Rabu, 8 November 2006
Pelebaran Jalan Provinsi Telan Dana Rp 8,5 M
Pengerjaan Belum Dilaksanakan


Singkawang,-  Pelebaran jalan provinsi tepatnya antara Singkawang-Pasir Panjang yang menelan dana Rp 8,5 miliar lebih hingga menjelang berakhir tahun anggaran 2006 ini belum dilaksanakan.

Padahal, banyak proyek yang dianggarkan dalam APBD tahun 2006 sudah dilaksanakan. Anggota DPRD dari Komisi C, Paryanto meminta agar Dinas Pekerjaan Umum Kota Singkawang untuk segera melaksanakan kegiatan tersebut. "Kita sebagai anggota dewan ingin mengingatkan bahwa jalan provinsi yang dianggarkan dalam APBD sampai saat ini belum dilaksanakan pengerjaannya. Padahal, sudah dianggarkan dan hampir habis masa anggaran 2006 ini. Sekarang kan sudah memasuki minggu kedua November 2006.

Jadi tinggal satu bulan lebih lagi. Apakah pelaksana nanti bisa melaksanakan kegiatan sebesar dana tersebut. Itu yang kita khawatirkan," kata Paryanto. Anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan dalam APBD disebutkan nomenklaturnya adalah, belanja modal pembangunan dan peningkatan jalan, dengan program pembangunan/peningkatan jalan Kota Singkawang (jalan alteri).

"Kegiatannya jalan Singkawang-Pasir Panjang dengan nilai anggaran sebesar Rp8.532.162.000," kata dia. Jika tidak dilaksanakan perlebaran jalan tersebut, kata Paryanto, tentu dananya harus dikembalikan ke kas daerah dan dijadikan UUDP atau dialihkan pada proyek lainnya nantinya setelah dibahas bersama DPRD. "Pada anggaran perubahan bisa saja dialihkan jika memang tidak dilaksanakan proyek tersebut. Tapi, jika proyek ini sudah ditender, harus dilaksanakan dan bila tidak, tentu akan menjadi masalah. Bisa-bisa terindikasi korupsi," kata Paryanto mengingatkan.

"Kita minta Dinas PU yang menangani proyek tersebut untuk segera melaksanakan kegiatan tersebut," kata dia. Sementara itu, anggota dewan yang cukup vokal ini juga meminta kepada Pemkot Singkawang untuk merealisasikan pembelian motor bagi para pengawas sekolah dasar.

"Dananya sudah tersedia di pemerintah kota khususnya di sekretariat daerah yang tertuang dalam APBD tahun 2006 yang sebentar lagi akan habis masa anggaran tahun ini," katanya memberikan penjelasan.

Menurut dia, dalam anggaran itu dicantum sebanyak 15 unit motor untuk pengawas sekolah dasar yang ada.

"Tentu, pembelian motor ini harus sesuai dengan jumlah pengawas. Kita memperoleh informasi bahwa sekarang tinggal 12 orang saja pengawas," kata Paryanto. Dia meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Singkawang yang membawahi para pengawas ini untuk proaktif untuk meminta kejelasan realisasi dari motor dinas tersebut. "Ada pengawas yang memberitahukan bahwa sampai saat ini belum memperoleh motor. Jangan sampai ada kesan bahwa tidak ada untung lantas tidak diurus. Kita tidak menginginkan hal itu," kata dia.

Kendaraan dinas ini, kata dia, sama persis dengan pejabat lainnya adalah untuk penunjang kinerja dari pengawas itu sendiri. "Salah satu indikator peningkatan profesionalisme pengawas adalah dengan kendaraan dinas. Kita sudah setuju anggaran tersebut, tapi kok belum direalisasikan," kata Paryanto dengan nada bertanya. (zrf)

 
 
__._,_.___

=====================================================
~~~~~~~~~ Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H ~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================





SPONSORED LINKS
Pontianak hotel indonesia Pontianak indonesia hotel

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke