Rabu, 13 Desember 2006 Tujuh Kelurahan Singkawang Rentan Terserang Flu Burung Masyarakat Harus Selalu Waspada
Singkawang,- Kepala Dinas Agribisnis Singkawang, drh Cipta Rahardja, mengungkapkan pihaknya telah membagi wilayah-wilayah terancam flu burung di Singkawang ke dalam empat zona. Kecamatan Singkawang Selatan ditetapkan sebagai Zona I daerah terancam flu burung. Wilayah ini memiliki populasi unggas terbesar yaitu mencapai 70,75 persen dari total populasi unggas di Singkawang. Demikian diungkapkannya, kemarin, dalam rapat Komite Pengendalian Flu Burung di Aula Pemkot. Kawasan Singkawang Selatan yang memiliki banyak unggas yaitu di Kelurahan Sedau, Sijangkung dan Pangmilang. "Jumlah unggasnya tercatat sebanyak 2.207.250 ekor," katanya. Sedangkan zona II terancam flu burung yakni kawasan Singkawang Barat dan Singkawang Tengah. Untuk Singkawang Barat, kelurahan yang dinilai terancam terhadap penyebaran virus flu burung yaitu di Kelurahan Pasiran dan sekitarnya. Zona ini memiliki 12.997 ekor unggas. Sementara di Singkawang Tengah, yang termasuk zona terancam adalah Kelurahan Roban dan sekitarnya yang memiliki 96.254 ekor unggas. Zona III meliputi satu kelurahan di Kecamatan Singkawang Timur yaitu Kelurahan Pajintan. Zona ini tercatat memiliki 688.275 ekor unggas. Zona IV yaitu di Singkawang Utara antara lain di Kelurahan Sungai Garam. Wilayah ini memiliki 115.195 ekor unggas. Untuk mencegah mewabahnya flu burung di Singkawang, menurutnya pemkot telah mengambil beberapa langkah antara lain biosekuriti, pengendalian lalu lintas unggas, produk berikut limbah, surveilans, vaksinasi, peningkatan kesadaran masyarakat, monitoring dan evaluasi. "Biosekuriti ini meliputi pembatasan keluar masuknya orang, hewan dan kendaraan ke lokasi kandang, penyemprotan kandang, semua orang, alat dan kendaraan yang masuk ke lokasi kandang dengan desinfektan, pemakaian masker atau sarana lain ketika masuk kandang serta melakukan sanitasi," jelasnya. Pengendalian lalu lintas ternak, menurutnya dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 259 tahun 2005 tentang penutupan sementara Kalbar terhadap pemasukan ternak unggas, babi dan produknya. Dari hasil surveilans, sejauh ini belum ditemukan kasus flu burung di Singkawang. "Vaksinasi juga sudah kita laksanakan. Tahun 2006, kita sudah membagikan 860 ribu dosis vaksin AI," ungkapnya. Kendala yang dihadapi pihaknya selama ini, terutama untuk biosekuriti dan vaksinasi adalah pada peternakan rakyat. Sebab, unggasnya menyebar (tidak dikandangkan). Kesadaran masyarakat yang masih kurang dan masih minimnya tenaga vaksinator. Diharapkan, masyarakat selalu mewaspadai menularnya penyakit ini.(rnl) http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=129691
