney
>
>
>
> --------------------- --------- ---
> Do you Yahoo!?
> Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
>
Was ist Glück? Schlafen Fische überhaupt? Die Antworten gibts auf Yahoo! Clever. __._,_.___
=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================
SPONSORED LINKS
| Pontianak hotel indonesia | Pontianak indonesia hotel |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
