Pak Alang Thjai
Inikan cuma saling tukar pikiran (brain storm) masalah rumah walet. Jadi tidak perlu kuatir pernyataan Pak Alang itu akan menyinggung pihak2 tertentu.
Kalau kita2 yg berpendidikan uni. (college grad) juga takut2 memberikan opini, tidak akan maju2 lah masyarakat kita.
Kalau pada akhirnya kita tetap mempunyai opini yg bertolak belakang - kita masih bisa "agree to disagree" and "move on". Kalau kita semua sudah bisa menerima "agree to disagree", itu sudah merupakan suatu tanda kedewasaan hidup berdemokrasi.
 
Kalau saya ini calon walikota Pilkada 2006, saya akan "stay away" dari masalah rumah walet belum saatnya. Kita tetap memerlukan dukungan mereka. Mereka kan yg punya dana. Yg dapat "make something happen". Segala program kerja perlu dana. Jadi kita tidak mau "make enemy" dgn golongan2 yg memiliki dana.
Rakyat kecil (yg jumlahnya lebih besar) kan tidak peduli dgn masalah rumah walet atau masalh PETI yg "pollute" sumber air minum Skw dgn limpah merkurinya. Utk calon yg mau "play to win", dia itu harus (choose your fight). Banyir, listrik dan air minum yg akan "touch their daily life" mereka dan termasuk kehidupan org di semua golongan ekonomi.
 
Coba tanya ke mereka: "Kalau mereka itu diberi Rp. 50,000 per orang, apakah mereka itu akan memilih calon yg memberikan uang atau calon yg akan melarang rumah walet". Politik itu kotor, di-mana2, termasuk di Amerika.
Fact of life - "money politic" di-mana2.
 
Pemda (Pemkot ?) kan sedang menyusun peraturan rumah walet sejak beberapa tahun yg lalu dan sampai sekarang belum juga ada hasilnya, dan kita tidak lagi membaca masalah rumah walet di Pontianak Post lagi. Tahu sendiri alasannya kan.
 
Perlu waktu.
 
Salam
 
Li

uray ali sjahran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya sependapat dengan Pak Robert,
 
Apapun intinnya, kepentingan umum bagaimanapun juga hrs di utamakan. Apalagi menyangkut lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat setempat.
 
Namun sayang sekali apakah pemerintah setempat tdk memikirkan  effek sampingan dr rumah burung walet tsb sebelumnya mengeluarkan izin tsb.
 
Dalam hal ini pemerintah setempatlah yang hrs bertanggung jawab.
 
ali sj
 
 
 


alang tjhai <[EMAIL PROTECTED]com.hk> schrieb:
Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang...
Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di bangun
rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan polusi
udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna suara2
kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap hari itu
dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah.
Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah penghasilan
mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami masyarakat yg
dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan dengan Flu
Burung.
Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk membangun rumah
walet selain di tengah kota????
Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap pemerintah
daerah memperhatikan masalah ini dengan serius......
Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2 tertentu dan
saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna melalui
artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk memberikan opini.

--- In [EMAIL PROTECTED]ups.com, Li Malikasim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Demikian pula pendapat saya.
> Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step.
> Pertama: melarang rumah walet baru.
> Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya bisa
pasang plastik dilantai.
> Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan bangunan
baru diluar kota dgn uang hasil panen.
> Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh tahun, Skw
sdh harus bersih dari rumah walet.
>
> Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir, listrik,
air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat kecil adalah
hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian dari calon2
walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn dana yg
tersedia dan menggalakan PMDN.
>
> Li
>
> Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED].>
wrote:
> Dear Pak Robert,
>
> Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet yang ada
di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada yang
kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang sedang
menyusun Perda soal walet ini.
>
> Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota, mungkin
OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang sudah
lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu harus
dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti gak mau
soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan ratusan
juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti harus
mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah Pemkot
Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat yakin
Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat ganti
rugi :)
>
> Thanks
>
> Salam,
> Hendy Lie
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Robert Lay
>
>
>
> Dear Pak Ali,Rudi dan Alang,
> Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang
terdahulu itu.
> Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota Singkawang
berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota
Singkawang"
> Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah:
> -burung walet
> -air
> -listrik.
> --------- dihapus ---------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
>



Besseren Schutz gegen Spam - jetzt bei dem neuen Yahoo! Mail .


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================





SPONSORED LINKS
Pontianak hotel indonesia Pontianak indonesia hotel

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke